side story 2. Arion Karish

883 102 3
                                        

Ruangan itu tampak begitu berantakan dengan banyaknya kertas serta krayon yang bertebaran.
Terdapat banyak mainan disana, entah itu balok kayu, bola yang terbuat dari kapas ataupun banyak boneka beruang yang beragam warna dan ukuran.

Terdapat banyak jejak anak anak yang bermain di tempat itu, dan di sanalah pria berambut hitam yang memiliki mata berwarna zamrud itu berdiri.
Pria itu memakai sebuah jas formal pekerja kantoran dengan koper kecil yang ia pegang di tangan kanannya.
Dikakinya juga terpasung sepatu kulit formal, serta celana panjang yang begitu licin dan disetrika rapih.

Pria itu memutar matanya memperhatikan ruangan tsb dengan cermat, lalu mulai berpindah dan menatap keara pintu berwarna coklat.
Pintu itu tampak lapuk dan penuh bekas goresan seolah cakaran.

Dia melangkah mendekat keara pintu itu, suara sepatu kulit dan lantai yang bergesekan terdengar cukup keras dan memenuhi ruangan sunyi tsb.
Ia memegang gagang pintu yang terbuat dari tembaga.
Clak
namun pintu itu terkunci, tercium bau busuk dari dalam tempat itu.
Dan hal itu semakin membuat pria tsb penasaran, namun beberapa kali dia mencoba mendobrak pintu yang tampak lapuk tsb.
Pintu itu tetap berdiri kokoh tanpa ada sedikitpun kerusakan.

"Apa kau Arion Karish?"tiba tiba terdengar suara seseorang bersamaan dengan kemunculan seorang wanita tepat dibelakang pria tsb.
Pria itu langsung berbalik dengan cepat, ketika matanya menatap tepat keara wanita itu berada.

Terlihat seorang wanita yang memakai tudung berwarna hitam menutupi setengah wajahnya, dari sela-sela tudung tsb tampak rambut berwarna hijau mint yang bergelombang tergerai panjang sampai menyentuh lututnya.
"Ya itu saya, siapa anda?"tanya pria itu kebingungan.
Wanita itu hanya diam lalu membalikan tubuhnya, ia mengangkat lampion di tangan kanannya seolah sedang mencoba memberi cahaya.

Ketika langkah pertama yang wanita itu hentakan di lantai,
Krrrtk.
Suara retakan tiba tiba muncul, suaranya sama persis seperti suara gelas yang jatuh dari ketinggian membentur lantai keras dan hancur berserakan.
Tampak seperti itulah ketika ruangan yang penuh kekacauan itu tiba tiba menghilang.

Ruangan yang awalnya tampak begitu terang langsung hancur dan berubah menjadi tempat yang begitu gelap.
Bahkan lampion yang di pegang wanita itu hampir tak bisa menerangi langkah mereka.
"Aku akan mengantarmu ke pintu neraka terdalam, jadi tolong ikuti langkah ku"ucap wanita itu melangkah

Pakaian yang Arion pakai juga berubah, dia hanya memakai sebuah hodie berwarna abu abu dengan celana pendek selutut tanpa alas kaki.
Arion tampak terdiam dan lalu mengikuti langkah kaki wanita yang berjalan 2 meter darinya.
Setiap langkah yang mereka hentakan, jalan yang mereka lalui semakin tajam.
Darah mulai mengalir dari telapak kaki Arion yang berjalan tanpa alas di atas permukaan lantai yang tajam dan dipenuhi duri duri.

"Apa kau tidak akan bertanya kepadaku?"wanita pemegang lampion membuka pembicaraan.
"Tentang apa?"tanya arion bingung.
Nada bicara Arion begitu lembut dengan bahasa sopan.
"Alasanku membawamh ke neraka, apa kau tidak penasaran akan hal itu?"tanya wanita pembawa lampion.
"Dari tempat yang akan kita tuju, aku bisa menyimpulkan alasannya. "Ucap Arion tersenyum tipis.
Ujung bibirnya bergetar dengan alis sedikit berkerut.

"Nona, apa anda seorang malaikat maut?"tanya arion
Wanita itu hanya terdiam, dan terus melangkahkan kakinya.
Mereka terus melangkah dalam kesenyapan, walau jalan tsb dipenuhi begitu banyak duri.
Arion terus melangkah mengikuti langkah kaki wanita pemegang lampion.

Tak lama kemudian mereka telah sampai di pintu berwarna merah pekat yang tak lain adalah pintu neraka.
"Silahkan masuk"ucap wanita itu kepada Arion.
Arion mengangguk lalu memegang gagang pintu berwarna merah tsb

Clak
"Eh?"ujar Arion kebingungan.
"Mengapa kau masih belum membuka pintunya?"tanya wanita pemegang lampion.
"Aku sudah mencoba, namun pintunya sama sekali tak mau terbuka"ucap Arion menatap wanita pemegang lampion.
Wanita itu terdiam sesaat sembari memegang dagunya.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang