Tik tak tik tak tik tak
Suara jarum jam terus bergerak bersamaan dengan kereta yang terus melaju.
Kereta berwarna ungu itu perlahan berhenti di belakang sebuah pagar berwarna hitam.
Pagar itu terbuat dari susunan bilah-bilah yang berjejer mengelilingi sebuah bangunan besar berwarna putih tsb.
Dari pantulan sinar rembulan tampak sebuah kuil yang berdiri begitu kokoh.
Pintu kereta terbuka, tampak seorang pria turun dari kereta yang berwarna mencolok itu.
Pria itu memiliki rambut berwarna pirang indah dengan mata berwarna kehijauan. Wajahnya tampak rupawan dengan tinggi yang mencapai 174 cm.
Setelah pria itu turun, tampak seorang pria bertudung juga ikut turun dari sana.
Clak
Tanpa sengaja pria itu menginjak kubangan air ywng berada di sekitar kereta kuda.
Percikan air itu terangkat dan sedikit mengenai celana panjang berwarna abu abu yang sedang ia pakai
"Salan, mengapa hari ini terasa begitu sial...."ucap pria itu mengumpat.
Perlahan tudung di kepalanya terjatuh.
Tampak seorang pria berambut orange dengan potongan rambut bowl cut yang menutup bagian matanya, terdapat beberapa bintik yang menghiasi area hidungnya
Serta pakaian yang tampak lusu dan berdebu.
"Jake jaga sikapmu..."ucap pria berambut pirang itu seolah mengur pria yang tampak sangat biasa saja itu.
"Astaga maafkan saya"jawab Jake dengan suara berat.
Perlahan Reeves melangkah melewati gerbang belakang yang tampak terbuka diiringi oleh Jake dan Giselle yang masih mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya.
Reeves terus melangkah dengan langkah tegap, melalui jalan setapak yang terbuat dari beton dan bata yang di tatah begitu indah.
Ketika kakinya menginjak lantai kuil
"Tuan Jake..."terdengar suara cukup keras dari Ara berlawanan.
Bersamaan dengan suara sepatu yang terus berbenturan dengan lantai.
Ketika mata mereka memandang tampak seorang wanita parubaya berpakaian biara berwarna hitam berlari keara mereka.
Ketika melihat wanita itu Jake tiba tiba berbalik seakan mencoba kabur.
Namun sebelum sempat kabur tangan Jake tela di tarik oleh wanita tsb.
"Tuan Jake, kemana saja sebenarnya anda. Anda sudah pergi selama 3 hari. Apa anda lupa kalau jabatan anda adalah asisten dari pendeta "ucap wanita tsb segera mengoceh ketika berhasil menarik lengan Jake.
"Setelah pergi hanya dengan meninggalkan selembar kertas, sekarang Anda malah kembali dengan pakaian lusuh dan kotor seperti ini. Astaga tuan Jake...."ucap wanita itu terus mengutarakan pendapatnya .
"Selamat malam suster Kherna"ucap Jake tersenyum canggung.
"Apa anda ingin mempercepat kematian wanita tua ini dengan sifat kekanak-kanakan anda ini. Tinggal menunggu bulan sebelum anda di angkat menjadi pendeta namun... Astaga"ucap wanita itu terus mengeluh sembari mengelus dadanya.
"Suster kherna saya yakin anda tidak akan cepat di panggil dewa. Karna katanya semakin sering orang mengomel akan semakin lama mereka hidup "ucap Jake tertawa kecil.
Gyut
Perlahan tangan wanita parubaya itu meraih telinga kiri Jake lalu ia menarik telinga tsb cukup kencang sampai membuat Jake sedikit berteriak.
"Owh... Owh... Suster kherna sakit "ucap Jake mencoba melepaskan tangan suster kherna dari telinganya.
"Apa anda tak melihat saya sedang membawa tamu kemari. Owh owh"ucap Jake merintih.
"Tamu?"ujar suster kherna sedikit menoleh.
Dan saat itulah ia baru sadar kalau terdapat 2 orang yang terus berdiri di belakang mereka.
"Astaga"ucap suster kherna segera melepaskan tangannya dari telinga Jake.
"Selamat malam, semoga anda selalu berada dalam perlindungan dewa takdir"ujar suster kherna tersenyum canggung.
Bruk
Suster kherna tampak sedikit menyenggil punggung Jake.
"Mengapa anda tidak mengatakannya dari tadi"ucap suster kherna yang tersenyum menyembunyikan perasaan malunya.
"Owh..., bagaimana mau bicara kalau suster sudah menarik telingaku terlebih dulu bahkan sebelum aku menjelaskan"ucap Jake yang menggosok-gosok telinganya.
"Selamat malam suster, semoga anda juga selalu berada dalam perlindungan dewa takdir Zhafran"ucap Reeves tersenyum.
Giselle hanya tampak menunduk tanpa membuka tudungnya.
"Nona anda sudah boleh membuka tudung anda. "Ucap suster yang tampak heran.
"Itu tidak bisa suster"ucap gadis itu bersuara.
"Emh ada apa?, apa ada alasan tertentu?"tanya suster kherna semakin bingung
.
"Gadis ini adalah kerabat jauh saya, ia memiliki penyakit parah yang membuat sebagian wajahnya tampak begitu buruk. Karna keterbatasan biaya kami tak mampu memanggil dokter untuk menyebutkan penyakitnya, lalu kami bertemu dengan tuan Jake beberapa hari lalu"ucap Reeves tersenyum sembari menepuk kepala Giselle pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
