Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Weekend -part 1-

3.3K 197 3
                                        

Menjelang sore Ayyara dan Erika baru saja terbangun dari lanjutan tidurnya.
Pasalnya mereka tidur pada pukul 05:00.
Ting, tong!
"Itu kayanya mas gopud yang aku pesen deh". Erika
Ayyara segera membuka pintunya.
"Lama! Banget bukanya!" Tanpa melihat siapa yang membuka seorang lelaki langsung menyerobot masuk kedalam apartemen Erika.

"Eh, lo siapa? Mbak baru canong? Muda banget!"

"Apa gue salah masuk? Eh bener kok!" Paniknya.
"Jangan-jangan beneran mbak barunya si canong. " ucap pelannya.
"Canong mana mbak?" Duduk di sofa menggangkat kaki ke meja.
"Yee diem aja? Apa gagu yah, kalo gagu ga bisa denger gasi. Bagus deh gabakal sakit ati sama si canong" mengambil cemilan yang ada di meja.

"Makannya udah di salin belum?" Erika keluar dari kamarnya.

Ting, tong
Ayyara langsung membuka pintu. ternyata gopud yang membawa makanan.

Sementara Ayyara menyalin makanan, kedua orang di ruang TV saling adu tatapan.

"Siapa yang nyuruh lo kesini!" Wajah sinis Erika.
"Gue kangenn ama lu canongg!" Berlari memeluk Erika.
"Lo peluk gue, tinggal pilih mau gue gebuk atau gue tendang!"
"Gaboleh sekasar itu dong" menjauh dari Erika.
"Ga usah berbelit deh, lo ngapain kesini?" Melihat ke arah Ayyara.
"Sini lo duduk dulu Ca" seriusnya.

Ayyara melihat interaksi keduanya pun terasa canggung.
"Kak, aku izin keluar sebentar yah" Ayyara.
Erika melihatnya kebinggungan. Pasalnya, Ayyara belum makan sama sekali.
"Bentar, tunggu sini dulu." Masuk kekamarnya lalu membawa beberapa lembar uang 50.000 Ribuan lalu menyelipkan di tangan Ayyara.
Lalu berbisik "pulangnya jangan malem-malem yah, papa pasti video call nanti".

Ayyara hanya mengangguk saja. Dan keluar dari apart.

..
"Udah gila Elo Rev!" emosi Erika.
Temannya yang saat ini di apartment nya adalah Revan sahabat karib nya sejak zaman sekolah menengah.

Singkat cerita, pacar Revan yang hamil saat ini sudah di ketahui oleh keluarganya, namun Revan yang memang bukan kalangan seperti Erika.
Ia harus berjuang untuk dirinya sendiri, walaupun sudah mendapatkan gelar Dokter, dan sudah bekerja di RS ternama (RS keluarga Erika) Revan bahkan belum memiliki tempat tinggal sendiri (masih kost).
"Gue keabisan akal Caa! Masa iya gue tega ajak dia tinggal di kosan gue yang kecil itu" Revan menundukkan kepalanya.
"Ngelakuiinnya aja di kosan elu kan?" Menaikkan alisnya.
"Ca, please deh. Gue kan udah ngaku salah"
"Ya tau, tapi kalo elu mau gug*rin, gue engga setuju Rev. Banyak jalan menuju Roma. Lagi pula dianya pasti gamau kan?" Erika mulai serius.
"Jujur awalnya doi mau ca, karan gue yakinin kan usia dia masih muda banget. Tapi begitu sampe cek kandungan dia nangis" air mata Revan mengalir begitu saja.

Revan menceritakan pada saat memeriksa kandungannya mereka mendengar detak jantung jabang bayi yang terdengar, seolah bersiap untuk hidup dan terlahir ke dunia.
...
"Udah, jangan kaya anak kecil. Gue punya solusi buat lu. Tunggu bentar. Apus dulu ingus lu ih geli gue" melempar tisu dan masuk kedalam kamar.

Erika mengambil sebuah kunci.
"Nih" Erika dengan wajah datarnya.
"Kunci apa Ca? Berangkas?"
"Kunci surga"
"Garing lo"
"Mau lo ambil gak? ini tawaran terakhir"
"Kunci apa dulu"
"Rumah gue, lu tempatin aja"
"Gamau! Emang gue cowok apaan"
"Yaudah kalo enggak mau"

Revan menarik lengan Erika
"Ca, gue gamau kalo masih atas nama elu" cengegesnya Revan.
"Di kasih Hati minta jantung"
"Ah, harusnya waktu itu gue terima tawaran buat jadi suami lo yah Ca, jadi gue gak perlu kerja keras bagai kuda gini" memainkan alisnya.
Erika hanya melengoskan

Kringg, kring
Erika : "Halo? Kenapa kay?"
Kayla : "lo di mana?"
Erika : " Rumah nih, sama Revan. Kenapa Kay?"
Kayla : "pas banget, gue jadi engga usah telpon si Revan, kalian buruan kesini. Gue kirim alamat yah. I have a Good news aaaa. Yaang cantik yah gue buat party soalnya" teriak Kayla, lalu mematikan telpon nya.

gadis kecil milikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang