53. aku mencintaimu

1.8K 224 22
                                        

Matahari begitu cerah di hari ini.

Bersamaan dengan kicauan burung yang sedang memikat betinanya.

Di meja yang panjang yang terdiri dari 12 kursi disetiap sisinya serta 1 kursi di ujung meja yang merupakan tempat duduk kepala keluarga. 

Terlihat cukup banyak makanan yang terbuat dari sayuran berada di atas meja.

Tidak ada satupun daging di atas meja demi menghormati keyakinan tamuku.

 "Makanya sudah datang, semoga anda menyukai sarapan yang saya hidangkan kepada anda pagi ini"ucapku sembari menjulurkan tangan kananku kepada kedua pendeta yang berjarak 2 kursi dariku.

Uluran tangan itu adalah sebuah etikat dimana tuan rumah membiarkan tamu yang berkunjung untuk mencicipi makanan yang ia hidangkan.

Setelah tamu mulai mengangkat alat makan dan menelan makanan yang di suguhkan pemilik rumah baru boleh menyantap makanannya.

Kedua pria itu mengangguk, lalu mulai mengkat alat makan mereka.

Arshan perlahan membela roti yang terbuat dari gandum.

"Astaga bagaimana bisa roti gandum terasa seenak ini?"ucap arshan yang cukup kaget.

"Itu adalah roti yang terbuat dari gandum hasil panen petani tahun ini, anda bisa merasakan betapa bekerja kerasnya mereka untuk menanam gandum di iklim Utara yang tak menentu ini"ucapku tersenyum kepada arshan.

"Astaga begitu luar biasa nya"ucap arshan terlihat begitu senang.

Perlahan aku memutar mataku keara pria yang ada di samping arshan.

Pria bernama Renete itu tidak banyak bicara, tapi dari tatapan matanya dia terlihat cukup menikmati hidangannya.

"Tuan Duke, bolehkah saya tahu makanan apa yang baru saja saya makan ini?"tanya renete yang sudah mengosongkan piringnya 

'dia bicara terlebih dulu?!"

Meski sedikit tertegun dengan cepat aku kembali ketopik yang baru saja diangkat oleh pria itu.

"Makanan ini disebut dengan mashed potato, bahan utamanya adalah kentang"ucapku menjawab dengan ramah 

"Kentang?, bukankah itu adalah ubi beracun yang hanya dijadikan pakan ternak?, ternyata ubi itu juga bisa dimakan oleh manusia"ucap arshan begitu antusias.

"Sebenarnya jika kita benar dalam metode menanam dan membersihkan, racun dalam kentang juga akan menghilang dan bisa dinikmati oleh manusia sekalipun"ucapku tersenyum.

"Astaga, saya baru tahu tentang itu... Anda benar benar memiliki wawasan tinggi tuan Duke"ucap arshan memuji diriku.

perlahan aku membela roti gandum itu dengan pisau dan garpu.

Mulai memakan makananku dengan menunjukan etikat yang baik didepan tamu.

"Anda terlalu banyak memuji saya pendeta Arshan, Saya hanya memiliki banyak pengetahuan dalam tumbuh-tumbuhan. wawasan saya sendiri bukanlah hal yang patut di banggakan."ucapku tersenyum tipis sembari memakan roti tsb 

"Tuan Duke bagi saya anda benar benar hebat, pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan adalah hal yang sangat luar biasa. Dengan wawasan yang anda ketahui anda bisa saja membuat perubahan dalam bidang pertanian di kekaisaran "ucap arshan berdiri.

"Ya itu adalah wawasan luar biasa, tapi pengetahuan anda yang luar biasa itu juga bisa membuat anda kedalam jurang kedengkian banyak orang"ucap pendeta Renete berbicara sembari membela roti gandum itu dengan kedua tangannya 

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang