Malam itu, bintang bersinar begitu terang bersamaan dengan 3 bulan yang tampak indah menghiasi langit malam.
Tampak seorang pria berambut ungu duduk di sebuah kursi dengan meja bundar,sebuah taman bunga di dalam kediaman karish.
Pria itu tampak begitu gusar, matanya tampak lelah dan kakinya terus bergetar cemas.
Matanya berkali-kali melihat keara mansion yang berdiri Kokoh yang berjarak 20 meter dari tempat ia berada.
Dia menggenggam kedua tangannya dengan erat, dengan wajah putus asa ia menghela nafasnya dengan berat.
"Ayah Laure"terdengar suara seorang gadis.
Mata Laure segera bergerak mencari asal suara itu.
Dari jarak 5 meter tampar 2 orang gadis mudah sedang berjalan kearahnya.
Salah satu gadis itu memiliki rambut perak yang berkilau dengan mata zamrud yang tampak indah berkat pantulan cahaya bulan.
Dibelakang gadis itu terdapat seorang gadis lain yang memiliki rambut merah pekat dengan pakaian maid, gadis itu tampak mengikuti langkah gadis didepannya dengan pelan.,
"Mona?, kenapa kau belum tidur?"tanya Laure menyembunyikan ekspresi putus asanya.
Leamona melangkah mendekat lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Laure.
"Ayah Laure, saya sudah mendengar kondisi ayah dari ayah Areen. Beliau bilang kalau telur di perut ayah baik baik saja. Meski sebelumnya keadaanya cukup genting namun sekarang sudah membaik"ucap Leamona.
"Begitukah, syukurlah"ucap Laure menatap Leamona.
"Tapi meskipun tubuh tuan sudah membaik, aku tetap sudah gagal Leamona, aku gagal melindungi ayahmu"ucap Laure menunjukan wajah menyesalnya.
"Jika saja kita tidak memiliki, Renete di pihak kita. Tuan pasti sudah,"ucap Laure tiba tiba menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Pria itu tampak lemah, ia menggenggam wajahnya dengan rapat membuat air matanya perlahan jatuh dari selah selah jemarinya.
"Kekuatan suciku tidak sebaik itu untuk menghilangkan racun dengan cepat"ucap seorang pria berambut hitam yang muncul.
Pria itu memiliki kulit berwarna Tan, matanya yang biru tampak indah sama seperti salah satu bulan yang bersinar dengan bentuk sabit di langit malam itu.
"Kau perlu berterima kasih kepada orang yang memberikan penawaran racun itu juga"ucap Renete perlahan mendekat.
Rambutnya yang hitam bergelombang tampak tergerai sampai menyentuh punggungnya.
Angin malam itu berhembus cukup kencang membuat rambut Renete bak menari di bawah sinar bulan.
"Laure mengapa kau bisa begitu menghormati dan mencintai Duke Karllan, bahkan ketika kau sadar kalau dia adalah seorang pria?"tanya Renete duduk di kursi yang melingkari meja bundar berwarna hitam tsb.
Laure menatap Renete dengan lekat lalu mengarahkan matanya keara Leamona.
"Karna aku mencintai tuan sebagai manusia, bukan sebagai laki laki"ucap Laure tersenyum tipis.
"Jika di ingat, Pertemuan pertama kami tidaklah spesial. Dia hanyalah pelanggan yang mencari budak sama seperti pelanggan lainya. Namun perlahan gelar 'pelanggan lainya' sedikit demi sedikit menghilang. Sebelum bertemu tuan aku adalah pria yang tidur dengan siapa saja, tak peduli dia pria dan wanita. Aku sudah tidur dengan 30 orang yang berbeda. Dan bisa saja aku akan menularkan penyakit kepada tuan karna riwayat masa laluku"ucap Laure perlahan bercerita.
"Lalu, apa kau masih melakukan itu sekarang?"tanya Renete.
"Apa kau gila?, itu tidak mungkin"ucap Laure seakan ingin memukul wajah Renete.
"Ketika tuan kembali ke Utara dan meninggalkan kota pinggiran tempat ku tinggal, entah mengapa kota itu terasa begitu sepi padahal setiap hari terasa ramai. Awalnya aku tak perna mengira kalau aku akan jatuh cinta, apa lagi kepada seorang pria yang pangkatnya lebih tinggi dariku seperti tuan. Tapi seperti arus air cinta itu terkadang tak menentu pergi kemana"ucap Laure menatap Renete.
"Lalu, kapan anda menyadari tentang perasaan anda kepada ayah?"tanyanya Leamona yang tampak penasaran.
"Aku hanya teringat dengan betis ayahmu, dan aku masturbasi sambil membayangkan betis empuk ayah mu di malam itu. Lalu aku berfikir sepertinya aku sudah jatuh cinta kepadanya"ucap Laure melihat Leamona.
"Eh?, betis empuk?"ucap Emily kaget.
"Laure, kau menjijikan"ucap Emily yang dari tadi diam menatap Laure dengan tatapan sinis.
"Itu sedikit an—ehekm maksudku unik. Selera mu cukup unik"ucap Renete mengubah kata-katanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
