Drtt drttt drttt
Suara ponsel Erika mengalihkan pandangannya menuju tas di atas nakas.
-Bu'Er jam 3 sore kita ada pertemuan dengan pak Albert, apa ibu bisa menghadirinya? Atau saya aturkan jadwal ulang?-
Erika memeggang dahinya, ia lupa! Ia pun melihat jam di tanggannya menunjukkan pukul 12.35. Syukurlah masih terkejar pikirnya.
-saya akan menghadirinya, saya akan membawa mobil sendiri Dan kita akan bertemu di sana yah-
Erika mematikan panggilan tersebut. Ia segera bergegas untuk kembali ke kota.
"Kak, kakak yakin mau nyetir dalam keadaan seperti ini?" Ayyara menahan lengan Erika.
Terlihat Erika sanggat tidak memungkinkan dengan keadaan seperti ini. Lingkar bawah mata terlihat kurang tidur, pakaian yang hanya menggunakan kaos dan celana panjang. Jangan lupakan rambut yang di ikat dengan asal.
Tidakkk ini bukan Erika yang mereka kenal.
Erika melihat arah pandanggan Ayyara yang memindai dirinya pun tersadar.
"Aaa saya akan kerumah atau ke salah satu toko pakaian saja jika tidak sempat". Berusaha melihat isi tasnya dan untungnya saja Erika membawa Ipad nya kemanapun ia pergi.
"Aku yang akan antar kak, aku takut terjadi hal yang tidak-tidak" Ayyara menadahkan tanggannya untuk kunci mobil Erika..
"Calista gimana? Kata dokter dia bisa pulang kalau sudah bangun" memberikan kunci mobil, namun pandangannya masih di Calista yang masih tertidur.
"Boleh tidak kak, sementara Calista tinggal di apartemen kakak, karna aku tadi sudah suruh budeh pulang?".
Ayyara merasa sudah merepotkan banyak orang, dan ini saatnya membalas kebaikkan mereka.
Dengan ragu Erika mengganggukkan kepala, pasalnya ia sejujurnya sangat lelah sekali.
"Kamu panggilkan suster untuk menjaga calista, aku mau cuci muka dan ke administrasi. Terus kamu cari car seat buat calista di toko terdekat" ucapnya sambil berjalab menuju toilet. Erika mengganguk dengan cepat berlari.
Semua urusan sudah calista sudah beres. Calista yang di gendong oleh ayyara masih terlihat lemas sambil melingkarkan lengan ke pundak Ayyara. Mereka berjalan ke arah parkiran mobil dan memasukkan Calista di kursi penumpang yang sudah terpasang car seat.
Di perjalanan calista dengan energi perlahan meningkat, ia sedari tadi menunjuk jalanan dan bermain mainannya sendiri.
Calista sesekali menunjuk ke arah Erika yang sedang tertidur pulas di samping pengemudi.
"Kak, ini sudah sampai di butik. Katanya mau ganti baju" Ayyara menepuk pundak Erika dengan pelan.
Erika terbangun dan langsung bergegas, karna hanya punya waktu kurang dari satu jam harus sudah sampai ke lokasi.
Duk.. dap
Pintu mobil kerbuka dan tertutup sangat cepat.
"Ee..eee mammmaaaa.. mammmaaa" tiba-tiba Calista menunjuk Erika dengan sedikit menangis..
"Apa tata sayang.. " Ayyara melepaskan belt dan menenggok ke arah Calista. Calista hanya menunjuk ke arah Erika dan mengabaikan Ayyara.
"Ayyara, bisa jalan? Saya sudah mau telat loh ini". Menunjukkan jam di tanggannya.
Perjalanan 1.5 jam yang sangat hening, Erika dan Calista tertidur dengan nyenyaknya.
.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam sampailah di mana Erika akan melakukan pertemuan dengan client.
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
General FictionTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
