Perasaan kesal menyelimuti karllan.
Ia melangkah dengan cepat meninggalkan ruang makan.
Menaiki tangga yang Megah menuju lantai 3 tempat ia biasanya bekerja.
Setiap ia melangkahkan kaki tampak tetesan air mengalir dari kakinya.
Penjelasan: kediaman Karish memang bukan yang paling besar, namun kediaman Duke Karish memiliki luas ± 3. 200.100 m². Ketika kereta kuda memasuki pintu gerbang utama akan tampak jalan selebar 2 meter yang terbuat dari ukiran batu.
Di sisi kanan dan kiri jalan tersebut ditanami banyak pohon mawar putih merambat yang tumbuh subur sampai membentuk tembok. Setelah 150 meter dari gerbang utama akan tampak sebuah bangunan bertingkat 3 berwarna abu abu seluas 370.000 m² yang tak lain adalah mansion utama.
Selain bangunan utama, terdapat bangunan bangunan lain. Antaranya mansion cabang seluas 55.000 m² yang biasanya di gunakan saat melaksanakan pesta, asrama pelayan seluas 25.000 m²,Rumah kaca yang memiliki luas 700 m², serta bangunan seluas 1.200 m² yang tak lain adalah tempat para kesatria berlatih.
Selain bangunan juga terdapat taman yang di tanami berbagai bunga dengan bermacam warna namun bunga lavender adalah dominan karna itu bunga kesukaan karllan. Dan sisa wilayah lain merupakan lahan perkebunan dan pertanian yang biasanya digunakan oleh penduduk Utara untuk bertani.
Ia mulai melewati lorong yang panjang, kakinya tampak tegap namun dia berjalan dengan kegusaran yang memenuhi wajahnya.
Dia perlahan terhenti ketika melihat hamparan bunga lavender yang terbentang luas memenuhi halaman dengan warna ungu yang indah.
"Tuan, apa yang sudah terjadi?"terdengar suara seorang pria bersamaan tepukan ringan pada pundaknya
Sontak ia berbalik dan melihat sosok pria itu.
Tampak seorang pria berambut hitam panjang, pria itu memiliki kulit Tan yang eksotis mata birunya yang indah tampak seperti langit malam yang bersinar.
Ia masih mengenakan pakaian pendeta berwarna hitam, bersamaan dengan rosario yang tergantung pada lehernya.
Matanya tampak lembut, seakan bisa di hancurkan kapan saja.
"Ini bukan masalah"ucap karllan yang tak bergerak dari posisinya.
Srrrk
Mata Renete bergerak dan menatap hamparan luas bunga yang tampak begitu indah tsb.
"Saya mengerti"jawab Renete menatapku.
"Bagaimana kondisi Emily?, apa dia sudah bangun?"tanya karllan mengubah arah pandangnya ke luar jendela kembali.
"Untuk sekarang ini kondisi nona Emily sudah baik-baik saja, namun beliau masih belum bangun. Saya juga tidak bisa memastikan kapan beliau akan bangun"ucap Renete lembut.
"Aku mengerti"jawab karllan singkat.
"Aku akan kembali ke ruangan kerjaku, tolong jaga Emily untukku "ucap karllan berbalik.
Srrk
Tiba tiba terasa genggaman erat di pergelangan kiri karllan.
"Tuan tunggu sebentar"ujar Renete menghentikan langkah karllan.
"Tuan pendeta, tangan anda"ucap karllan.
Ketika mendengar kata kata dari karllan, dengan cepat Renete segera menarik tangannya yang menggenggam karllan cukup erat.
"Maaf karna sudah bersikap lancang, namun anda harus membersihkan tubuh anda terlebih dahulu sebelum kembali bekerja"ucap Renete yang tampak cemas.
Tis
Tis
Tetesan air itu jatuh mengenai lantai.
Serta bercak teh berwarna orange tampak tergambar lebar di pakaian karllan.,
"Sepertinya kau benar. Aku perlu mengganti pakaianku"ucap karllan tanpa ekpresi.
Tatapan karllan tampak begitu aneh dan begitu banyak makna.
Seolah-olah ia sedang memikirkan banyak hal dalam otaknya.
Renete tampak terdiam sejenak, lalu menggerakkan tangannya untuk meraih jemari karllan yang kosong.
Tangan Renete memiliki suhu yang sangat hangat daripada suhu manusia pada umumnya.
Langkah kecil mulai terhentak dari kakinya ketika Renete mulai berlari ringan sembari menggenggam tangan karllan.
"Tuan pendeta apa yang ingin anda lakukan?"tanya karllan yang tampak bingung.
"Saya memiliki beberapa manisan di kamar saya, saya yakin anda pasti akan menyukainya "ucap karllan yang terus berlari.
Suaranya terdengar bebas dengan tawa lepas yang muncul dari mulutnya.
....
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasi"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
