75. bmhkmm

963 112 6
                                        

"Tuan Renete apa kau baik baik saja?"tanyaku tersenyum sembari menepuk punggungnya.
"Emh saya sudah baik baik—uwhek"
(Disini Renete gak bener bener muntah yah)
Rambut Renete yang panjang tampak terurai berantakan sampai sampai hampir menyapu setiap lantai.

Rambutnya yang hitam bergelombang itu tampak indah di mataku, lalu tanganku bergerak dan menyentuh helaian rambut yang tebal itu.
"Apa anda keberatan jika saya menata rambut anda, tuan Renete?"tanyaku tersenyum tipis.
Renete melirik sedikit lalu menunjukan senyumannya.
"Saya akan merepotkan anda"ucap Renete dengan mata lembutnya.

Mereka berdua beranjak meninggalkan lantai dingin itu.
Tampak Renete duduk di kursi sembari memegang sebuah sisir yang ia ambil dari kopernya, dan seorang pria berambut perak yang berdiri di belakang Renete.
Ketika Renete memberikan sisir karllan dengan cepat meraih sisir yang terbuat dari kayu berwarna kecoklatan tsb.

Dengan perlahan karllan menyisir rambut Renete lalu mulai menata rambut Renete sedikit demi sedikit.
Ia mengambil sebagain rambut samping kiri dan kanan Renete lalu mulai membentuk kepangan layaknya bando berbentuk daun.
Setelah itu ia mengambil bagian rambut yang tak di kepang dan menggulungnya sampai membentuk sanggul rendah. Setelah sanggul selesai, ia menyelipkan ujung bagian rambut yang di kepang tadi ke sanggul tersebut dan menjepitnya dengan sebuah jepit yang terbuat dari tembaga dengan permata berwarna hijau tua.

"Saya sudah menyelesaikannya, apa anda menyukainya?"tanya karllan sembari memberikan sebuah cermin tangan kepada Renete.
Renete menatap dirinya dari pantulan cermin, dia sama sekali tak memberikan komentar tentang gaya rambutnya tersebut.
Walaupun ia sadar kalau itu adalah gaya rambut untuk wanita dia hanya tersenyum sembari menatap dari pantulan cermin.
"Saya menyukainya, tuan"ucap Renete tersenyum lembut sembari menatap karllan.

Ketika Renete membalikan wajahnya, ia menatap tepat langsung ke mata hijau zamrud milik karllan yang tampak berbinar itu.
Ekpresi karllan tampak cukup aneh, walaupun bibirnya tersenyum alisnya tampak sedikit berkerut.
Renete mencoba memahami ekspresi yang karllan tunjukan namun Renete terus tak bisa sedikitpun mengerti arti dari ekpresi misterius itu.

"Tuan karllan..."ucap Renete menepuk punggu tangan karllan yang sejak tadi menggenggam bahunya.
"Ya katakan?"ucap karllan menjawab singkat.
"Bagaimana keadaan mayat Arshan ketika ia di temukan?"tanya Renete menatap ke depan.

"Selain ingin menanyakan itu, saya juga ingin minta maaf karna telah melakukan hal tak sopan kepada anda. Setelah saya sudah tenang dan mulai berfikir saya langsung menyadari kalau keputusan anda itu sangat masuk akal"ucap Renete terus menatap jauh ke depan.
"Aku akan mengatakannya dengan singkat, namun mayatnya terlihat mengerikan dengan tubuh yang tak lengkap"ucap karllan.
"Saya mengerti"ucap Renete menjawab dengan suara datar.

Pembicaraan terhenti, dan ruangan itu terasa begitu sunyi.
"Apa kau ingin melihat makam nya?"tanya karllan.
Renete menggeleng sesaat.
"Untuk sekarang, sepertinya belum saatnya"ucap Renete.
"Semua keputusan ada di tanganmu, jika suatu saat nanti kau sudah siap. Aku akan membawamu ke makam anak itu."ucap Karllan.

"Anak itu memang terkadang memiliki temperamen yang sedikit kasar, namun sebenarnya anak itu sangat baik dan pekerja keras"ucap Renete mulai bercerita.
"Jika saja dia tidak memilih kuil lampion, pasti dia akan hidup lebih layak dan menggapai cita-citanya menjadi pendeta resmi. namun semua cita-cita itu harus kandas ketika nafasnya terhenti di hutan yang dingin. Saya yakin anak itu pasti merasa begitu kesakitan dan sangat membenciku karna terlambat menyelamatkan nya"ucap Renete yang tampak murung.

"Walaupun saya berjanji untuk selalu melindunginya, namun pada akhirnya anak itulah yang melindungi saya. Bukankah saya tampak seperti seorang pecundang. Tuan karllan?"tanya Renete mendongak menatap karllan.
Karllan terdiam sesaat.
"Ya kau benar benar tampak seperti pecundang, pendeta Renete "ujar karllan singkat.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang