51. Aroon & Areen

1.6K 165 13
                                        

Di kamarku.
Aku duduk di sebuah sofa yang berada tak jauh dari balkon.
Mataku terpaku kepada 3 bulan yang bersinar begitu indah layaknya seperti panjangan di atas langit yang tak berbintang.
Tak tak
Suara langkah perlahan terdengar.
"Tuan apa yang sedang anda lakukan?"tanya seseorang yang berjalan perlahan mendekat kearaku.
Aku memalingkan wajahku untuk melihat asal tempat suara itu.

Terlihat 2 pria berambut merah mudah yang mendekat kearaku.
Mereka memakai kemeja berwarna cream dengan celana dasar berwarna coklat.
Kulit mereka yang putih seperti bercahaya terkena sinar bulan yang terang.

"Aku hanya melihat bulan"ucapku kembali mengarahkan wajahku kepada ketiga bulan yang bersinar terang.
Setiap melihat banyak bulan yang menghiasi langit, aku tak bisa menepis kenyataan kalau aku sudah berengkarnasi ke sebuah game otome dengan genren reverse Harem.

Kedua pria itu semakin dekat dan akhirnya mereka sampai di depanku.
"Tuan anda tampak muram, apa ada masalah?"tanya pria satunya.
"Benar anda pasti sedang berfikir aneh aneh kan"ucap pria lainya.

Kedua anak kembar itu duduk bersimpuh di lantai.
Padahal kedua anak ini terlihat begitu mirip, dari sudut manapun bahkan suara mereka juga mirip.
Tapi dimataku meski mereka tampak sama mereka tetaplah berbeda.
"Aroon berhentilah berpura-pura menjadi Areen, dan kau juga Areen bagaimana bisa kau menerima permintaan Aroon begitu saja untuk menjahiliku"ucapku menyentuh kedua rambut pria itu.

"Pffft ternyata ketahuan yah"ucap Aroon yang berpura-pura menjadi Areen.
"Jadi tuan, apa yang sedang menganggu pikiran anda sekarang?"tanya kedua pria itu mengangkat wajahnya.
Mereka berdua menatapku dengan mata mereka yang memiliki pupil berwarna snow dari sela sela rambut yang berantakan itu.
"Hei Areen, Aroon"ucapku perlahan memegang wajah mereka secara bersamaan.
Aku sedikit mengangkat poni mereka sehingga wajah tampan mereka terlihat jelas sekarang.
Mereka memiliki bulu mata berwarna pink carnation terlihat cukup tebal namun tidak lentik.
Mereka hanya menatapku dengan mata itu, seakan ingin mengetahui apa yang sedang kupikirkan.

"Ya tuan"jawab mereka bersamaan.
"Didalam game yang kalian ceritakan saat itu, apa yang terjadi kepada kedua anak laki-laki ku setelah aku dan Mona di eksekusi?, apa mereka menangis?"tanyaku menatap kedua orang itu.
Kedua anak itu perlahan saling bertatapan.
"Dari ekspresi yang kalian berikan, sepertinya kedua anak itu bahkan tak sedikitpun terlihat sedih. Lalu bagaimana dengan kediaman karish ini? Setelah kematian ku apa yang terjadi dengan mansion ini?"tanyaku.

"Dalam game asli, ketika anda serna nona Leamona di eksekusi. Trance sebagai anak tertua mengambil alih kediaman karish sebagai ahli waris, lalu dia memberikan kediaman,mansion dan wilayah Utara ke protagonis wanita."ucap Areen dengan lembut.
"Lalu trance dan Reeves juga mengubah nama belakang mereka sehingga keturunan karish benar benar menghilang dari game tsb"ucap Aroon sembari terus menatap wajahku.
"Begitukah, apa yang terjadi kepada orang orang di Utara setelah wilayah ini diberikan kepada protagonis. Apa mereka hidup bahagia?"tanyaku

Kedua pria itu menggeleng secara bersamaan.
" Sebuah wabah muncul, kelaparan dimana mana, kekeringan yang berlangsung selama bertahun tahun sampai 11 desa yang merupakan wilayah kekuasaan Karish, menghilang tanpa jejak "ucap Areen.
"Begitukah, ternyata masa depan begitu kejam untuk wilayah Utara"ucapku
"Tuan karish"ucap Areen.
"Tuan, jangan anda tidak perlu khawatir. Karna setelah kami masuk kedalam game ini. Banyak kejadian yang berbeda dari plot aslinya. Jadi bisa saja kalau dunia ini tidak akan berakhir sama seperti di game"ucap Aroon menggenggam tangan kananku.
"Begitukah, semoga saja itu benar benar terjadi"ucapku tersenyum.

"Jadi bisakah kalian menceritakan hal lain"ucapku
"Tentu saja anda bisa bertanya apa saja kepada kami"ucap Aroon berdiri.
"Benar, kami sudah memainkan game ini sampai season ketiga yang merupakan season terakhir. Kami juga sudah bermain berkali kali jadi kami sudah mengingat semua plot didalam game ini"ucap Areen juga berdiri.
"Tidak, yang ingin ku ketahui bukanlah tentang game ini"ucapku mendongak melihat kedua pria itu.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang