-penting!
Tolong baca ulang dari bab sebelumnya yah ada penambahan bab baru..
.
.
.
.
Setelah Berbelanja dan mengelilingi Mall akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30.
"Aku akan ikut ke apartemenmu yah ca, dirumah tidak ada orang" ucap Erina sembari memainkan Ponselnya.
"Boleh saja, asal tidak mengginap". Sambil memencet kunci remot mobilnya dan masuk kebagian penggemudi.
Ayyara yang berjalan menuju pintu belakang membuat Erina menggerutkan dahinya. 'Kenapa dia duduk dibelakang' gumamnya sambil membuka pintu mobil Erika.
"Heiii.. memangnya aku ini supir?, sini mau kedepan" sinisnya Erika saat melihat keduanya duduk dibangku penumpang belakang.
Erina menyenggol Ayyara untuk pindah, akhirnya Ayyara bergegas pindah ke kursi depan.
"Kak, tas dan laptopku masih dikantor. Nanti di pertigaan aku turun yah kak, mau mampir ke kantor ambil tas dan laptopku". Ayyara memegang lenggan Erika.
"Besok saja ambilnya, ponsel kamu bawakan?" Balasnya dengan sambil menghidupkan mobil.
"Tapi aku ada tugas kampus yang harus dikumpulkan besok kak". Jawabnya dengan memelas.
"Pakai laptopnya Eca aja ra, kamu bisa log in akun le laptopnya Erina deh. Gimana ?" Usul Erina dan Ayyara mengiyakan.
Sesampainya di apartemen Erika berjalan menuju ruang televisi dan merebahkan diri disofa.
-TAK- sentilan di jidat Erika "minimal cuci kaki dan ganti baju Caa astaga. Habit jelek jangan di biasaiin. Aku yakin kalau bawahan kamu melihat kamu kaya gini pasti ter-heran-heran caa ahahaha.." Erina sambil menuju ruang meja makan.
Erina yang menahan rasa sakit di jidatnya bangkit menuju kamar tidurnya.
"Kalian tidur sekamar berduakan?" Tanya Erika.
"kak, mana laptopnya aku pinjam yah" jawab cepat Ayyara untuk menghindari pertanyaan Erina. Dan Erika langsung mengambil laptopnya lalu di berikan ke Ayyara.
Ayyara pun berjalan ke ruang televisi dengan duduk dibawah dan meletakkan laptop di atas meja.
"Aku kerjaiin di sini yah kak, kak Eca tidur aja duluan. Kalau sudah selesai aku akan menyusul" ucap Ayyara sembari mengedipkan matanya ke Erika sebagai kode agar tidak di curigai oleh Erina. Sedangkan Erina hanya melihat interaksi keduanya.
"Kenapa kerjainnya diluar? Kan bisa dimeja kerjanya si Eca Raa". Ucap Erina Bersidekap tanggannya.
"Udah didalam aja kamu kerjaiinnya. Enggak nyaman kalau kerjaiin di ruang Televisi". Erika menyuruh Ayyara masuk kedalam kamarnya. "Okedeh kalau gitu, permisi kak Rina. Aku masuk yah". Berjalan kekamar membawa laptonya.
"Kok jadi pada masuk sih?, yaudah deh masuk kamar juga".
----
di dalam kamar Erika sedang bersiap dengan membersihkan makeup dan skin care. "Kamu mau ngapaiin?". Erika melihat Ayyara yang memindahkan bantal ke lantai. "Aku tidur di bawah aja kak? Lebih nyaman di sini sepertinya" jawab dengan cenggirannya Ayyara.
"Jadi tidur denganku tidak nyaman? Ee maksudnya di kasurku tidak nyaman?" Paniknya Erika dengan pipi memerah.
"B-bukan gitu, aku mikirnya kakak yang tidak nyaman satu kasur denganku".
"Sudah naik ke kasur. Nanti masuk angin kalau tidur di lantai. Aku tidak setega itu yah." Erika Bergegas menaiki kasurnya.
Keduanya terasa canggung satu kasur berdua. Tidur saling membelakanggi adalah solusinya.
Pagi harinya Ayyara yang terbangun duluan langsung bersiap untuk mandi dan membuat roti bakar, tapi saat keluar kamar ternyata sudah disiapkan oleh Kak Erina dengan tiga menu sarapan lebih tepatnya makan berat di pagi hari Nasi, lauk dan sayur.
"Wahhh Kak Rina sepertinya jago masak yah.. harum bangett kak" Ayyara mendekati meja makan.
"Kok sepertinya sih? Ish.. akutuh beda yah sama Erika. Ehh sebentar si Eca kemana? Pasti belum bangunkan dia? Ahahah.."
"Aku bangunin deh" lanjutnya sambil membuka pintu kamar Erika.
"Apaa sih pagi-pagi udah ribut aja, aku juga bisa yah masak kak". Erika yang menyelak kakaknya sambil menggeringkan rambutnya.
"Ihhh kok keramas sihhh ekhemmm ekhemm abis ngapain emangnya semalem? Sampai keramas gitu.. awww Ca sakitt.." Erika melemparkan sisir kearah Erina dengan kecepatan kilat.
"Udah deh elu pulang kerumah sana gih. Berisik banget jadi orang.." ucap kesal Erika keluar dari kamar.
Di atas meja sudah tersedia kotak bekal yang di siapkan Erina untuk adik tercintanya, karna Erika tau adiknya jarang makan berat di pagi hari dan sudah menyiapkan susu stroberry kesukaannya Erika.. manis banget kan si Erina?.
Mereka turun dari apartemen menuju parkiran. Ayyara yang ikut berangkat bareng Erika dan Erina, karna motornya ditinggal di kantor kemarin. Niatnya mau naik ojek online tapi tarifnya lagi meroket karna dijam kerja dan sudah mulai hujan dipagi hari ini.
Mau tak mau ia ikut bersama Erika untuk berangkat ke kantor bersama.
Erina yang merupakan seorang dokter yang akan kembali ke tempatnya bekerja, setelah cuti untuk menjaga sang Mommy. Keluarga Erika semua bekerja di bidang Kedokteran hanya saja Erika yang seharusnya sudah menjadi dokter tidak melanjutkannya karena terjadi sesuatu padanya. Dan sekarang hanya Erika saja yang tidak menjadi Dokter.
Mereka ada tiga Bersaudara Erika Sebagai anak pertama, Erika anak kedua dan si bungsu Erick yang sedang menuntut ilmu pendidikan di luar negripun mengambil pendidikan kedokteran.
"Aku turun di pinggir halte saja yah kak.." pinta Ayyara namun tidak di izinkan oleh erika karna masih hujan. Erina kemana? Erina sudah di turunkan di RS tempatnya bekerja.
Turun mobil di lobby dan memberikan kunci mobil ke valet agar di parkirkan, karna mereka sudah telat untuk memarkir ke bawah.
Ternyata ada yang melihat Ayyara keluar dari mobil Erika.
Dan langsung memborong beberapa pertanyaan ke Ayyara.
"Jadi kenapa seorang ayyara bisa satu mobil dengan sibossy?" Selidik Tini terhadap Ayyara yang kini sudah sampai di kantin.
"Jadi bu Erika itu ada berapa banyak nama panggilannya sih? Kaynya banyak banget aku sampe binggung tau kakkk." Ucap Ayyara yang kebingungan karna banyak sekali julukan untuk si Erika.
"Wahhh ada banyak sekali anak manis. Dia dengan kepribadiannya yang luar biasa itu, bahkan setiap divisi pasti punya julukan untuknya aaa bukan hanya divisi orang yang sering berurusan sama dia juga punya nama tersendiri untuknya.. " sambung dengan tawanya Tini.
"..tapi sejujurnya diatuh orang yang suportif banget ra, kalau dia salah yang dia mengakuinya.. event dia lupapun dia akan menggakuinya mangkanya karier dia cepet banget naiknya.." lanjutnya karna Ayyara tidak menunjukkan expresi saat membicarakan atasannya itu.
"Keliatannya seru banget obrolannya.. gabung dong.." vanya yang datang tiba-tiba duduk di tengah Ayyara dan tini.
"Nih dia orang yang paling dekat dengan buRik, van. Lu tau enggak kalau tadi si anak manis ini satu mobil dengan buRik lohh.." semangatnya Tini sambil menunjuk Ayyara.
"Yahj kalau satu mobil mah gue juga sering Tiniii". Jenggahnya Vanya terhadap Tini. Yang setiap meeting selalu satu mobil dengan Erika.
"Masalahnya adalah mobil pribadinya Bu Erika vanya sayang, bukan mobil kantor loh inituuhh ishh" jawab Tini sambil menyubit pelan lengan Vanya.
"WHATTTT?? SERIIIUUSSSS INI? KOO BISAAA ? !!"
.
.
.
.
Hii Chinggu maafin kalau banyak Typo yah atau kurang nyaman dengan bahasanya.. akan terus aku perbaiki buat kedepannya..
Terima kasih sudah membaca karya aku yah
Maaf ada 1 bab yang kelewat. Aku baru sempet benerin ☺️
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
General FictionTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
