Suasana kantor seperti biasa. Suara ketikkan keyboard seolah sedang berbalapan. Tak ada suara. Hening. bahkan detik jam terdengar.
Ternyata mereka sedang menggunakan dunia pergibahan melalui ketikkan.
Mempertanyakan mengapa Erika berjalan terlihat tidak normal, berjalan seperti pincang.
Obrolan panjang hingga pembahasan seolah Erika sedang terkena KDRT.
Tiba-tiba Tini tertawa. Semua mata tertuju pada dirinya.
Ayyara melihat Tini. ia tak tahu apapun, karna memang Ayyara belum masuk kedalam grup pergibahan.
"Kak. Kamu kenapa?"
"aaa ini tiba-tiba aku dapet ide konsep tentang KDRT" tawanya makin keras.
"Wahh. Menarik kak. Gimana detailnya?"
"Duhh Ayyara. Nanti deh aku ceritaiin" Tini kembali ke layar. Karna ia di tegur di grup chat, katanya belum saatnya Ayyara masuk ke grup.
.
Kali ini pembahasan beralih ke seputar Outting kantor. Mereka menebak-nebak siapa yang akan satu kamar dengan Erika. Atau apakah Erika akan membawa suaminya jika memang sudah menikah. Dan siapa yang akan menjadi tim Erika dalam games nanti.
• Grup ngeluh Revisi -
Tini : Kayanya seru yah kalau Bu'Er satu tim sama Kak Siska.
sontak vanya tertawa
Vanya : perang dunia 3 di El's kalo itu terjadi.
Ikky : guys. Walaupun gue masih kit ati, dan masih gak terima doi dah merried. tapi Kalo kalian gamau setim sama dia. Gue ajaa iklas banget, apalagi sekamar uhuuyy
Mereka hanya membaca pesan ikky, lebih ke malas menaggapinya.
.
.
Jam mulai menunjukkan istirahat makan siang.
"Ra. Kamu mau ikut makan di luar?" Sadam
"mm, sorry banget kak. Aku udah janjian sama temenku buat ngebahas tugas bareng"
"Okee, deh. Nanti aku bungkusin buat kamu yah. Tenang aku pisah, biar bisa makan malem di kosan nanti yaaah" memegang puncuk kepala Ayyara.
Ayyara berjalan keluar ruangan.
"Semangattt Ayyaraaaa" Sadam berteriak dan memberikan semangat.
Erika yang juga baru keluar dari ruangnya melihat dari kaki hingga ke kepala.
.
.
Tini menghampiri Vanya.
"Vanya. Please jawab jujur. Kenapa Ayyara gak boleh masuk kedalam grup?"
"Dia masih anak baru. Nanto shock sama topik pembicaraan kalian yang 21++" tawanya.
"Ciiih, gu-e gak percaya. Kenapa? Jujur saja! Lu curiga sama Ayyara?"
"Iyaaa. Tapi ini keep di elu aja yah. Jangan kemana-mana, belum ke bukti soalnya dugaan gue"
Tini seolah mengunci rapat mulutnya.
"Tenang. Aman ama gue, kita bestie udah dari awal masuk sini yah"
"Oke. Tinggal cari waktu buat interogasi si Ayyara"
"Oke capt" Tini berlaga memberikan Hormat pada Vanya.
.
Ayyara berjalan menju parkiran dengan hati-hati, taut terlihat oleh orang kantor.
tak lama Erika sampai parkiran, ia bingung melihat Ayyara yang celingak-celingguk seperti orang mau maling.
"kamu ngapain kaya gitu? mau maling?"
"kaaaak. gimana kaki kamu kak? masih sakit banget ya?" Ayyara melihat Erika masih dengan jalan pincangnya
"masih kaya tadi pagi"
mereka memasuki mobil, Ayyara melihat ke arah kaki Erika yag ternyata sudah sangat membengkak.
"kak. itu makin bengkak yaa mana memmar bangettt kak."
Ayyara dengan wajah panik dan tegang melihat kaki Erika yang semakin membiru.
perjalanan menjad hening, dengan Erika yang memandangi ipad dan Ayyara fokus menyetir.
"kak Ecaa. maafin aku yaah, ini gara-gara aku" menoleh sebentar ke arah Erika.
"hmmm" tanpa melihat Ayyara
sampailah di Rumah sakit. karna sudah janjian Ayyara dan Erika bergegas menuju ruang dokter. Erika terkena cedera pada ligamen. mengalami peregangan berlebihan atau robek, menyebabkan nyeri, bengkak, dan membatasi gerakan pada sendi yang terkena.
Erika disarankan untuk beristirahat, kompres dingin, elevasi (meninggikan bagian tubuh yang cedera), dan penggunaan penyangga (misalnya, perban elastis atau brace).
saat keluar dari ruangan mereka bertemu dengan Revan. akhirnya mereka memutuskan untuk makan bersama. saat sedang menunggu makanan, Revan yang tau Erika berjalan pincang tertawa tanpa henti.
"lagiaan kok bisa-bisanyaa si. jatohnya kuat banget emang? huaaa" tawanya kembali pecah melihat Erika yang merenggut.
"ini salah aku kak. kalo aja aku enng.." terhenti karna Erika memotong pembicaraan.
"udahhlah gausah di bahas lagi. udah terjadi" datar Erika.
Erika sedang menerima telapon dari Client, ia sedikit menjauh dari Ayyara dan Revan.
"Raa. tolong Erika yaah, dia itu sok kuat, sok independent. aslinya dia anak manja banget. gue yakin kalo gaada kita dia uda mewek. dia tuh aslinya anak manjaa yang suka kerja haha"
".. tapi serius ya Ra. sering perhatiin dia yah. nanti kalo dia udah ngerasa nyaman sama lu, dia gak akan jutek sama lu kok. gue paham banget dia orangnya gimana" lanjut Revan.
"iya kak. aku tau kok, kalo kak Eca itu orangnya baik"
"bukann baik lagi, orag gilaa dia itu. huhaha. next kita harus meet up tanpa Erika, lu harus gabung sama kita-kita yaah. tenang kita gaakan ngerusak elu"
Ayyara tersenyum.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
Genel KurguTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
