Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

telat

2.3K 151 9
                                        

Kegaduhan terjadi semalaman,  Erina selalu menggolok-olok Erika.

Ayyara dan Erika mereka tertidur dalam satu ruangan, dan seperti biasa Erika tidur dini hari.

"Kenapa gak bangunin aku si!" Kesal Erika tergesah-gesah menuju toilet.
Ayyara yang sudah siap berangkat kerja menggelengkan kepalanya saja. Lalu turun kebawah.

"Morning. mantu daddy sudah siap berangkat kerja, ini sarapan bareng" menarik kursi untum Ayyara.
"Aa. Morning dad. ee sepertinya aku harus berangkat sekarang dad. Macet soalnya" Ayyara
"Pasti Erika kesiangan lagi yah?"

Dup dup,, tak,, tak
Erika dengan keribetan membawa beberapa tas, ber-isi kan ipad, laptop dan perintilan lainnya.
"Kenapa engga ada yang bangunin aku sih?" Melototnya ke arah ART dan Ayyara
"Kamu nya saja, yang susag di bangunin. Pakai nyalahin orang. Nih udah di buatin bekal sama mba nani. Sekalian sama Ayyara" menyerahkan lunch box ke Ayyara.
"Ra, kamu tenang aja. Ini anak kalau engga jadi bos kamu di kantor, dia bisa jadi pembalap yang bisa ngalahin rossi" berjalan ke arah ruang kerja sambil tertawa.

Ayyara kebinggungan, apa ini artinya dia akan berangkat bersama Erika?
Yatuhan, takut ketemu sama orang kantor.

Di dalam perjalanan hanya suara radio yang terdengar. Kedua manusia yang terdiam, Erika yang fokus agar tidak telat karna belum sempat make up. Sedangkan Ayyara berfikir tentang pekerjaan yang terbengkalai, dan bingung mau berbicara apa.

"Mau ngapain kamu?" Erika, bingung karna Ayyara membuka Belt padahal belum sampai.
"Aku turun disini aja kak, nanti orang kantor liat"
"Memangnya saya menjijikan?" Ucap Erika dengan sinis.
"Bukann gitu kak" memanyunkan bibirnya.

Tanpa banyak bicara Erika langsung menancap gas menuju parkiran.

"Kamu nungguiin apa?" Tanya Erika.
"Kak Eca engga turun?" Melihat kearah Erika.
"Kamu mau orang lain lihat saya dengan wajah ini?" Erika menaruh lengannya di jok samping dengan menghadap Ayyara.
Ayyara tertegun.
Siall kak Eca sangat cantik tanpa riasan. Itu benar-benar tanpa make up apapun, kenapa aku baru menyadarinya. Pikir Ayyara.

"Sana katanya telat" ketus Erika. Segera bermakeup ria.

.
.

Memghabiskan waktu 30 menit, Erika memasuki lantai kerhanya. Semua memberikan ucapan selamat pagi.

Tapi! Tunggu. Kemana bocil itu?! Erika hanya melihat sekilas agar tidak menjadi buah bibir.

"Vanya, suruh Ayyara keruangan saya" Erika berbicara sambil berjalan keruangannya.
"Maaf bu'Er. Ayyara meeting dengan Tim baru bu"
"N-a- n-t-i yah vanya" membalikkan badan dengan tatapan wajah sinisnya.
"b-baik bu"
.
.
Jam makan siang hampir tiba, Ada seorang tamu yang sedang menunggu dibawah.
.
"Raaa, kenapa gaikut makan di luar si? Ada banyak berita pas lu ga masuk beberapa hari Raa" ucap tini.
"Yahh, gimana dong. Aku udah bawa bekal" menunjukkan bekalnya.

"Lohhh, bapak?" Tini melihat seorang pria yang sama ketika RS saat bertemu dengan Erika.

"Eh? Saya?"
"Iyaaa, kita ketemu di RS pak"
"Ooohh, iyaa. Halo. Saya Rev.."
"Vaann. Ngapain sampe kesini segala sih?" Melepas genggam tangan Revan dengan Tini .
"Makan siang dong. Kan udah janji kemarin. Lupa deh pasti"
"Kalian juga pada mau makan kaan? Yuk bareng. Saya punya rekomandasi makanan enak, sehatt dann murah!" Revan bertepuk tangannya.
"Setujuuu!. Eh! Apa boleh kita ikut bu?"
"Gak!" Erika berjalan mendahului.
"Bolehh, bolehh. Kamu juga ikut kann. Muka kamu masih pucet tuh" mengedipkan mata ke Ayyara.

Jadi, sebenarnya kemarin sudah janjian untuk memastikan makanan sehat dan bergizi untuk Ayyara.

"Temen-temen bisa Pesan apapun yang temen-temen mau yahh" senyum cerianya.

"Siapa yang bayar Van?" Bisik Erika.
"Eluuu lahhhhh. Tanggal tua nih" bisik Revan dengan cengiran khas.

.
.

Singkat cerita tentang Erika dan Revan.

Mereka berteman sejak zaman SMA.
Kenapa mereka yang beda kasta bisa satu sekolah? Yup! Revan merupakan siswa dengan beasiswa penuh selama 3 tahun.
Alasan mereka bisa berteman adalah Revan menyukai wajah Erika pada saat pertama kali bertatap wajah.
Segala cara ia coba untuk bisa bersinggungan dengam Erika, ditambah Erika merupakan anak dari pemilik Ruma sakit yang ia idamkan untuk bekerja.
Revan walaupun sangat annoying, ia sangat menata masa depannya. Tekun dan pandai di setiap situasi, bahkan saat ia menyukai seseorang.
Erika sudah di lock pada saat itu juga.

Namun, sayangnya cinta yang hampir sampai itu ntak bisa ia sambungkan.
Padahal, dulu Erika pernah mengatakan kalau memang ia harus menikah dan sudah tidak ada orang lain lagi, Erika akan memilih Revan sebagai pasangannya.

Revan awalnya kesal dengan ucapan Erika yang terlihat angkuh dan sombong.
Tapi dia berpikir dengan metode Merried with bennefit oke juga, apalagi Erika cantik, tajir, dan pintar. Sangat tipe idealnya, Revan juga berfikir. Jika mereka mempunyai anak akan menjadi anak yang jenius dengan kedua otak ayah dan ibunya.
.
.
.
.

gadis kecil milikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang