Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

saling panas

4.3K 230 15
                                        

Lumatan demi lumatan di lakukan, membuat Erika semakin bergairah.
Suhu ruangan terasa panas.

Ayyara perlahan turun ke arah leher Erika, entah mengapa Ayyara sanggat menyukai area leher Erika sejak awal mereka melakukannya.

Erika yang sudah sangat kebelingsatan akibat Ayyara yang terus menerus mengendus area bawah telingganya, ia menggunakan seluruh tenaga untuk membalikkan posisi.

Dan Ayyara sudah berada di kungkungan Erika, Erika menatap mata sayu Ayyara seakan menghipnotisnya.
Dikecup area leher hingga menuju ke area dada Ayyara.
Ayyara merasakan sesuatu yang membab di area dadanya, dan ternyata Erika menggunakan lidahnya.

Semakin turun ciuman Erika semakin semangat Erika melakukannya karna desahan, demi desahan dari Ayyara.

Hingga tak terdengar suara bel pintu berbunyi.

Dan
Ceklek

Pintu terbuka, Erina dan Anya memasuki Apartemen Erika, mereka terkejut bukan main dengan apa yang di lakukan Erija terhadap Ayyara yang berada di bawahnya.

"Heh! Kalo mau main mah di kamarr dong!" Erina dengan keras mengatakannya.

Erika dan Ayyara sangat terkejut dengan kehadiran Kakak dan temannya.

Mereka langsung duduk di sofa, dengan mata sayu dan wajah yang memerah bak kepiting rebus.

"Calista mana ra?" Tanya Erina
Ayyara berdiri sambul merapihkan bajunya dan memasuki kamar Calista denfmgan Erina.

Anya mendekati Erika,
"Gilaaak, engga nyangka gue lo bakal sebrutal itu Ca!" Menggelengkan kepala dan duduk di samping Erika.
Erika hanya diam membisu.

"Emang lo udah sering yah sama Ayyara begituan?"
Wajah Erika semakin memerah.
Erika menggeleng.

"Terus tadi apa?"
Erika masih saja terdiam.
"Lu ngerasain apa pasngelakuiin tadi?, udah jujur sama gue. Gue bukan kayla yah".
"Emmmmm.. gue juga gatau, tiba-tiba aja terjadi". Erika meyenderkan diri ke sofa.

"Itu hasrat lo Ca, lo udah pernah ngelakuiinya sama dia?"
"Yah, ini udah yang keberapa kalinya"

Anya Sangat terkejut, pasalnya temannya ini memang tidak tertarik ke hal-hal sexualitas.
"Serius lo? Pake apa?" Tanya serius Anya.
Erika sedikit bingung dengan pertanyaan Anya.
"?. Yang tadi kan lo udah liat" menutupi wajahnya dengan tanggan, yup Erika sangat malu.

Anya terheran, pasalnya tadi ia hanya melihat adegan ciuman saja, bahkan pakaian mereka tidak terbuka sampai ke bawah.

"Jangan bilang lo cuma kissing doang dama dia?" Tebak Anya.
"Emang ada apa lagi mbak Anya?!" Erika kebinggungan.

"Dugh! lo ! Ishhhh" menyubit paha Erika dengan kekesalannya.
"Lo tuh udah merried sama Ayyara! Kalo cuma kissing doang mah orang yang engga pacaran juga bisa!" Anya

"Yah emang mau ngapain lagi? Toh gue udah tanggung jawab buat nikahin dia".
"Bentar, tapi lo pernah ada rasa 'pengen' ga sama dia?"
"Pengen apa?" Erika
"Ituuuu lohhh"
"Apa?"
"Yang melakukan kegiatan orang yang sudah menikah dong Ecaaaa!"
"Ouh,, ya udah dong. Kalo itu mah" jawab tenang Erika.
"Nah, good. Ternyata temen gue gak polos-polos banget kan" senyum Anya.

Sempat hening sesaat.
"Terus, lu lebih suka pakai yang mana Ca?" Anya mengerakkan tangan dan pergerakan lidah seakan memakan eskrim.
Namun, Erika tak mengerti maksud dari Anya.
"Yaaa, lo lebih suka makan Eskrim apa olahraga tanggan?" Menaik turunkan alisnya.
"Engga dua-duanya si"
"Jangan bilang lo suka pake alat?" Menutup mulut dengan tangannya.

"Lo kalo mau tanya, jangan ke Erika deh! Dia mah otaknya buat kerja doang"
Sambar Erina sang kakak yang sudah menanyakan ke Ayyara apa saja yang telah mereka lakukan selama sudah menikah.

gadis kecil milikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang