Sudah 3 Minggu sejak aku jatuh sakit, perlahan demi perlahan tubuhku mulai membaik.
Pagi ini hari terasa sangat cerah dan hangat.
Aku terbangun dari tidurku, perlahan mengambil posisi duduk dan melihat keara jendela yang memperlihatkan langit biru yang indah.
Lalu aku mengarahkan wajahku keara sisi kananku.
Seorang pria berambut perak tertidur dalam posisi duduk bersandar di ujung ranjang ku.
Tangan kanannya menyentuh ranjang dan tangan kirinya memegang sebuah buku .
Perlahan aku merangkak mendekat keara pria itu, dengan tangan yang tampak kurus itu aku menyentuh wajah ayah yang terlihat sangat kelelahan.
Lingkaran dibawah matanya juga terlihat begitu tebal.
Aku sedikit melirik keara buku yang ayah pegang, buku itu berwarna hijau tua dengan tulisan yang tebal.
Tertulis kalimat 'cara menjadi orang tua yang baik' yang berada di sampul buku itu.
"Ayah..."ucapku perlahan.
Suara yang kecil yang ku keluarkan membuat ayahku membuka matanya.
Ayah perlahan melirik kearaku yang tepat ada di sebelahnya.
"Ayah aku lapar..."ucapku tersenyum.
Mata ayah terlihat melebar saat kata kata itu terlontar.
"Apa yang kau inginkan, Reeves?"tanya ayah melepaskan bukunya.
"Aku ingin bubur telur"ucapku tersenyum.
"Begitukah, ayah akan meminta Orkan memberitahu koki "ucap ayah menyentuh rambutku.
Aku mengangguk.
Setelah 3 Minggu lamanya, akhirnya aku bisa makan dengan baik.
Aku bisa menghabiskan buburku dengan lahap tanpa ada hambatan di kerongkongan.
Rasa sakit selama 3 Minggu terasa terbayar kan hanya dengan semangkuk bubur telur yang gurih dan lembut.
Jam 10 pagi
Ayah membawaku untuk berkeliling di sekitar mansion sekaligus berjemur di bawah sinar mentari setelah hampir sebulan aku tidak perna keluar dari mansion.
Kami berjalan melewati banyak bunga yang berada kediaman karish menuju sebuah bangunan yang biasa di gunakan untuk minum teh.
Aku memegang kemeja ayah yang berwarna hitam itu sembari terus memandang wajah ayahku yang terlihat cukup senang.
"Ayah selamat datang"perlahan terdengar suara dari Ara bangunan yang Kami tuju.
Terlihat seorang gadis berusia 4 tahun berdiri dengan gaun berwarna orange dengan motif bunga matahari, gadis itu memiliki rambut berwarna perak di kuncir 2 dengan pita berwarna merah tua yang menghiasi rambutnya yang indah .
"Rambut Leamona?!"
"Ayah... Rambut Mona?"ucapku bertanya pada ayah.
"Dia memintanya"ucap ayah memandangku.
"Aku juga ingin rambut berwarna perak seperti ayah!"gumamku kecil sembari tak henti memperhatikan rambut Mona yang tampak persis seperti milik ayah.
Rambut perak itu berkilau indah di bawah sinar mentari dan hal itu membuatku iri.
Kami bertiga Duduk di kursi yang terbuat dari kayu berwarna coklat tua yang terlihat mengkilap.
Sekaligus memakan sedikit camilan dan susu.
"Kakak selamat atas kesembuhanmu"ucap Mona membuka percakapan.
Perlahan ia menjulurkan kepada pengasuhnya.
"Ririn, tolong berikan buku itu pada kak Reeves"ucap Mona yang berbicara dengan tata bicara yang begitu sopan.
"Baik nona muda"ucap wanita berambut hitam pendek dengan mata hijau tua yang sedari tadi memegang sebuah buku yang cukup lebar.
Tutur bahasanya benar benar memperlihatkan kalau dia adalah bangsawan yang sudah belajar tata Krama sejak kecil.
"Tuan muda, ini adalah hadia yang nona muda siapkan untuk menyambut kesehatan anda, semoga kesembuhan akan selalu mengikuti anda"ucap pengasuh itu memberikan buku dengan posisi sedikit berlutut.
"Terima kasih Ririn"ucapku mengambil buku itu dari tangan Ririn .
Perlahan aku membuka buku itu dan terlihat sebuah lukisan lukisan yang terlihat aneh.
Lukisan itu sangat tidak jelas dan hanya terlihat banyak warna yang beradu.
Aku hanya bisa melihat 4 coretan krayon yang membentuk manusia lidi dengan kepala yang berwarna warni.
Diatas manusia lidi itu terdapat tulisan tangan, tulisan itu terlihat sangat jelek dengan banyak kata yang salah.
Namun aku bisa memahaminya. Manusia lidi itu bukanlah di buat dengan acak namun dia membuatnya dengan sungguh sungguh.
manusia lidi yang besar dan berada di tengah itu digambar memiliki rambut berwarna putih yang tak lain adalah ayah , 2 manusia lidi kecil yang memiliki rambut pirang adalah aku dan kak trance, lalu manusia lidi berambut putih yang panjang berada di antara aku dan kak Trance adalah Leamona sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
