"Curang.... Kenapa Laure saja, aku juga mau..."ucap Rachael menyela tiba tiba.
"Jadi tuan, mau kita apakan 2 Siren ini, apa kita perlu menggorengnya?"tanya Laure serius.
"Ya itu terdengar bagus..."ucap Louise.
"Hei jangan abaikan aku.."ucap Rachael.
"Aku akan membawa mereka berdua bersama kita.."ucapku melihat keara anak kembar yang masih duduk di atas pasir.
"Haah, apa , mengapa?" Tiba tiba setiap pertanyaan mulai keluar dari 4 mulut orang yang sedang mengelilingi ku itu.
Apalagi suara Emily yang terdengar paling keras.
"Saya tidak setuju mengapa kita harus membawa ras ikan yang sudah menculik anda selama 2 bulan"Emily menentang keras.
"Itu karna mereka sedikit berbeda dari Siren biasanya..."ucapku tersenyum tipis melirik kedua pria yang masih berada di tempatnya.
"Tuan, apa kekuatan kami masih kurang?"tanya Louise
"Jujur saja, kekuatan kalian masih dibawa standar ku"ucapku dengan tegas.
" bukan berarti kalian akan tetap lemah, namun kedua Siren itu berbeda. Mereka memiliki kekuatan yang melebihi Emily yang merupakan Half-dragon sekalipun "ucapku melirik Emily
Mataku bergerak keara anak kembar itu, terlihat Areen yang menggunakan kekuatan airnya mengaliri insang Aroon yang di penuhi oleh pasir itu.
Perlahan pasir yang menempel mulai rontok dan ikut terbawa aliran air.
"Areen,apa kau terluka? Bekas darah dibawah insangmu terlihat cukup banyak"ucap Aroon menyentuh leher Areen.
"Tuan karish sudah menyembuhkan lukaku dengan sihirnya, kau sendiri bagaimana. Sirip dan ekormu terkelupas dan terus mengalirkan darah. Apa itu tidak sakit?"tanya Areen dengan wajah tenang.
"Itu tidak terlalu sakit, tapi apa lukamu sudah benar benar sembuh?"tanya Aroon dengan wajah khawatir.
"Memang kekuatan apa itu?"tanya Rachael yang menyempil dibahuku.
"Ya... Mereka memiliki kekuatan yang sangat luar biasa "ucapku berjalan keara dua anak kembar itu.
Aku berdiri tepat berada dihadapan kedua anak kembar itu..
"Aroon, Areen"ucapku menyentuh rambut merah mudah mereka itu bersamaan.
Perlahan cahaya berwarna hijau mudah mulai mengalir dan menyelimuti kedua orang itu.
Luka luka yang terbuka mulut menutup, sirip dan ekor yang terkelupas dan pata kembali sembuh dengan singkat.
"Aku akan menawarkan negosiasi untuk kalian"ucapku perlahan mengangkat tanganku.
"Negosiasi? Bukan perintah?"tanya Areen menatapku.
"Ya... Ini hanyalah negosiasi, kalian bisa memilih antara ikut denganku atau terus tetap disini"ucapku pada mereka.
"Apa kami akan mendapatkan keuntungan dari negosiasi ini?"tanya areen.
"Tentu saja, aku akan memberikan 2 penawaran yang akan sangat menguntungkan kalian berdua"ucapku tersenyum tipis.
"Apa itu?"tanya Areen yang mendekap adiknya.
Aku hanya sedikit tersenyum melihat anak kembar itu.
"Yang pertama, aku tahu kalau kalian berdua sedang cemas untuk menambah keturunan dikarnakan Ras Siren memiliki tradisi akan kawin Dengan saudara kandungnya untuk bertelur, namun sepertinya kalian berdua menolak tradisi itu karna kalian berdua berasal dari dunia yang berbeda. Bukankah saat menculikku terselip di pikiran kalian untuk membuatku sebagai wadah untuk telur itu?"ucapku duduk di sebuah batu cukup besar
"Ya... Itu benar.."jawab Areen.
"Kau bajingan..."teriak Rachael keras dari belakangku yang mencoba mendekat.
Aku mengangkat jariku untuk membuat Rachael berhenti.
"Rachael aku sedang berada dalam negosiasi penting sekarang..."ucapku dengan nada datar tanpa menoleh kebelakang ku.
"Maafkan saya tuan"ucap Rachael.
"Aku akan menjadi wadah untuk telur kalian, jadi masalah pertama akan selesai"ucapku tersenyum.
"Tuan apa maksudnya itu?"tanya louise sekarang.
"Itu benar benar konyol tuan, telur Siren adalah telur yang memiliki berat lebih dari 5 kg dengan besar 30 cm x 15 cm. Bahkan tidak jarang telur itu akan menyangkut di antara tulang panggul dan hal yang paling berbahaya telur Siren bahkan sering merenggut nyawa ibu mereka sendiri"ucap Emily keras.
"Ya itu benar tuan, telur Siren adalah telur yang sangat sulit untuk di lahirkan karna ukuran dan beratnya"ucap Laure dengan wajah panik.
"Itu tidak masalah, jika telurnya tidak bisa keluar secara normal kau tinggal membelah perutku saja. Mudah bukan"ucapku tersenyum tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Mystery / Thriller"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
