Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

sikap Erika -part 1-

1.8K 132 4
                                        

"uaaaa!" Erika berteriak
"Ekheeemmm.. " merapihkan rambut dan posisi duduknya.
"Sejak kapan aku tidur?"
"Setelah makanan ini abis" sahut Ayyara
"Tadi kak Nana sama Daddy telpon, katanya pulang kerumah atau ke apart. Aku belum jawab, kak Eca tadi tidurnya pules banget" lanjutnya sambil mengetik.

Waktu menunjukkan 20:30

Erika melihat jam.
"Kamu masih belum selesai juga?" Selidik Erika.

Ting!
Ting!
Ting!
Dering ponsel Ayyara

Siska : "mana opsinya?"
Siska : "opsi 2 belum di revisi juga?"
Siska : "saya tunggu hari ini juga. Jangan lewat dari jam 10 malam ini!"

Ayyara menghela nafas dan menundukkan kepala.

Kringgg... kringgg!
-kak siska memangil-

"Kak. Aku angkat telepon dulu yah" Ayyara bergegas keluar dari ruangan.

Erika hanya memanggutkan kepala
'Siska? Kenapa telepon jam segini' gumam Erika.

Ceklek
Pintu terbuka

"Kenapa siska telpon malem-malem?"

Ayyara hanya menghembuskan nafas panjang.

"Kamu mau lanjut lemburnya?"
"Belum selesai kak" Ayyara duduk.
"Pulang sekarang" Erika dengan datar

"t-taap.."
"Pulang S-e-k-a-r-a-n-g!" Erika seakan mengitimidasi.

Kringgg!
Ponsel Ayyara berdering
-Siska memanggil-

Sretttt
Ponsel Ayyara di ambil oleh Erika. Lalu mematikan daya ponsel.

"Ayo pulang" Erika menarik tangan Ayyara
"Tung.." terhenti
"Apalagi sih? Segitunya kamu kerja?" Kesal Erika.

"Bukann gituu kak, setidaknya aku beresin ini dulu" tunjuk Ayyara ke arah meja.
Meja sangat berantakkan, bekas makan mereka berdua dan tumpahan kopi akibat Erika tadi kaget saat bangun tidur.

"Halo, mas. Tolong bersihkan ruang meeting 3 yah. Sekarang." Mematikan telepon

"Ayo pulang" memegang tangan Ayyara, segera pergi dari ruangan.

Mereka pulang bersama. Karna masih harus pulang ke rumah utama Erika.

.
.
"Daddy mana Na?"
" Bali" jawab singkat Erina.
"Hah? Tiba-tiba banget?"

Erina hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Kamu udah makan Ra? Ini aku masak. Makan bareng yuk" menarik Ayyara ke kursi makan.
"waahh. Masak apa ka nana? Boleh deh. Aku juga laper lagi"
"Laper lagi? Udah makan dong?" Erina melirik Erika dengan tatapan mengejek.

"Udah ah gue mau ke atas. Na, jangan lupa beresin meja makan"
"Dih! Yang jorok itu elu yaaa Caaaaaa" teriak Erina

"Yakan Raaa? Dia tuh kalo abis makan yaudah gitu . Keliatan sok perfect, padahal aslinya berantakkan" ledakkan tawa Erika.
Ayyara hanya tersenyum

"Tuhh kan bener. Akhirnya! Aku punya orang yang paham dengan kelakuan si Ecaa. Tapi bener kaan dia begitu?. Tenang Raa, aku akan di pihakmu" menepuk bahu Ayyara.
"Makasih kak. Btw, Masakkannya enakk bangett kak" senyum pepzodent ala Ayyara.

.
.
Untuk malam ini Erika dan Ayyara masih harus sekamar.

-Esok pagi-

Drttt!
Ponsel Erika. Ada pesan masuk

Revan : "liaaat. Anak kecik ini nyaman banget di kamar gue. Belum bangun. Bobok nya puless" -pesan dengan gambar-

(Erika dan Revan telah membuat kesepakatan perihal apartmen yang di tempatin, dengan menjaga Calista sebagai bentuk terima kasih. Karna sang calon istri Revan tak ingin di berikan secara cuma-cuma)

Erika hanya membaca pesannya.

"Hari ini kita masih berangkat bareng. Daddy hari ini pulang. Nih, si Revan kirim foto Calista." Memberikan Ponselnya ke Ayyara.

"Aku kangen Calista kak, nanti setelah pulang aku mau mampir kesana yah."
"Boleh. Sekalian jemput aja, hari ini daddy akan kembali ke jerman."

Ayyara hanya mengganguk saja.

.
.
Seperti biasa Ayyara akan turun di halte terdekat kantor.

Sesampainya di kantor, ia ingat kalau ponselnya tertinggal di mobil Erika
"Gawaaaaatttt!" Berlari sekuat tenaga.

"Huuhh haaahh.. huhhh haaaahh.. mba, Bu Erika sudah sampai belum? " Ayyara terengah-engah di resepsionis.

"Selamay pagi Bu erikaa" sapa Resepsionis dengan berdiri.
Ayyara segera menoleh.

Erika hanya menundukan kepala sedikit sebagai jawaban.
"Bu Erikaaa.." Ayyara memanggil
Erika hanya menoleh. Ayyara menyusulkan langkah Erika.
"Hp aku ketinggalan di mobil deh kayanya"

Erika terhenti saat melangkah. Lalu menoleh ke arah Ayyara.
"ini. Ambil sendiri"
"Oke. Terima kasih bu" Ayyara langsung bergegas ke parkiran mobil Erika.

.
.

gadis kecil milikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang