keseleo part 1

1.5K 128 20
                                        

pagi hari tiba. apartement dengan suasana mencengkam.
Ayyara yang selalu sigap dengan pergerakkan Erika, karna ia sangat merasa bersalah akibat dirinya Erika mengalami cidera kaki.

semua yang Erika butuhkan langsung Ayyara siapkan. 
saat ini Erika sedang menyiapkan peralatan pekerjaannya, seperti ipad, laptop, handphone, charger all Gadget. Ayyara menyiapkan sendal yang nyaman di samping Erika.
“siapa yang bilang kalau aku mau pakai ini?” Erika dengan nada sinisnya.

“ini lebih nyaman kak, kalau pakai heels nanti semakin sakit kakinya” Ayyara bernada pelan.“akibat ulah siapa” Erika menatap Ayyara
“iyaa, aku minta maaf kak. aku salah” Erika semakin menunduk
“iya memang kamu salah.” Erika menadahkan tangan ke arah Ayyara.
Ayyara memegang jari Erika dan salim.

Erika menghempaskan pelan genggaman itu.
“kunci mobil Ayyara. emang aku orang tua harus salim gitu.” berjalan mendahului Erika.
wajah Ayyara sangat memerah. ia MALU.
‘selisih 7 tahun, yah emang tua kaan’ gumam Ayyara.
.“lo kerja? bawa mobil? bukannya kaki lo sakit?” Erina memegang lengan Erika

“kalo gitu lo aja yang anter gue na” memberi kunci mobil ke Erina
Ayyara bergegas pergi mengambil kunci mobil dari Erika.“biar aku yang bawa mobilnya kak” Ayyara.

Erika tanya berkata, langsung memberikan kunci mobil ke Ayyara. mereka langsung berjalan menuju tempat parkir.
saat Erika ingin membuka mulut. Ayyara langsung memotongnya
“aku akan bawa mobil sampai parkiran kantor sama pulang aku juga yang akan bawa mobilnya kak” Ayyara terhenti sejenak.
“aku akan bertangung jawab. nanti aku juga yang anter kak Eca ke RS. kak nana tadi udah atur jadwal Dokternya di jam 2 siang kak”
“hmm” jawab singkat Erika saat sampai di parkiran.
perjalanan sudah 5 menit, namun tak ada obrolan di dalam mobil. Ayyara sangat fokus menyetir. Erika menyenderkan kepala kepada kaba mobil. terlihat memikirkan sesuatu.“kak,”

hening

“kaak” Ayyara memanggil Erika
“kakk Ecaaaa” nada terdengar tinggi
Erika sedikit terkejut dengan panggilan seperti berteriak
“mm” namun hanya terdengar dehaman dari Erika.

hening

“mmm? kenapa?” Erika bertanya kembali.
namun tak ada jawaban dari Ayyara.
“tadi kamu teriak-teriak mangil aku. sekarang diem seolah ga terjadi apa-apa!” kesal Erika.

Ayyara menoleh.

“Ayyara liatt depan kalau lagi nyetir” Erika memegang stir yang hampir berbelok arah akibat Ayyara.
“aa, sorry kak” Ayyara.
“kamu mau ngomomg apa tadi?”
“jawabb Ayyaraaa! kamu mau nanti beneran gak bisa ngomong?”
“Ayyaraaa!” bentak Erika
“aku laperr kak, LAPER” Ayyara memukul pelan stir dan menanggis.
“aku belum makan dari semalem, tadi kak Eca buru-buru langsung mau berangkat kantor. padahal kak nana tadi lagi masak” dengan nada anak kecil yang tak kuasa kelaparan.

"Yaudah, tinggal beli. Atau Delivery aja."

Hening

Ciittt.

Mobil tiba-bisa membelok dan berhenti
"mmm, tapi aku maunya nasi uduk" Ayyara segera keluar dari mobil.

Erika terkejut dan hanya menepuk jidat
"Anak kecil ini, lama-lama menguras energi banget"

Tok
Tok
Tok

"Kak Eca mau Nasduk?" Tanya Ayyara dengan Bakwan di mulutnya.

Erika memundurkan kaca jendela dan hanya mengeleng.

"Enakk tau. Kalo berubah pikiran, aku beli 2 bungkus soalnya" Ayyara bicara sambil mengunyah

"Kalo mau ngomong, kunyah dan telan dulu itu makanan" Erika hanya ngedumel yang di balas dengan cengiran Ayyara.

Mobil berjalan kembali. Dengan Ayyara yang masih mengunyah gorengan-gorengan berminyak.

Erika mengambil tisu lalu memberikan kepada Ayyara.

"Stir mobilku nanti jadi bau bakwan" Erika dengan nada datarnya.

Ayyara mengambil tisu untuk mengelap jari dan stir mobil.

Sesampainya di besmen parkir.

Kembali. Erika memberikan tisu kepada Ayyara.

Ayyara heran. Padahal stirnya sudah bersih.

Tanpa aba-aba Erika mengelap area bibir Ayyara dengan perhalan. Mata mereka saling memandang. Seolah waktu terhenti.

Sungguh. Indah sekali wajahnya.

"Ekhemmm. Ini kamu kayak anak kecil. Makan berantakkan" Erika mempercepat dan mundur kembali ke kursi.

"Emang aku masih anak kecil" Jawab enteng Ayyara.
"Sttt. Bisa gak kalo aku lagi ngomong gak usah selalu di jawab?" Erika ketus.

Diamm

"Kok diem?" Lanjut Erika.

Ceklek

Ayyara keluar dari mobil.

"Astagaaa! Bisa gila gue kalo bareng nih bocil terus" Erika mengikuti keluar dari mobil.

gadis kecil milikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang