16. milik siapa

7.8K 895 18
                                        

"Hidupmu benar benar tidak adil, Louise"gumamku.

Aku menuruni tangga.

Dan terlihat 2 orang yang sudah berdiri di lorong.

"Sudah ku bilang, aku itu yang berperan sebagai suami "ucap Rachael.

"Tidak akan kuterima. Aku pasti akan memotong penismu itu"ucap Emily mengeluarkan cakarnya.

"Haaah mereka mulai berkelahi tentang istri atau suami lagi"ucapku menepuk kepalaku.

"Rachael, Emily"ucapku melangka.

"Tuan selamat datang kembali"ucap mereka berdua bersamaan.

"Apa kalian menemukan sesuatu?"tanyaku 

"Lebih baik jika saya membawa anda kesana daripada menjelaskannya "ucap Emily berpaling.

Rachael juga hanya memalingkan wajahnya.

Melihat dari ekspresi mereka sepertinya panti asuhan ini lebih menjijikan sehingga tak mampu di ucapkan dengan kata kata manusia.

"Tunjukan aku jalannya"ucapku dengan wajah datar.

Kedua orang itu mulai berjalan keluar dari bangunan panti asuhan 

Lalu mengambil jalan berputar dari pagar beton yang mengelilingi bangunan panti asuhan.

Kami perlahan masuk kedalam sebuah hutan kecil.

Di dalam hutan itu terdapat sebuah peternakan babi.

Setiap langkah mendekat aroma bangkai terus tercium semerbak menusuk.

Dan tepat aku berada di kandang babi yang terbuat dari bambu itu aku bisa melihat sekitar 13 babi berkulit hitam.

Para babi itu membuat beberapa grombolan yang berisi setidaknya 4 babi dalam 1 grombolan.

Dengan kepala yang tertunduk para babi itu mengerumuni sesuatu yang ada di dalam kandang yang cukup lebar itu.

"Rachael"ucap Emily.

"Baik"ucap Rachael masuk kedalam kandang.

Rachael mencoba mengiring babi berpencar.

Saat para babi babi itu mulai terpecah karna gertakan Rachael.

Aku bisa melihat sesuatu yang sudah membusuk.

Itu adalah bagian bagian tubuh manusia yang sudah tak berbentuk dan mulai memmbusuk.

Salah satu babi berwarna hitam itu berlari sembari menyeret usus besar dari satu tubuh, usus besar itu terlihat masih berwarna merah dengan belatung yang sudah menggerogoti.

"Hei lepaskan itu...."teriak Rachael coba mengambil usus manusia itu dari gigitan babi.

Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun aku merasakan sesuatu seperti meluap di dadaku.

Amarah?

Mungkin sebuah amarah.

Mataku menyipit melihat babi babi yang gemuk itu.

Hanya ada 1 wajah di otakku sekarang.

Kepala panti....

"Rachael, Emily"ucapku dengan keras 

"Ya Tuan?"ucap mereka bersama.

Kedua orang itu menatapku dengan wajah yang sedikit memucat.

Sepertinya insting bertahan hidup mereka mulai beraksi karna tatapanku.

"Singkirkan semua babi babi itu, potong perut mereka dan dapatkan bagian bagian tubuh anak anak yang sudah binatang itu makan"ucap ku.

"Baik tuan"jawab mereka bersamaan.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang