88. akhirnya pendeta confess

414 43 2
                                        

Mansion utama, kamar tamu lantai pertama.
Seorang pria berambut perak duduk di sebuah sofa.
Mata zamrudnya bergerak memperhatikan seorang pria berkulit coklat yang sedang menyembuhkan seorang wanita.

Kekuatan suci berwarna hijau mudah itu tampak begitu terang dan hangat.
Pintu perlahan terbuka, tampak 2 orang pria yang berjalan masuk.
Salah satu pria memiliki rambut hitam, lalu pria di belakangnya memiliki rambut merah tua.
Salah satu pria tampak sedang membawa buntalan kain dengan sangat hati-hati
"Karllan bagaimana keadaannya?"ucap heront mendekat keara karllan.

"Seperti yang kau lihat"ujarku
Mataku sedikit melirik keara buntalan kain yang masih ia pegang.
"Apa itu?"tanyaku
"Mayat seorang bayi..."ucap heront melangkah.
Lalu perlahan ia menaruh buntalan kain tsb di samping wanita yang masih belum sadar itu.

Aku hanya terdiam lalu melipat tanganku di depan dada.
"Jadi apa kau mengenalnya, kak?"tanyaku melirik Heront yang berdiri.
Pria itu tampak melirikku juga lalu menggelengkan kepalanya dengan lembut.
"Begitukah..."ucapku Kemabli melihat keara wanita itu.

Perlahan Cahaya hijau itu berhenti dengan tangan Renete yang diturunkan.
"Untuk sekarang dia sudah baik baik saja tuan"ucap Renete melirik kearaku.
"Kau bisa kembali ke kamarmu sekarang"ucapku singkat.
"Baik tuan .."ucap Renete perlahan melangkah.
"Emily kau tetap disini, lalu langsung datangi jika wanita itu sadar. "ucapku perlahan berangkat dari kursi.

"Baik tuan"jawab Emily yang sedang berdiri tak jauh dariku.
Ketika aku berbalik dan hendak keluar dari pintu.
"Sepertinya anda tidak perlu menunggu lagi, tuan"ucap Emily tiba tiba dan
Gubrak
Secara bersamaan.
Suara keras benturan terdengar tepat dari belakangku.

Ketika tubuhku berhadapan dengan suara tsb. Tampak tubuh wanita yang seharusnya berbaring di kasur sudah berada di lantai.
Wanita itu tampak membuka matanya dengan tubuh lemahnya.
"Tuan Duke, tolong dengarkan permintaan saya "ucap wanita itu berteriak keras.
Wanita itu menundukkan kepalanya dilantai.

"Sebelum itu, bukankah seharusnya kau memperkenalkan dirimu terlebih dahulu nona?"ucapku melirik keara Emily yang hanya berdiri.
Emily mengangguk, lalu perlahan membantu wanita itu bangkit.

"Nona... Tubuh anda masih lemah"ucap Emily.
Wanita itu menolak Emily dan masih duduk di lantai dengan kepala yang masih menempel dengan lantai.
"Saya Mariah Curie, salah satu pelayan dari kediaman count Claude di barat"ucap wanita itu meronggo sesuatu dari kantong di gaun pelayannya.

Ia menjulurkan surat dengan lilin berwarna hitam, di segel lilin itu terdapat lambang 2 burung merpati yang saling berhadapan sedang bertengger di 2 ranting yang bersilang.
Aku menggerakkan mataku kepada Heront, lalu sedikit mengangguk.

Ketika amplop menyentuh tanganku, amplop itu terasa cukup tebal hanya untuk sepucuk surat.
Aku merobek segel tsb lalu membuka amplop.
Didalam amplop memang hanya ada 1 kertas, namun di samping lipatan kertas berwarna kecoklatan itu.
Terdapat potong rambut yang memiliki warna berbeda.
Rambut berwarna  merah pekat dan warna zamrud saling bercampur sampai sampai memasuki lipatan kertas.

Aku membuka lipatan surat tsb dan perlahan membaca isinya.

"
Kepada tuan Duke Karish yang terhormat.
Anda mungkin belum mengenal siapa saya, jadi mari kita bertukar salam sejenak.

Perkenalkan nama saya Peonia Dania Claude, istri  count Claude dari wilayah barat.
Surat ini saya kirimkan bukan hanya semata-mata untuk saling bertitip salam.
Tuan Duke, saya ingin menagih hutang yang telah anda janjikan kepada ayah mertua saya 20 tahun yang lalu.

Suami saya telah wafat beberapa Minggu yang lalu, lalu beberapa hari kemudian putra saya yang berusia 2 bulan juga menyusul.
Dan tak lama lagi saya juga akan menyusul mereka.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang