Aku melangkah dalam gelapnya malam, sesekali melihat 3 bulan yang bersinar begitu indah di atas langit tanpa bintang.
Mata zamrudku tak henti hentinya menunjukan senyuman, aku bahkan tak mampu menghentikan tawa lebar yang menyelimuti wajahku.
Kesenangan yang kurasakan malam ini begitu hangat dan membakar darahku.
Aku terus melangkah dan melangkah masuk kedalam bangunan panti asuhan.
"Selamat datang tuan"ucap Emily yang memakai pakaian pelayan berwarna hitam.
Dia membungkuk padaku
Aku mengangguk lalu berjalan di depan Emily.
Kami masuk kedalam sebuah ruangan kepala panti.
Tepatnya di bawah salah satu sofa yang tersusun indah.
Terdapat sebuah pintu kecil terbuat dari kayu.
Emily menarik gagang pintu yang berada di lantai itu terlihat sebuah tangga tangga yang cukup dalam.
Aku berjalan menuruni tangga yang terbuat dari kayu itu.
Ruangan itu begitu gelap, namun tidak apa apa karna aku mampu melihatnya dengan jelas.
"Siapa sangkah,gedung usang ini memiliki tempat tersembunyi "ucapku melangkah
"Benar master"jawab Emily yang berjalan di belakang.
Tuk tuk
Suara sepatu yang bergesekan dengan tangga terdengar begitu jelas.
Bau busuk juga tercium jelas.
Di ruang bawah tanah itu terdapat beberapa jeruji besi, bau darah kering dan bau mayat busuk tercium jelas menusuk hidung.
Tempat ini mirip seperti ruang bawah tanah miliki Laure namun bau busuk di tempat ini tercium lebih busuk dari milik Laure.
Kami melewati lorong yang di penuhi bau busuk itu lalu terlihat sebuah cahaya dari ujung lorong.
Tepatnya di sebuah pintu kayu
Clak aku membuka pintu.
Cahaya lampu terlihat begitu terang.
terlihat 2 orang pria berpakaian serba hitam berdiri disana.
"Selamat datang, tuan"ucap kedua pria itu membungkuk.
Aku mengangguk lalu mengalihkan pandanganku keara 2 wanita yang sudah berada di sana terbaring di lantai dengan terikat rantai.
Dan salah satu wanita itu tak lain adalah Anna, wanita yang sudah ku temui sebelumnya.
"Siapa kau sebenarnya lepaskan aku"teriak wanita berambut coklat mudah yang memakai gaun coklat tua dengan atasan putih itu
Wanita itu terlihat begitu panik sembari mencoba beberapa kali melepaskan ikatan rantai yang ada di kedua tangannya yang terbentang, sangat berbeda dengan Anna yang hanya duduk diam tanpa suara dan perlawanan di samping wanita itu.
"Louise"ucapku melihat Louise di belakangku.
"Baik tuan"ucap Louise menjslan mendekat dengan tongkat barunya yang sudah ku berikan.
Louise mengambil sebuah kertas di dalam saku kemejanya.
"2 wanita ini adalah pengurus panti asuhan yang bertugas untuk memasak dan menyiapkan makanan untuk anak anak"Louise mulai membaca.
"Wanita pertama bernama Yulia berumur 35 tahun dan yang satunya adalah Anna 24 tahun. Mereka menerima gaji namun tidak melakukan tugas mereka. Mereka sering melakukan penyimpangan seperti memukul anak anak yang merengek kelaparan dan terkadang membunuh mereka dengan sengaja"jawab Louise dengan suara bergetar.
Rachael menyentuh tangan Louise yang gemetar.
"Membunuh dengan sengaja, dengan cara apa?"tanyaku
"Untuk Anna dia sering memukul anak anak dengan sepatu, kursi, ikat pinggang dan berbagai senjata tumpul lainnya lalu sebagai menghilangkan barang bukti dia akan mengubur mayat itu didalam tanah dengan penuh pertimbangan. Lalu untuk Yulia...."ucap Louise perlahan terhenti.
"Rachael "ucapku
"Baik tuan"jawab Rachael mengambil kertas itu dari tangan Louise.
"Untuk pelaku Yulia, dia sering membunuh korbannya dengan cara menenggelamkan kepala korban kedalam bak mandi ataupun kloset. Sejauh ini korban dari kejahatan Yulia tidak perna di temukan... Karna..."ucap Rachael terhenti.
"Lanjutkan"ucap ku
"Karna tubuh korban korban dari Yulia akan di potong potong, dimasak lalu akan di sajikan pada anak anak panti dan pengurus panti yang lain"ucap Rachael membaca
"Begitukah "ucapku berjalan mendekat.
Aku perlahan berjongkok keara seorang wanita yang terlihat cantik itu
"Anna apa alasan mu membunuh?"tanyaku menyentuh wajah wanita itu.
Wanita itu tidak menjawab..
Park tamparan keras mengenai pipi lembut Anna, pipi itu seketiikaa memerahh dengan darah yang keluar karna tergores oleh kuku panjang milikku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
