"Maafkan saya tuan ..."
Terlihat seorang pria berambut hijau yang memakai pakaian pende5a berwarna putih berjongkok di depan seorang pria berpakaian hitam itu.
Pria itu terlihat akan menangis, namun dia berusaha menguatkan dirinya.
Pria berambut hijau itu melepaskan pakaian pria berambut hitam itu dan memakainya lalu memakaikan pakaianya pada pria yang tak sadarkan diri itu.
Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat pria berambut hijau itu tersenyum tipis lalu memegang wajah pria berambut hitam itu.
Tuk
Dia menempelkan keningnya ke kening pria itu.
"Tolong hiduplah, tuan ..."
Samar samar pria berambut hitam itu melihat pria berambut hijau yang berlari keluar dari tempat itu.
"Arshan....?" Pria berambut hitam itu mencoba meraih pria yang berlari.
Itu adalah kali terakhir dia melihat anak itu, dan kembali tak sadarkan diri
"Tuan saya harus pergi sekarang"
Pria berambut hijau itu berada di sebrang sungai, tempat taman bunga terbentang sedangkan pria berambut hijau itu berada di tempat yang penuh dengan bangunan.
"Arshan kemana kau pergi"teriak pria berambut hitam itu.
"Arshan...."ucap pria berambut hitam berlari keara sungai yang tampak deras itu.
Pria berambut hitam itu terus mencoba melewati sungai berarus itu demi menjangkau pria berambut hijau yang berdiri tersenyum padanya.
"Arshan.... Tidak jangan pergi"teriak pria berambut hitam itu berusaha keras melewati sungai.
Namun dia akhirnya terjatuh dan hampir terseret arus deras tsb.
Ketika tubuhnya hampir hanyut terbawa arus terlihat sebuah tangan kecil menggenggam tangan kanannya.
Dan dalam sekejap tempat itu berubah, dari sungai yang deras menjadi lapangan luas yang dipenuhi dengan daun daun berwarna orange.
Pria berambut hitam itu menoleh keara tangan kanannya, tampak seorang anak kecil yang tampak berusia 5 tahun menggenggam tangan nya.
"Nak kemana kau ingin membawaku?"tanya pria itu.
Namun anak itu menjawab.
Pria itu juga memiringkan kepalanya merasa heran dengan pakaian yang dikenakan oleh anak ini.
Anak itu memakai pakaian yang aneh, dia memakai sebuah hodie berwarna hitam dengan gambar kucing berwarna putih.
Anak itu memiliki rambut hitam bergelombang, namun sedekat apapun jarak diantara mereka berdua.
Pria berambut hitam itu tak bisa melihat wajah anak kecil yang menuntunnya berjalan itu.
"Nak apa kau melihat pria berambut hijau muda?"pria berambut hitam itu mulai berbicara.
Namun anak itu sama sekali tak menjawab pertanyaan nya.
Anak itu terus menuntun pria berambut hitam itu keara sebuah pintu berwarna putih.
"Pintu?, mengapa kau menuntunku kemari?"tanya pria itu tampak heran.
Anak itu tidak menjawab namun terdengar suara tawa dari anak itu.
Lalu anak lelaki itu perlahan mendorong tubuh pria itu ke pintu, anak itu seperti memaksa pria itu untuk membuka pintu putih itu.
"Apa kau ingin aku membuka pintu ini?"tanya pria berambut hitam itu.
Dengan cepat anak itu mengangguk dengan semangat.
Sesuai permintaan anak itu, pria itu membuka pintu putih tsb.
Namun hanya ada kegelapan di dalam pintu itu, kegelapan yang tak berujung.
"Apa kau ingin aku masuk kesana?"tanya pria itu.
Anak itu mengangguk cepat sembari mencoba mendorongnya.
"Tidak, aku tidak bisa pergi. Aku harus menemukan Arshan "ucap pria itu.
Namun anak itu menggeleng, lalu tiba tiba muncul anak lain yang memakai pakaian berwarna putih kebiruan.
Anak itu tampak seperti seorang bangsawan dengan rambut perak yang indah, dan sama seperti sebelumnya. Pria itu masih tak mampu melihat wajah kedua anak itu.
Anak berambut perak itu mendorong pria tsb sampai dia masuk kedalam pintu.
"Hei tunggu dulu, aku tidak bisa pergi tanpa arshan"ucap pria itu kebingungan.
saat dia terdorong kedalam pintu, dia mulai merasa seperti jatuh kedalam sebuah jurang yang dalam.
"Tidak apa apa..."tiba tiba suara yang cukup lembut Muncul.
Pria berambut hitam itu sontak berteriak.
"ARSHAN....." Sembari menjulurkan tangannya keatas seakan mencoba meraih tangan pria yang tak dapat ia lihat itu.
Pria bernama arshan itu seakan bersembunyi didalam kegelapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
