40

484 21 1
                                        

"Bagaimana ini? Orang yang kau sukai sudah beristri, dan dia ikut dalam acara ini. Apalagi sekarang dia berada diruangan Jeno," ujar Taeyong, berdiri didepan meja Jaehyun.

"Direktur Lee, bisakah anda kembali ke ruangan sendiri, saya sibuk bekerja," balas Jaehyun, datar.

Bukannya terusik setelah di usir oleh Jaehyun, Taeyon malah mengembangkan senyum penuh arti. "Kau mau kubantu, agar bisa kembali dekat dengan Jeno?"

Kedua alis Jaehyun seketika menukik begitu mendengar ucapan Taeyong tadi, menatap iris hitam itu dengan tajam. Taeyong mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Jaehyun. Senyum masih terukir di wajahnya.

"Biar aku yang mengurus Yuta, kau fokus saja mendekatkan diri dengan Jeno"


"Kau mempunyai ruang kerja dengan pemandangan yang indah, Jeno," kata Yuta.

Jeno mengeratkan kedua lengannya diperut rata sang istri, menyamankan dirinya dengan memeluk Yuta dari belakang. "Pemandangannya memang indah, tapi tidak seindah dirimu," balas Jeno.

Pelukan itu dilepaskan, Yuta memutarkan tubuhnya menghadap kearah Jeno. Kedua lengannya dikalungkan diperpotongan leher suaminya.

"Benarkah aku seindah itu dimatamu?"

"Tentu saja, tidak ada yang bisa mengalihkan ku dari mu, Yuta." Jeno mendekatkan wajahnya sampai keda ujung hidung mereka saling menempel dan kedua matanya terpejam.

Yuta tersenyum senang mendengar pujian itu, dan ia menyatukan dahinya ke dahi Jeno. Kedua matanya turut terpejam. "Aku mencintaimu, Jeno," katany, lembut.

"Aku juga mencintaimu, Yuta"

Hendak mereka saling menyatukan bibir, sebuah suara ketukan pintu menghentikan aksi mereka. Kepala Jeno menoleh, bersamaan dengan pintu terbuka yang menampilkan Jaehyun.

"Pimpinan Lee, hari ini anda-" Jaehyun menghentikan ucapannya lantaran terpaku dengan apa yang dilihatnya. Seketika gugup menyelimuti Jaehyun.

"Ma-maafkan saya," ucapnya, tergagap.

"Ada apa Hyung?"

"I-itu ... Ada pertemuan yang harus anda hadiri hari ini," jawab Jaehyun yang masih tergagap.

"Begitu ya ..." Jeno kembali menoleh ke arah Yuta, menunjukkan raut sedihnya kepada sang istri. "Sayang, bisa kau menunggu disini? Aku janji pertemuannya tidak akan lama," kata Jeno yang terdengar sedih.

Yuta tertawa kecil, "tentu saja, aku akan menunggu mu disini," balas Yuta.

"Aku akan meminta penjaga untuk menjaga di luar, lalu mengunci pintunya agar kau tetap aman"

"Kau tidak perlu sampai melakukan itu, aku akan baik baik saja disini"

"Tidak bisa, aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian tanpa adanya pengamanan! Aku tidak mau kejadian waktu itu terulang kembali!"

Kejadian waktu itu?

Melihat bagiamana khawatirnya sang suami membuat Yuta terheran heran. Tak biasanya Jeno akan se-protektif ini kepadanya, tapi karena Yuta juga tidak mau melihatnya seperti ini, mu tidak mau Yuta mengindahkan ucapan suaminya.

"Baiklah kalau begitu"

Jeno langsung menunjukkan raut lega setelah mendengar ucapan Yuta. "Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu"

"Hm"

Jeno melangkah menjauh dari Yuta menuju Jaehyun sembari mengotak atik ponselnya. Jeno mencari kontak nama penjaganya, setelah ketemu ponsel itu ditempelkan ke ketelinga Jeno.

Step Brother Na YutaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang