Setelah sedikit berusaha akhirnya aku bisa mengeluarkan Laure dari ruangan itu.
Aku duduk di kursi kayu berdekatan dengan jendela.
"Bangunlah, kau tidak perlu berpura pura tak sadarkan diri lagi. Aku sudah mengusir mereka"ucapku membuka buku yang terdapat pada lemari pendek di dekat jendela.
Srrrt
Wanita itu membuka matanya.
Terlihat mata berwarna ungu yang sangat gelap.
Gadis itu mengambil posisi duduk.
Dia menatapku dengan mata yang pudar itu
"Apa anda adalah master saya selanjutnya?"tanya gadis itu tanpa ekspresi.
Aku tak menjawab kata katanya dan membalik lembaran buku.
Suara gesekan kertas terdengar jelas di ruangan yang sunyi itu.
"Jika itu benar, apa tanggapanmu?"tanyaku membalik halaman.
"Tidak ada yang bisa saya katakan, saya akan menerima anda seperti master saya sebelumnya"ucap gadis itu lancar.
Matanya begitu gelap dan wajahnya terlihat begitu datar.
"Begitukah, tapi aku tidak tertarik dengan sesuatu yang sudah di kotori oleh orang lain"jawabku
"Begituka!, apa anda membeli saya untuk memuaskan hasrat para ksatria di kediaman anda?!"ucap gadis itu.
Srrrt
Aku menurunkan buku itu.
"Apa mastermu sebelumnya melakukan itu?"tanyaku memandang gadis yang berjarak 3 meter dariku itu.
"Dia tidak mau terkena penyakit dari budak yang sudah di pakai berkali kali, jadi dia memberikan budak ini kepada para ksatria di Medan perang yang mengalami frustasi seksual "ucap gadis itu
"Kenapa kau menyebut dirimu sendiri budak?"ucapku melipat kaki kananku keatas kaki kiriku
"Karna saya memang seorang budak"jawab gadis itu.
"Emh.... Apa kau senang menjadi seorang budak seks?"tanyaku.
Grut
Tangan gadis itu mencengkram seprai
"Apa menurut anda saya ingin menjadi budak, tidak sama sekali. Saya harus melayani banyak pria, bertahan meskipun vagina saya terkocak dan hancur karna orang orang itu.... Saya sama sekali tak perna menginginkan itu semua"ucap gadis itu tertunduk.
Air matanya perlahan jatuh dan mengenai pahanya.
"Saya selalu memanjatkan doa yang sama kepada dewa,Keinginan saya hanya satu"ucap gadis itu berteriak keras.
"Tolong kirimkan malaikat maut untuk menggorok leher ini. Agar aku tidak perlu menderita lagi"ucap gadis itu mengangkat wajahnya.
Dia menangis penuh putus asa.
Trrrt
Aku berdiri dari kursi kayu dan mulai berjalan mendekat.
"Hei tuan, apa anda malaikat maut yang di kiriman dewa untuk saya?"tanya gadis itu menatapku.
"Tidak, aku tidak perna percaya akan kehadiran dewa di dunia ini, karna orang miskin akan menjadi miskin dan orang kaya akan selalu kaya. Jadi tidak ada gunanya terus memanjatkan impianmu kepada sosok yang di sebut dewa"ucapku yang hanya berjarak 1 meter darinya.
"Begitukah, saya mengerti"ucap gadis itu menatap tepat mataku.
Aku mengangkat tangan kananku.
Dan perlahan menyentuh kalung budak yang begitu mencolok itu
"Aku memang bukanlah malaikat maut yang kau nantikan, karna aku hanyalah sosok manusia yang penuh dengan rasa iri dan kebencian serta dendam terhadap dewa"ucapku
Grrtaak
Kalung budak itu langsung pecah menjadi beberapa bagian.
Mata gadis itu melebar ketika kalung budak itu berhamburan.
"Bukanya rasanya sesak?"ucapku tersenyum tipis mengangkat potongan kalung dari logam baja itu.
"Kalungnya?"ucap gadis itu tercengang.
Terlihat bekas luka yang melingkar di leher gadis itu dikarenakan gesekan kalung dan daging.
"Tuan bolehkan saya bertanya, mengapa anda ingin balas dendam kepada dewa?"tanya gadis itu.
"Aku memiliki anak perempuan dan juga seorang adik perempuan. Mereka juga selalu berdoa kepada dewa namun takdir dewa tak perna bia beruba sekalipun mereka sudah begitu taat berdoa. Pada akhirnya mereka berdua akan mati dengan tragis dan menyakitkan"jawabku tersenyum.
Aku perlahan melangkah.
"Sekarang aku sudah memutuskan kontrak budakmu dengan mastermu sebelumnya. Kau bisa bebas sekarang"ucapku berjalan
Srrrt
"To~tolong jadikan saya bawahan anda"ucap gadis itu keras .
Aku memutar mataku dan melihat gadis berambut hitam penuh perban itu sudah mengambil posisi sujud di lantai.
"Kau sudah bebas sekarang, kenapa kau memintaku menjadikanmu bawahan"ucap ku melihat gadis itu
"Saya tahu anda sudah membebaskan saya, namun dalam kondisi yang masih lemah seperti ini. Saya tidak akan mungkin mampu bertahan hidup"ucap gadis itu.
Dia cukup cerdas.
"Jadi karna alasan itu, kau ingin menjadi bawahan ku?"ucapku
"Tidak, saya juga berhutang Budi kepada anda. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi saya adalah setengah naga. Setelah kalung budak itu terlepas saya bisa mengeluarkan semua kekuatan saya yang tersegel"ucap gadis itu.
"Saya bahkan bisa melenyapkan sebuah kota hanya dengan hembusan nafas saya. Jadi anda bisa memanfaatkan saya untuk membalaskan dendam anda kepada dewa"ucap gadis itu keras.
"Emhh, lalu?"ucapku
"Sa-Saya akan bersumpah setia kepada anda, jika perlu anda bisa mengekang saya dengan kontrak budak"ucap gadis itu lantang.
"Angkat kepalamu"ucapku
Gadis itu perlahan mengangkat wajahnya.
Mata ungu yang awalnya gelap sudah sedikit berbinar Sekarang.
"Mulai sekarang namamu adalah Emily"ucapku
"Nama?!, maksud anda. Saya sudah di akui"ucap gadis itu
"Mulai sekarang tolong lindungila gadis kecilku "ucapku tersenyum.
"Saya mengerti, master"ucap gadis itu terlihat senang.
Dengan itu
Kontrak budakpun terbentuk.
Tanpa ada kalung budak yang mencolok, hanya sebuah tanda budak yang muncul di mata kanannya.
"Tuan tolong buka jendela anda malam ini"ucap Laure yang mengantarku.
"Emh"jawabku mengangguk lalu masuk kedalam kereta yang sama dengan Emily.
"Apa kau yakin tidak mau beristirahat dulu?"ucapku memangku daguku.
"Apa maksud anda?!, jika anda pergi tentu saja saya harus pergi juga"ucap Emily tersenyum.
Aku menggerakkan mataku.
"Sudah ku duga, lukamu tidak akan langsung sembuh meskipun kekuatanmu sudah lepas dari segel"ucapku.
"Yah itu karna saya adalah setengah naga, kemampuan regenerasi saya tidak mampu secepat ras naga murni"jawab Emily.
"Hei Emily bisakah kau melakukan sesuatu untukku?"tanyaku
"Tentu saja saya bisa melakukan apapun sesuai perintah anda tuan"ucap Emily tersenyum.
____
Beberpwa hari kemudian.
Kediaman karish.
"Selamat datang tuan"ucap Orkan membuka kereta kuda.
"Orkan panggilkan dokter"teriakku keras sembari menggendong Emily di punggungku.
"Baik tuan"ucap Orkan.
Aku berjalan dengan cepat melewati para pelayan yang memberi salam padaku.
"Ayah, anda sudah kembali"ucap leamona memakai gaun berwarna biru mudah.
Namun aku mengabaikan salam itu dan langsung bergerak cepat.
Aku membaringkan Emily yang di penuhi darah keatas kasur selebar 2M X 2 M itu.
"Aghkkkkkkkk"teriakan Emily begitu keras dan menyakitkan.
Seprei yang berwarna putih itu langsung beruba merah ksran darah.
"Tuan, saya membawa air hangat"ucap Bina membawa ember kayu dengan kain didalamnya.
"Ayah ada apa dengan gadis itu"ucap Mona mendekat.
"Tuan saya membawa dokter"ucap Orkan.
Dokter langsung bergerak cepat.
"Aghkkkkkkkk sakit hentikaaaan"teriak Emily keras
"Ayah kenapa dia terus menangis dan kesakitan?"ucap Leamona dengan wajah sedih.
Mona memang gadis yang sangat baik.
"Tolong pegangi dia"ucap dokter kepada Orkan dan Bina
"Hentikan itu, dia terlihat kesakitan"ucap Mona keras sembari memegang tangan dokter.
"Dia sudah dililit banyak perban yang berarti dia sudah mendapatkan banyak luka. Jika kau memeganginya dengan paksa kau hanya akan membuat lukanya terbuka"ucap Mona.
"Tch" suara decakan terdengar dari dokter itu.
"Bisakah anda menyingkir, anda menghalangi"ucap dokter sialan itu kepada Mona.
"Tapi gadis ini benar benar terlihat kesakitan "ucap Mona dengan air mata.
"Aghhkkkh sakit....."teriak Emily keras.
Mona melepaskan tangan dokter dan mendekat keara Emily.
Dia menggenggam tangan kanan Emily yang di penuhi luka
"Itu pasti sakit kan... Tidak apa apa, kami akan menyelamatkanmu "tetesan air mata itu jatuh mengenai tangan Emily.
Srrnk
Tiba tiba muncul cahaya yang begitu terang.
"Apa ini?"ucap Mona bingung.
"Yah benar, lakukan itu Mona "
"Sembuhkan dia dengan kekuatan sucimu"gumamku menutupi mataku dengan lengan kananku.
Dalam sekejap mata. Luka dan rasa sakit Emily menghilang .wajah yang di penuhi memar kembali pulih
"Eh kekuatan suci?, kenapa aku bisa?!"ucap Mona kebingungan.
"Eh tunggu, ayah apa maksudnya ini?. Bagaimana aku bisa menggunakan kekuatan suci"ucap Mona kebingungan.
Di dalam game asli hanya segelintir orang yang mampu menggunakan kekuatan suci dan diantar sedikit orang, protagonis wanita adalah salah satu orang yang mampu menggunakan kekuatan suci.
Grub
Aku memeluk gadis berambut perak itu.
"Tentu saja kau pasti bisa melakukannya Mona "
"Kau berhasil Mona "ucapku menepuk rambut Mona
"Karna Kau dan protagonis wanita berbagi gen dari ayah biologis yang sama"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasía"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
