Setiba di apart, dering ponsel Erika tak henti-hentinya menerima panggilan telfon.
Ponsel ia taruh di atas meja depan televisi, Erika sedang mandi. Ayyara menyiapkan menu makan pagi, dan siang untuk Calista .
Karena berdering terus, Ayyara memutuskan untuk menghampiri Erika.
"Kak, ponselnya bunyi terus. Ada yg menelpon. KAAK!" Ayyara meninggikan suaranya.
Ceklek
Pintu kamar mandi kebuka, aroma sabun memyeruak ruangan. Lagi-lagi Ayyara terdiam melihat Erika walau hanya setengah wajah yang terlihat.
"Apa?" Erika menyadarkan Ayyara.
"eee, itu ponsel kak Eca ada yang telponin dari tadi." Gelagapnya
"Siapa yang menelpon? Kalau terkait keluarga, angkat saja. Bilang aku lagi mandi. Kalau nomor tidak dikenal diamkan saja" jelas Erika.
"Kalau ada namanya, tapi aku gak kenal?" Tanya Ayyara.
Erika menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Memang siapa yang menelpon?"
"Tulisannya, Bryan kak" Ayyara menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Biarkan saja." Erika menutup pintu kamar mandi.
Ayyara sedikit bingung dengan ekspresi yang diberikan oleh Erika, terlihat menutupi sesuatu.
'siapa si Bryan itu yah. Temannya? Tapi kenapa wajahnya gitu, atauu Mantannya?. Entahlah' gumam Ayyara.
Sesaat akan menaruh ponsel Erika di atas meja, panggilan telepon berakhir. Di ganti dengan beberapa pesan masuk.
Bryan : caa, please angkat telponku
Bryan : kita bisa bertemu sekarang?
Bryan : kamu lagi di rumah atau di apart?
Bryan : caa? Please.
Bryan : aku mau ngomong sama kamu.
Ayyara yang tak sengaja melihat notif pesan masuk. Mengerutkan alis.
'Maksa banget sih ini orang'
Ayyara meletakkan ponsel Erika dengan kasar.
.
.
"Ayyara, besok hari pertama Calista masuk daycare kan? Aku akan ikut mengantar kesana" Erika mengambil kopi di dalam kulkas.
"Kakak ga keberatan?" Erika menarih botol kopi dan membukanya untuk Erika
Erika hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Kak" Erika tanpa sadar memanggil Erika.
"Hmm?" Erika sedang sibuk dengan Ipad nya.
"Kak Ecaa?" Menatap Erika dengan seksama.
Erika yang bingung dengan tingkah Ayyara akhirnya melepaskan pandangan dari ipad ke arah Ayyara.
"Ada-apa Ayyara?" Menoleh dengan malasnya dan kembali ke ipad.
"Aku cuma mau mengobrol sama kakak, sesulit itu yah kak?" Suara Ayyara melemah.
"Inikan sedang ngobrol" Erika tidak sadar dengan perubahan wajah Ayyara.
Tak ada jawaban dari Ayyara, membuat Erika menoleh dan melihat Ayyara yang murung.
"Kamu kenapa lagi si Ayyara?"
"Kenapa lagi? Maksudnya kakak apa? Emang aku selama ini selalu buat masalah yah? Atau kak Eca udah capek yah?" Air mata Ayyara sudah memupuk.
"Iyaaa. Aku capek banget Ayyara." Erika melemah
"Kalau kakak secape itu sama aku, yaudah kak lupaiin aja semua tangung jawab kakak. Kaka bisa ceraikan aku. Biar aku engga nganggu dan gak nyusahin kakak"
Ayyara berdiri, dengan sangat cepat Erika memegang tanggan Ayyara.
"Kamu mau kemana?Please bisa biarin aku selesain dokumen ini dulu" Erika melemah.
Saat Ayyara ingin melepas peganggan Erika, Erika langsung menaruh Ipad di meja dan berdiri mendekat Ayyara.
"Maksud aku, aku capek karna kerjaan hari ini. Bukan capek sama kamu Ayyara"
Ayyara tak menanggapi Erika, tapi air mata nya sudah menetes.
"Oke, kamu kamu ngobrol apa sama aku?
"Udah gak mood. Baiknya kakak istirahat deh, kakak kan katanya capek"
Ayyara berjalan memasuki kamar. namun, lagi-lagi Erika mengejar dan menarik lengan Ayyara.
Ayyara yang tak siap dengan tarikkan Erika membuatnya berbalik dengan kecepatan penuh
Draaapp
Terjadi tabrakkan Ayyara dan Erika.
Erika tak bisa menahan keseimbangan akhirnya terjatuhtepat di sofa.
Dengan posisi Erika di bawah dan Ayyara tepat di atas dada Erika.
"Coba kalau tadi ga ada acara kamu ngambek-ngambek, gak akan jatoh. Mana belum selesai ngomong udah pergi aakk.." ucapan Erika terhenti.
Karna Ayyara menyumpalnya dengan kecupan di bibir Erika.
"Kakak berisik banget si, nanti Calista bangun"
"Kamu yang mau ngajal ngobrol, giliran aku ngobrol mal.."
Cupp
Lagi! Ayyara menghentikan omongan Erika.
Erika tersipu, wajahnya memerah.
"emm Ayyaraaa.."
"Apa? Mau lagi?"
"Kamu bisa bangun dulu ga? Kaki sama pinggang aku sakitt" Erika menahan rasa sakit
.
Haiii 😁 semua
Cerita ini sebenernya masihh panjang bangettt.
Kalian bosan gaasi sama cerita Erika dan Ayyara ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
gadis kecil milikku
Fiksi UmumTerjebak dalam situasi yang mengharuskan aku bertanggung jawab atas hidupnya. Entah keberanian seperti apa yang membuat aku berani dalam mengambil sikap untuk berganggung jawab penuh atas hidupnya, dan berjanji akan menjaganya di depan ibunya yang s...
