Sesampainya di apartemen Erika dan Ayyara memasukkan Tasya dan Tami di dalam kamar Ayyara dengan susah payah karna kdua gadis tersebut sudah benar-benar tertidur lelapnya.
Erika menarik Ayyara tanpa sadar membawa kedalam kamarnya dan menutup pintu Erika bergegas memasuki toilet yang ada di dalam kamarnya. Sedangkan Ayyara masih dengan pikiran tadi di mobil saat ingin mencium Erika.
"Kamu gantian sana cuci badan.." ucap Erika yang sudah menganti baju nyaman untuk tidur. Sedangkan Ayyara hanya berjalan menuju toilet.
Setelah keluar dari toilet Ayyara melihat Erika sudah duduk bersandar di atas kasur dengan memainkan Ipadnya.
"Kak Eca masih kerja jam segini?" Mendekatkan diri melihat apa yang sedang di lakukan Erika.
"Emm.. ini si Topan udah kirim hasil video yang di revisi kemarin" melihat ke arah Ayyara.
Dan ternyata jarak mereka yang terbilang sangat dekat bahkan hanya berjarak satu senti saja hidung Erika menyentuh wajah Ayyara.
Mereka terdiam sejenak merasakan perasaan yang mengebu-gebu, debar jantung kembali memompa demgan cepat menjadikan suhu tubuh memanas.
Ayyara dengan cepat mengecup bibir Erika lalu melepaskannya dalam satu detik saja.
"Aaahh maaf kak.. aku Refleks melihat kakak" menutupi kepalanya takut dipukul atau di tampar oleh Erika.
Sedangkan Erika hanya diam seperti patung, mencoba untuk berfikir sejenak dan memandangi Ayyara.
Ayyara yang tidak merasakan pergerakkan Erika, perlahan membuka matanya melihat Erika hanya diam saja setelah kejadian Sedetik itu.
"Boleh lagi? Aku tidak merasakannya tadi" ucap Erika seketika wajahnya memerah, ia malu dan langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
"Hah?" Ayyara sangat terkejut dengan reaksi Erika. Dikira akan di marahi malah mau nambah..
Senyum mengembang dari Ayyara melihat Erika menutupi wajahnya dengan selimut.
Ayyara menarik selimut daru wajah Erika dan menatap kembali wajah Erika. Perlahan Ayyara menempelkan kembali bibirnya dengan bibir Erika.
Mereka terdiam dengan posisinya tanpa pergerakkan.
Entah mengapa Erika menaruh tangannya di kepala Ayyara seakan tidak ingin terlepas. Pergerakkan pertama di lakukan oleh Erika tentunya. Karna sedari tadi hanya diam Erika ber inisiatif membuka mulutnya dan mencoba merasakan bibir munggil dari Ayyara.
Ayyara merasakannya membuat perutnya terasa di gelitiki pun membalas lumatan Erika sedikit lebih kasar dengan tempo yang cepat lalu menarik Erika untuk duduk diatas pangkuannya tanpa melepas adegan lumatannya.. semakin cepat semakin membuat Ayyara semakin menuntut.
Erika tak mau kalah ia merasakan perasaan aneh setiap kali Ayyara mempertemukan lidah mereka berdua tanpa sadar Erika menggerakkan pinggang membuat Ayyara menghentikan ciumannya.
"Kenapa berhenti?" Erika tak terima jika kegiatannya berhenti.
"Sebentar kak aku hampir kehilangan nafas" Ayyada menetralisir pernafasan dan pikirannya. Namun Erika seperti tidak terima ia mengoyangkan kembali tubuhnya di atas pangkuan Ayyara.
"Lagiii.. lagii Ayyara" Membuat wajah yang mengemaskan menurut Ayyara.
"Oke.. okehh kita lanjut yah kak, tapi kakak jangan goyang-goyang kaya gitu lagi" ucap Ayyara Lalu kembali mencium bibir Erika dengan perlahan.
Erija tidak terima dengan gerakkan Ayyara. Kemudia Erika lebih me dominasi pergerakkannya. Tanpa sadar membuat Ayyara kembali merasakan hal yang menurutnya aneh dan mengelitik. Perlahan Ayyara menurunkan ciumannya ke leher Erika. Erika semakin tak terkontrol ia mengeluarkan suara-suara yang semakin Ayyara ingin memperdalam ciumannya sampailah terdengar ketukkan pintu.
Tok..tokk.tokk
"Raa.. udah tidur yah?" Terdengar suara Tasya
Erikapun yang sedang merasa akan terbang tiba-tiba turun dari pangkuan Ayyara dan langsung merebahkan dirinya di tutupi selimut hingga ke wajah.
"Iyaaa sya.. sebentar yah.." melihat ke arah Erika sebentar dan merapihkan bajunya barulah membuka pintu.
"Ada apa sya?" Keluar dan segera menutup pintu kamar.
"Temani aku makan yuk. Laper banget si tami susah di banguninnya" menuju dapur.
"Eh kayanya aku sama kak Eca belum beli bahan masakan deh.." sedikit merasa menyesal ke tasya.
"Mie instan ada gak? Duh aku beneran laper banget Raa.."
"Ada kalau itu, aku masakin yah" tasyapun mengangguk saja.
Setelah selesai menemai tasya makan mereka mengobrol sampai membahas tugas perkuliahannya hingga satu jam lamanya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk tidur kembali memasuki kamarnya masing-masing.
Paginya Tami dan Tasya sudah rapih untuk mengambil kendaraannya di cafe semalam yang sudah di titipkan.
Mereka bertiga juga sudah sarapan yang di pesankan oleh Erika.
Sebenarnya Erika masih sangat kesal dengan terganggunya kegiatan semalam. Cuma ia sedikit merasa lega karna tidak berlanjut terlalu jauh kegiatanya.
"Ayyara nanti motor kamu di ambilkan oleg supir daddy aja yah. Kan kita mau belanja bulanan kan". Ucap Erika dan di angguki saja oleg Ayyara
Setelah mengambil kendaraan Tami dan Tasya pamit terhadap Erika dan Ayyara.
Tak berselang lama Erika melajukan mobilnya menuju salah satu mall yang tak jauh dari lokasi Cafe tersebut.
"Belanja ini pakai punyaku yah. Kanu engga perlu khawatir untuk pembayarannya. Dan ambil apa yang menjadi keperluanmu dan rumah." Erika sengaja mengucapkan itu agar Ayyara tak perlu khawatir soal siapa yang bayar.
Yahh kan Erika tau gaji perbulan Ayyara yang bekerja sambil kuliah.
"Ayyara!" Panggil vanya yang ternyata melihat Ayyara dari jauh. "Eh ada Bu'Er.. sedang belanja bulanan juga bu?"
"Tidak saya hanya ingin membeli susu saja. Baiklah saya permisi yah". Erika terlihat panik tetapi tidak lupa memasukan kartu ATM nya kedalam tas Ayyara.
"BuEr kesini sendiri bu?" Tanya vanya melirik kanan dan kiri melihat dengan siapa bubosnya kesini.
"Saya berdua dengan seseorang. Yasudah teman saya sudah selesai ternyata. Saya permisi yah" melihat ke arah ponselnya.
"Kamu liat gak Ra bu'Er seperti gelisah gitu?.. kalau sama temannya kenapa gelisah gitu yah".. vanya masih memperhatikan Erika dari jauh. Ayyara hanya diam saja takut salah bicara.
"Pasti sama suaminya deh!" Tebak Vanya.
"Hah?!" Ayyara terkejut dari mana vanya tau Erika sudah menikah.
"Jadi kamu beneran gatau soal rumornya bu'Er?. Katanya dia sudah menikah Ra.. tapi nikahnya diam-diam.. apa karna hamil yah? Atau perjodohan... gitu". Lanjut vanya
"Masa sih?" Ayyara
"Anak orang kaya mah yah Ra hidupnya sudah di atur akan menikah sama siapa, apa jangan-jangan nikahnya sama pengusaha tajir melintir yah, atau pejabat gitu mangkanya di rahasiaiin" tawanya Vanya pecah seketika melihat ekspresi wajah Ayyara.
"Hahahaha.. kamu kenapa gitu.. liat aja deh waktu ada kakaknya dateng aja buEr pakai cincin di tanggannya Ra"
Satu jam Ayyara menghabiskan waktu berbelanja dan membicarakan Erika bersama Vanya. Lebih tepatnya Vanyalah yang menceritakan semua tentang Erika kepada Ayyara. Mulai dari gosip hingga opni pribadi yang mengiring tentang suami Erika.
Bagaimana dengan Erika? Yah dia hanya menunggu di dalam mobil dengan menurunkan kursi pengemudi hingga tertidur sangkin lamanya Ayyara berbelanja, padahal mereka hanya tinggal berdua dan supermarket ini tidak akan antri panjang karna high level. Sudah pasti si Vanya menahannya tebak Erika.
Entahlah orang kantornya kalau membicarakan seseorang sangat betah sekalih pikir Erika.
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
Fiksi UmumTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
