"kak, kita cuma naik bis gak sampe 5 Jam kak"
Ayyara begitu menutup pintu ruangan Erika
Erika hanya melihat binggung kearah Ayyara. ternyata Erika sedang melakukan panggilan video call dengan Ayahnya.
'itu Ayyara yah? sini sayang Daddy ada yang mau diomongin sama kamu' suara terdegar dari ponsel Erika yang sedang melakukan panngilan video
"Hii. Dad. gimana kabarnya?" Ayyara menghampiri Erika.
'haha, everything is good Ayyara. so, kamu sudah bisa marahin Eca? good bangett sayang. akhirnya ada yang bisa counter anak saya'
Ayyara hanya tertawa canggung.
'Daddy dengar kamu sama Eca mau ada acara kantor diluar kota ya?' saat Erika akan membuka mulut, Daddy
"iya Dad, emang Kak Eca belum pernah naik Bis ya" pertanyaan itu meluncur begitu saja.
sang ayah hanya tertawa terpingkal-pingkal
'yaa, dia tidak pernah mau ikut partisipasi kalo naik Bis. sangat banyak alasannya. mangkanya daddy kaget banget pas tau si Eca mau naik Bis daan' Erika langsung memotong pembicaraan
"jadi, daddy sebenrnya apa yang mau di omongin?" dengan wajah datar
"ohiya, ada yang mau daddy omongin. memang harusnya ini obrolan yang harus ketemu, tapi kemarin Timingnya gak ketemu sama kalian" berhenti sejenak
"kalian menikah sudah berapa lama Ayyara?"
"sudah sekitar 6-7 Bulan Dad" jawab Ayyara dengan cepat dan polos
"oke, good kamu ingat. dan, Ayyara sama kamu juga Ca, Daddy rasa kalian sudah harus memikirkan keturunan."
"Daaad! what thee..." Erika menahan nafas
"kamu sudah mau kepala tiga Ca. ini sudah saatnya untuk berfikir kesana."
"nanti. nanti aja bicaraiin hal ini. aku belum siap" tegas Erika
"sampai akapan nunggu kamu siap?"
"kalian tuh ngeliat aku nikah aja gak cukup apa yah?
"ERIKAA!"
Tit! panggilan video dimatikan oleh Erika
Ayyara sangat kebinggungan. pertama kali melihat pertengkaran ini
"udah kamu keluar" dengan nada rendah
"anggap kamu gak pernah dengar pembahasan tadi" lanjutnya
Ayyara hanya mengangguk saja.
"nanti kita tetap beli perlengkapan untuk besok, setelah pulang"
"oke kak."
"Ayyara. kamu bisa bikinin aku kopi?"
"tapi, kak Eca udah minum dua gelas kopi hari ini"
"kamu tuh,.." terhenti beberapa detik ".. kalo gitu boleh peluk aku?" tiba-tiba saja perkataan itu lolos dari mulut Erika
tanpa pikir panjang Ayyara mendekat dan memeluk Erika. walau terlihat sangat kaku.
Erika terdiam dengan tindakkan Ayyra yang ternyata mau melakukannya.
.............................
"kak, nanti seletah kita belanja, anterin aku ke kantor lagi ya. aku mau ambil motor, sekalian mau kerumah tasya baut nitip tugas"
Ucap Ayyara ketika sudah berada di dalam mobil Erika
"temen kamu yang pernah nginep itu?"
Ayyara mengangguk
"rumahnya dimana emangnya?"
"lima menit dari kampus kak"
"yaudah nanti sekalian aja lewa sana pas pulangnya"
"motor aku kak?"
"emangnya kalo motor kamu ditinggal di kantor bisa masuk angin"
"kakak tuh emang selalu ketus yah kalo ngomong" suara pelan, tapi bisa terdengar oleh Erika
Erika hanya melihatnya dengan sinis
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
Ficción GeneralTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
