Malam itu berlalu dengan cepat.
Semua orang tertidur begitu nyenyak di kasur yang lebar dengan selimut yang menghangatkan tubuh mereka yang terasa dingin.
Didalam kamar yang besar itu.
Tampak 2 pria yang tertidur di kasur yang sama saling berpegangan tangan.
Pria berambut hitam itu menatap pria berambut perak yang tampak tidur dengan nyenyak.
Bahkan ketika mentari mulai menyinari dunia, pria berambut perak itu masih tenggelam dalam mimpinya yang indah.
Tangan pria itu perlahan menyentuh rambut pria berambut perak itu dengan lembut.
Matanya yang hitam terus memperhatikan ekpresi wajah pria di hadapannya dengan cermat.
Ia menggerakkan jemarinya menyentuh dahi pria berambut perak itu.
Tuk
Suara ringan terdengar dari ketukan jari telunjuknya.
"Hmmm...?"suara pelan keluar dari mulut pria dihadapannya.
Ketika kedua mata itu terbuka, tampak pupil mata berwarna zamrud yang sedikit berkilau.
"Selamat pagi karllan"ucap pria berambut hitam itu sembari menunjukan senyuman tipis dari bibirnya.
Pria berambut perak itu berkedip sembari menggerakkan pupil matanya lurus, untuk menatap pria yang tepat dihadapannya.
Ketika rasa kantuknya hilang dan ia berhasil melihat sosok di hadapannya.
Kedua sudut bibir pria berambut perak itu sedikit terangkat.
Ssrrrk
Pria itu menggenggam tangan pria berambut hitam dengan kedua tangannya.
"Emh... Selamat pagi, kak Karllan"ucap pria itu dengan suara lembut.
"Bagaimana tidurmu?, apa kau bermimpi indah?"tanya Heront.
"Aku tidak terlalu mengingat nya, namun kurasa itu adalah mimpi yang cukup indah"ucap karllan sedikit mengangkat alisnya yang berwarna perak.
Tuk
Petikan kecil jari heront mengenai hidung mancung milik karllan.
"Itu sakit..."ucap karllan langsung menutupi hidungnya.
"Apa sesakit itu...?"tanya heront yang tampak khawatir.
Tuk
Tiba tiba petikan jari dari karllan meneganu dahi Heront, heront yang terkejut hanya bisa diam sesaat.
Lalu ketika perasaan terkejutnya menghilang, kedua pria itu hanya saling tertawa seolah hal itu hanyalah ejekan kecil dari kakak beradik yang akrab.
Tuk
Tuk
Suara ketukan cukup keras terdengar dari pintu yang tak terkunci
"Tuan, permisi saya akan masuk!"terdengar suara Louise dari luar pintu.
Srrak
Karllan bangun dari posisi berbaring ke posisi duduk.
"Masuklah"ucap karllan
Setelah mendengar suara karllan.
Pintu terbuka dengan pelan, tampak seorang pria berambut coklat tua berdiri dengan pakaian butler.
Pria itu tampak membawa nampan berisi baskom kecil yang terbuat dari keramik.
Louise melangkah perlahan, lalu ia menaruh baskom kecil itu di atas meja kecil di dekat jendela.
Dalam baskom keramik itu tampak sebuah handuk lembut yang terbuat dari wol terendam dalam air hangat .
Karllan beranjak dari tempat tidurnya dan membasuh wajahnya dengan air yang di siapkan Louise.
"Bagaimana kondisi para tamu kita, Louise?"tanya Karllan sembari mengusap lehernya dengan air hangat.
"Seperti yang anda perintahkan kepada saya, saya sudah memberikan para tamu kamar yang paling nyamaan dan luas di mansion. Saya juga sudah menyiapkan 1 teko air di setiap kamar agar para tamu bisa langsung minum ketika terasa haus. Kami juga menyiapkan pispot untuk para tamu agar mereka tidak perlu keluar dari kamar mereka ketika beliau ingin pergi ke toilet"ucap Louise yang tampak senang.
"Pispot?"tanya Heront tampak bingung.
"Izinkan saya menjelaskan sedikit , pispot adalah sebuah wadah yang terbuat dari tanah liat. Wadah ini biasanya di
gunakan oleh para orang orang barat untuk mrnjadi toilet darurat di Medan perang. "Ucap Louise menjelaskan.
"Bukankah kita sudah memiliki toilet yang langsung terhubung dengan selokan bawah tanah?, kenapa kita masih memerlukan benda yang di sebut pispot itu?"tanya Heront melihat karllan.
"Louise, aku tahu kau tak menyukai nona muda itu. Namun bukankah kau sudah terlalu jahat?!"ucap karllan mengambil handuk kering dari tangan Louise.
"Bagaimana bisa kau membiarkan seorang nona muda buang air di sebuah wadah yang terbuat dari tanah liat."ucap karllan yang tampak tertawa.
"Karllan, mari hilangkan dulu ekspresi puas yang tergambar di wajahmu tersebut sebelum kau mengatakan hal itu"ucap heront yang mengangkat tangannya sedikit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasi"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
