66. semangat!

1.4K 183 15
                                        


"Siapa kau sebenarnya, kenapa tubuh Karllan ada padamu?"tanya Aroon sembari menahan tangan adiknya yang hendak menghampiri pria berambut hitam itu.
Pria berambut hitam itu tersenyum, dan ekspresinya benar benar serasi dengan senyuman yang ada di ingatan kedua anak kembar itu.

Heront menoleh keara kasur tempat Karllan yang masih terbaring.
Tubuhnya tampak sudah lebih membaik, namun dia masih tampak cukup pucat.
"Bagaimana kondisinya?"tanya Heront menatap Karllan.
"Jawab pertanyaan kami dulu, kenapa tubuh Karllan ada padamu?"tanya Aroon waspada.
"Aku tidak memiliki keharusan untuk menjawab pertanyaan dari seorang siren rendahan seperti mu"ucap Heront menatap Aroon tajam.

Brak tiba tiba tubuh Aroon dan Areen terduduk  dengan lutut yang menghantam keras di lantai.
"Apa ini?, mengapa aku tak bisa bergerak"
Mata Heront beralih dan menatap Karllan kembali, dia mulai melangkah keara kasur.
"Jangan berani-berani nya kau menyentuh Karllan"teriak Aroon keras.
"Memang kau siapa berani memerintah ku?"tanya Heront semakin mendekat.

"Jangan, tolong jangan sakiti Karllan"ucap Areen yang membuka mulutnya.
Mata Areen di banjiri air mata, mulutnya juga bergetar namun dia terus berusaha untuk menahan tubuhnya.
"Aku tidak perna sekalipun berfikir untuk menyakitinya"ucap Heront melirik Areen.
Perlahan Heront naik keatas kasur dan berbaring di samping tubuh Karllan yang terselimut dengan kehangatan.
Heront menggenggam tangan kiri Karllan dengan erat.
"Apa kabarmu Karllan?"tanya Heront dengan suara lembut.
"Apa kamu bahagia sekarang?, sepertinya kau sudah merubah banyak hal setelah masuk ke tubuhku!"Heront menyentuh rambut perak milik karllan.

"Jangan khawatir, aku tidak perna marah kepadamu! Ksu adalah hal yang paling berharga di dunia ini untukku!"ucap Heront tersenyum.
"Jadi bangunlah sekarang, karna kakak sudah datang jauh jauh hanya demi bisa bermain denganmu lagi"
_____
Alam bawah sadar Karllan.
Ketika membuka mata, aku mendapati diriku sedang duduk di tempat yang tampak seperti rumah kaca.
Terdapat meja bundar dan secangkir teh yang tersaji di meja.

Aku menundukkan kepalaku dan juga menyadari kalau terdapat sebuah tali yang melingkar di leherku.
Dengan hodie berwarna hitam dan celana pendek selutut dengan corak polos..
"Kenapa kau tidak meminum teh mu, Karllan?"terdengar suara dari sisi lain meja.
Aku menaikan kepalaku dan melihat ke Ara suara tersebut, tampak seorang lelaki berambut perak, dia memakai setelan jas dengan warna navy berambut hitam.

Dia memiliki mata zamrud yang indah serta bulu mata yang berwarna perak juga.
Pria itu dengan gerakan begitu halus mengangkat cangkir tehnya dan menyesap beberapa teguk teh lalu menurunkan cangkir teh ke tatakan di atas meja.
Mataku terpesona dan tak bisa mengalihkan pandangan ku tempat lain.
Aku menyadari betapa indahnya pria di hadapanku ini, dia tampak sempurna dengan etikat dan juga pakaian mewah itu
"Jika kau terus menatapku, teh itu akan menjadi lebih dingin"ucap pria itu membuyarkan pikiranku.
"Emh"aku kaget dan tanpa sengaja menyenggol cangkir teh dan membuat cangkir itu jatuh ke lantai dan pecah menjadi beberapa bagian.
.

"Ma-maafkan aku, aku tidak sengaja"ucapku panik karna sudah menjatuhkan cangkir yang tampak begitu mahal itu.
"Karllan jangan sentuh itu"ucap pria berambut perak itu mencegahku.
Ketika mendengar suara kerasnya aku sontak berdiri mematung dan mengikuti katanya.
"Menjauh dari sana, aku akan terluka"ucap pria itu mendekat kearaku.
Ketika pria itu mendekat aku mampu melihat perbedaan tinggi yang terlampau jauh di antara kami berdua..

"Ma-maafkan saya..."ucapku mencoba membungkuk.
"Hentikan apa yang kau lakukan sekarang?"ucap pria berambut perak itu tiba tiba keras.
Aku yang kaget langsung mengangkat kepalaku dan menatapnya.
"Meminta maaf"ucapku terbata

"Seorang bangsawan tidak di perbolehkan untuk menundukkan kepalanya begitu mudah dengan sembarang orang, Karllan"ucap pria itu.
Kali ini wajahku dan wajahnya tampak begitu dekat.
Aku mampu melihat pantulan wajahku dari mata berwarna zamrud itu.
Seorang pria berambut hitam yang tampak begitu membosankan.
Wajahku hanya tampak seperti seorang pria biasa pada umumnya tanpa ada sedikitpun keindahan.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang