Ternyata efek dari alkohol mengakibatkan Erika yang seolah-olah menjadi anak kecil yang sangat manja, membuat Ayyara kwalahan menghadapi sikap Erika.
*Flashback 5 jam sebelum Ayyara tertidur pulas kelelahan*
Erika memeluk erat Ayyara "mana susu aku" memanyunkan bibirnya.
"Eh? Susu?!" Ayyara sangat terkejut dengan pertanyaan Erika yang semakin memeluk erat tubuhnya.
"Iyaaaa, aku mau minum susu sebelum tidur". Membalikkan tubuh Ayyara.
"Kak, baru kemarin kan kii,,taa,," ragu mengatakannya.
Erika cemberut.
"Kan minum susu sebelum tidur bagus kata dokter, emangnya udah abis susunya? Aaaaa aku mau susu" tangisnya Erika. Hingga mengentakkan kaki nya.
"Kaaaakk. Tapi aku malu" menutupi araa dadanya.
"Oke, aku kasih tapi matiin lampu nya yah kak" Ayyara perlahan membuka kancing bajunya.
"Ihhh! Kamu ngapain? Kok buka baju? Kan aku mau susu" renggeknya.
Ayyara merasa sangat malu! Ia tak kepikiran untuk membuat susu.
Ayyara berlari kebawah.
"Oke aku buatkan dulu yah"
"Jangan lama! Kalo lama ada hukumannya yah"
Setelah memaki dirinya sendiri. Ayyara yang sudah membawa segelas susu hangat.
Tapi ternyata Erika sedanf loncat-loncat di kasur.
"Astaga! Kak Eca awas jatuuuh"
"Ehhh udah jadi susunya yah" berlari memeluk Ayyara.
"Rambut Kamu wangi banget" mengambil susu dan duduk. Meminumnya tergesah-gesah.
"Pelan-pelan minumnya kak"
"Emangnya kamu siapa suruh-suruh aku? Aku mau ngapain aja bebas aku yah" melipat tangannya.
"Sekarang kamu jadi kuda!"
"Hah?!" Ayyar semakin bingung.
"You budek yah! Kubilang jadi kuda s-e-k-a-r-a-n-g!"
Ayyara mengikuti seluruh perintah Erika yang sedang mabuk ini, mulai dari kuda, vampir, berlari bermain petak umpet, dan berakhir berdandan seperti badut.
Hingga pukul 05:00 pagi akhirnya Erika tertidur dengan menggunakan pakaian princess.
Ayyara? Ia sudah terlelap setelah Erika tertidur. Dengan riasan badut yang masih menempel.
Kriiinggg! Kriiinggg!!
Suara dering handphone Erika dan Ayyara bergantian.
Ayyara : halo
Annya : finally, gue pikir kalian ga ada di dalem. Sekarang bisa cepet bukaiin pintu? Gue mau ke toilet!
Ayyara : ah! Oke kak, tunggu.
Setelahnya Anyya bergegas menuju toilet dan ia ternyata bersama Calista.
Calista termenggu melihat Ayyara yang sudah cemong wajahnya, iapun langsung menuju kamar Erika.
Seperti kerinduan yang sudah menupuk, Calista memeluk Erika dengan erat dan menciumi area wajah Erika dengan liur yang nemempel di wajah Erika.
Erika terbangun karna mennyadari banyaknya benda lengket dan basah mengenai wajahnya. Erika terkejut karna Calista yang biasanya memukulnya kini mencium dan memeluknya.
Erika melepaskan pelukkan dan bergegas keluar kamar.
"Astaga! Pake baju yang bener dong! Ada tamu juga" pekik Annya lalu tertawa.
"Apaan si" jutek Erika sembari memegang kepalanya.
"Kan lu sekarang udah punya bini, gue gak enak dong liat badan lu yang telanjang gini". Cengir Annya
"Gue pake tenktop!" Menunjuk air denga melihat Ayyara, sigap Ayyara menggambilkannya.
"Bunda udah pulang tadi jam pagi. Jadi Gue mampir buat pulangin Calista deh".
"Kok lu gak ngabarin kalo bunda pulang pagi ini?" Erika.
"Loe mabok say" sinis Annya.
Dan ternyata Calista sudah terlelap dengan gendongan Ayyara.
Annya pun pergi dengan Erika, karna mereka akan melihat rumah yang akan di tempati oleh revan dan pacarnya.
Mereka pun pergi.
Ayyara mendapatkan info melalui chat kalau besok akan ada meeting bersama Tim baru, jadi harus datang lebih awal karna CEO dan Client hanya bisa di jam pagi saja untuk meetingnya.
Di lain tempat.
kini Erika, Annya, Kayla dan Revan sudah berada di rumah yang akan ditempati oleh Revan dan pacarnya.
"Kemarin siapa korban dari si Canong? So sorry banget gue langsung pergi, calon ibu dari anak gue lagi ngidam soalnya" Revan dengan cengegesannya.
"Kenapa kalian lirik-lirikkan? Atau kalian berdua tumbalnya?" Revan menambahkan.
Gelap telah menghampiri, kini pukul 22:00 Erika dan teman-temannya memutuskan pulang, karna besok adalah hari keramat pagi para pekerja.
Sesampainya di rumah ternyata Erika kembali tipsy.
Yup! Mereka merayakan rumah yang akan di tempatkan oleh temannya yang akan melangsungkan pernikahan, karna sudah diberikan izin oleh orang tua wanita.
.
.
"Ayyara..." suara Erika begitu lembut, hampir seperti bisikan. "Kamu tahu, aku pernah merasa kesepian. Tapi sejak bertemu kamu, semuanya terasa berbeda."
Ayyara menoleh, menatap Erika yang kini sedang menatapnya dengan mata sayunya. Ada keraguan, ada kebingungan di sana, namun juga keberanian yang luar biasa. Dengan lembut, Ayyara meraih tangan Erika dan menggenggamnya erat, seolah ingin memastikan bahwa apa yang mereka rasakan bukan hanya ilusi.
Erika tersenyum kecil, senyuman yang membawa kehangatan, seolah dunia sekitar mereka tiba-tiba menjadi lebih indah. Ia memiringkan kepalanya sedikit, kemudian tanpa ragu, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Rina, mendekatkan wajah mereka.
"Jadi..." Erika menahan napas, "apakah kamu siap untuk itu? Untuk kita?"
Ayyara tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia menyentuh pipi Erika dengan lembut, lalu perlahan-lahan menarik wajah mereka lebih dekat. Bibir mereka bertemu, dalam sebuah ciuman yang penuh kelembutan dan janji. Malam itu, di bawah cahaya bintang, mereka tahu bahwa perjalanan mereka kembali dimulai.
Dan meskipun dunia di luar sana masih terus berputar, mereka hanya memiliki satu hal yang kini terasa begitu nyata: satu sama lain.
ada keheningan yang nyaman di antara mereka, hanya terdengar desahan napas yang dalam. Ayyara menatap Erika dengan mata yang lebih lembut dari sebelumnya, dengan sedikit kegugupan yang masih tersisa di sudut matanya.
"Kak, apa kita melakukannya berlebihan?" Ayyara dengan lenguhan suara yang sangat lemah.
"Hmmm" Erika yang melihat ke arah Ayyara juga terlihat lemah.
"Ini udah jam hampir jam 4 pagi kak" Ayyara mencoba meraih ponsel untuk melihat jam.
"Kaaaakkkk" Ayyara melihat Erika yang ternyata sudah tertidur tepat di atas tubuhnya.
Sreeettt
Ayyara dengan kekuatan yang sangat minim mengerser Erika.
"Enak bangett dia, langsung tidur!" Bangunya Ayyara merapihlan baju yang sudah tidak tau bentuknya seperti apa.
Ditambah keadaan kasur yang sangat berantakan.
Setelah sudah rapih semua, Ayyara mengatur Alarm ponsel agar ia bisa bagun untum bekerja. Namun, ia melihat pesan.
Grup Team : "guys! Besok jangann
Sampai gal masuk yah. Ada Meeting bareng Team untuk pembagian jobnya + ada beberapa info yang harus di brief"
Goddd!! Ayyara memegang jidatnya.
Dan ternyata Erika tertidur dengan posisi malang melintang.
"kalau gue foto terus sebarin ini, apa orang-orang akan percaya, Bu boss yang judes ini tidur kaya bocil tantrum?!"
'Ini sebernya siapa yang bocil sihhh'
Gumam Ayyara, ia menyeret kaki Erika agar tidur pada posisi yang benar. Yapi percuma saja, Kaki Erika langsung menindih badan Ayyara.
Maapin baru apdet yahhh 🙈
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
Genel KurguTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
