Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Firasat

1.3K 115 5
                                        

setelah selesai dari ruamah sakit, Erika ada meeting bersama Client di luar kantor bersama vanya.

"Baik, bu. saya akan bersama supir langsung kesana ya"

Ayyara masih menyetir mobil Erika. Erika di bangku penumpang, sibuk denga Ipad nya dan sesekali memainkan ponsel.

"kak, kakak di suruh istirahat sama dokter. apa gak bisa langsung pulang?" Ayyara melirik Erika.

"kalau aku gak datang meeting ini, bisa-bisa project gagal. mana pak Dewa ambil cuti sampai acara Outting nanti"  tanpa menoleh, fokus dengan proposal

sesampai di salah satu gedung yang mewah, terlihat Vanya baru saja keluar dari mobil kantor. tepat berada di depan mobil yang Ayyara kemudikan. Erika memustukan untuk turun mesti tak sampai pas depan loby.

"aku turun di sini aja"

"kak. kalau meetingnya sampai jam pulang, kabari aku. biar aku jemput di sini lagi yah." Erika hanya mengangguk mengerti.


vanya melihat Erika berasda di sampingnya sedang berjalan menuu pintu masuk.

"bu'Er? sudah sampai. saya kira akan terlambat.." melihat mobil Erika melaju. "di antar supir bu?"

"ouh, teman saya yang menyetir" berjalan memasuki gedung mewah "ke coffe shopp dulu yah, say abelum ngopi. kamu mau?"

Vanya mengangguk setuju dan mereka melangkah memasuki coffe shopp di dalam gedung.

vanya berfikir tentang Erika yang berbeda hari ini. dengan turun mobil yang tidak di depan loby, berbicara panjang. di antar temannya dengan mobil probadinya sendiri. sanggat mengganjal menurut Vanya.

meeting berlangsung dengan serius. pembahasan menggenai konsep. budgeting, script dan beberapa pengajuan talent yang akan bekerja sama kali ini.


di kantor, mas yanto seorang office boy yang melihat Ayyara keluar dari mobil Erika.

"eh. mba Ayyara." kagetnya "saya pikir Bu Erika. loh bukannya ini mobil bu Erika ya?" binggungnya.

 "eh, mas Yanto. emmm tadi, kunci mobilnya bu Erika ketinggalan. jadi aku ambil deh" gagapnya Ayyara.

"oalah. oke deh, saya mau belii titipan. mba Ayyara ada yang mau di titip ga?"

"mauu, kebetulan aku belum makan siang. titip mie ayam yaah mas. pedeess yaa, sama susu stoberry 2 kotak" memberikan selembar uang sebesar berwarna biru. mas yanto mengangguk dan lanjut berjalan

jam menunjukkan pukul 16:40

belum ada tanda-tanda Erika dan Vanya akan pulang

"Raa. semoga kita satu tim yaa di acara Outting nanti" Ayyara menoleh

"iyaaa please bangett. mana aku anak baru lagi di sini"

"ehh, menurutmu. bu'Rik bawa suaminya ke acara outting gak?"

Ayyara menelan ludah. nafas terhenti beberapa detik. "mm, gak mungkin si yaaah kak"

"kenapa gitu"

"mm maksudku. kan bu Erika orangnya Private gitu"

"benar jugaaa sih ya. mmm kemarin aku kepoiin sosmednya.beneran gak ada sama sekali foto nikahan bahkan gak ada foto suaminya di sosmed dia. kenapa se-private ituu yah. sebel bangett tau" panjang Tini

"betul! semua Feed instagramnya hanya foto pas dia kerja, client sama ada beberapa lagi hangout sama temennya. udaah gak pernah bikin story juga" gabung Ikky

"kalian follow bu Erika?" Ayyara bertanya. dan semua menggeleng

pergosipan tentang kehidupan Erika terus berjalan. Ayyara tak banyak ikut serta, tetai sanggat menyimak semua tentang Erika.

sejenak ia membandingkan dengan Erika yang serumah dengannya. kurang lebih 70% sama saat ia berkerja, 30% nya sangat berbeda.

di tempat kerja Erika akan seperti seoarang yang sangat rapih, cantik dan sangat bersih. sedangkan di rumah ia akan selalu bertengkar dengan kak Nana prihal handuk yang di taruh di atas sofa, kasur kadang bahkan di taruh di kursi makan.

kalau cantik, jujur Ayyara lebih suka Erika yang benar-benar tidak menggunakan makeup. walau Erika menggunakan makeup tidak terlalu tebal saat ke kantor.

tap

tap

tap

suara langkah heels terdengar tidak asing

Erika sampai!

bersedikap tangan memperhatikan meja Ayyara yang di huni dengan tiga orang.

"ekhemm. lagi meetingin apa?"

Tini memejamkan mata saat tau suara Erika sangat dekat dengannya.

"eh, bu Er. ini saya abis minta pendapat sama Ayyara untuk ide konten yang lagi hype bu" Sadam menoleh ke Erika

Erika kembali berjalan menjauhi meja Ayyara

ting!

pesan masuk ke ponsel Ayyara

bu Erika : 'nanti on time yah pulangnya, aku capek banget.'

Ayyara : 'oke'

.

pukul 17:50 terlihat Ayyara sudah menyelesaikan pekerjaannya karna memang sudah janjian untuk pulang tepat waktu.

"tenggo banget hari ini Ra?" Tini

"hmm. aku mau kerjaiin tugas kuliah aku"

"kita udah lama gak hangout bareng deh kayaknya. yakann Daam?" melirik Sadam.

"iyaa yaah. ada film baru nih. gimana? yuuuk!"Sadam mendekat

Erika membuka pintu ruangan. ia sudah siap untuk pulang. semua melilhat Erika yang biasanya selalu lembur.

langkah kaki yang sedikit tertahan karna kaki Erika yang masih membengkak. namun di paksakan memakai Heels. melirik sebentar ke arah Ayyara. lalu berjalan kembali

"aku duluaan yaah guys. untuk hangout yuk, nonton juga oke. kabarin ke aku yaa" berjalan meninggalkan Tini, Ikky dan Sadam. mereka melambaikan tangan. Ayyar berjalan sanggat cepat.

entah firasat Tini sanggat kuat, ia meninggalkan Ikky dan Sadam dengan dalih menggambil pesanan di resepsionis. ia menggira Ayyara akan di jemput oleh kekasihnya

pada saat Ayyara berjalan menuju besment parkir mobil, Tini mengerutkan alis. lalu memberi jarak agar tak terlihat oleh Ayyara.

"loh! kok mereka jalan bersampingan?!" Tini berdialog sendiri dengan nada yang sangat pelan.

'whatt? satu mobil? Ayyara yang bawa mobil bu'Rik?' gummamnya sendiri.

Tini membeku beberapa saat, ia mencoba untuk menyadarkan diri. mobil berjalan tak begitu cepat namun tak juga lambat. dengan segera ia bersembunyi di balik dinding agar tak terlihat.

"ada apa ini? apa hubunggan mereka?kenapa bisa satu mobil?"

.

.


yeay! sudah mau masuk ke babak baru! menurut kamu hubungan mereka akan segera keatuan gak nih? atau lebih seru backstreet aja wkwkwk

gadis kecil milikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang