Kedua pria itu perlahan mengeluarkan penis mereka dari lubangku.
Aroon berdiri dan memakai celananya lalu berbalik kearaku yang tertidur. Dengan perlahan dia meraih tubuhku dan menggendongku seperti seorang putri.
Mereka berdua mulai berjalan beriringan, air mani terus menetes dari lubangku yang masih terbuka.
Clak
Areen membuka pintu kamar dan terlihat 3 orang pria yang berdiri dengan wajah gelisah dan khawatir.
Lingkaran di bawah mata mereka terlihat cukup gelap yang membuktikan kalau selama 3 hari Karllan di dalam kamar bersama si kembar.
3 hari itu juga mereka berempat tidak perna tidur ataupun pergi meninggalkan tempat itu.
"Bagaimana keadaan tuan?"tanya Louise yang perlahan mendekat.
"Kehamilan sudah di konfirmasi"jawab Areen sembari menyentuh rambut perak ku.
"Tapi sialan, mengapa kalian tidak menjelaskan betapa lamanya siklus perkawinan Siren?"ucap Rachael yang kesal sembari mengcengkram leher Aroon.
"butuh 3 hari untuk kalian keluar,jika saja kalian memakan waktu lebih lama dari ini. aku pasti akan benar benar mendobrak pintu ini dan membunuh kalian"ucap Rachael yang tersulut emosi.
,
"Rachael tenangkan dirimu, jangan lupakan kalau tuan Karllan sedang berada di tangannya sekarang!. "Ucap Louise mencoba menengahi.
"Rachael berhentilanberteriak, kau hanya akan membangunkan tuan dari tidurnya"ucap Laure yang melangkah mendekat.
Laure meraih tubuhku dan memindahkan ku kedalam dekapannya.
"Apa jumlah telur yang tuan miliki sudah di ketahui?"tanya Laure.
"Untuk sekarang masih belum, namun ketika kehamilan menginjak 5 bulan tanda rahim di perut tuan akan menyalah dan menandakan berapa telur yang berada di perut tuan"ucap Areen menunjuk lingkaran kecil yang melingkari lingkaran besar
"Begitukah, mari kita berdoa agar telurnya hanya 1 sehingga tuan tidak perlu merasa terlalu tersiksa karna sakitnya melahirkan"ucap Laure dengan suara datar.
"Untuk sekarang biarkan saja tuan beristirahat"ucap Aroon menyentuh wajahku.
1 Minggu telah berlalu sejak kehamilan ku di konfirmasi.
Setelah beristirahat kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke mansion utama di Utara.
Semua anak anak juga di bawah kembali ke Utara, sedangkan mansion di ibu kota di biarkan tanpa penghuni seorangpun.
Karna Semua karyawan mansion ibukota sudah di BERSIHKAN.
Disaat para bawahan ku sedang sibuk mencari keberadaanku sampai sampai tidakk menghiraukan sekitarnya.
Keadaan anak anak yang ku bawah ke mansion malah menjadi lebih menderita.
Para pelayan itu melancarkan sifat tak terpuji mereka saat tidak ada satupun orang dewasa yang menjaga anak anak itu.
Ketika hari yang membahagiakan,saat pertemuanku dan anak anak setelah 2 bulan lamanya.
Aku melihat dengan jelas memar memar yang membekas di kulit anak anak yang seharusnya lembut. Mereka juga tidak bertambah gemuk dan mereka juga selalu ketakutan kepada para pelayan.
"Haaah.... Bagaimana bisa aku tidak menyadari kalau para hama sudah menggigit anak anakku sampai berdarah"ucapku yang duduk di kursi kayu berwarna coklat tua.
Di belakangku terdapat 5 orang pria serta 1 wanita yang berdiri sembari memandangi para pelayan yang berlutut di lantai.
Para pelayan yang terdiri dari 6 wanita dan 4 pria itu terlihat begitu ketakutan dengan wajah yang penuh keringat.
"Tuan hentikan, maafkan saya tuan. Maafkan saya..."ucap seorang pelayan pria yang menangis meraung-raung di kakiku.
"Kami salah tuan Duke, tolong ampuni kami"
"Tuan Duke, tolong berikan keringanan!"
"Tuan Duke maafkan saya, saya minta maaf"
Mereka bersujud meminta maaf bekali kali sampai kepala mereka mulai berdarah karna menabrakan kepada ke lantai.
"Berisik sekali"ucap Rachael dengan nada ketus sembari memandang pada pelayan itu dengan ekspresi jijik.
"Mau dimanapun, ternyata manusia tetap saja menjadi mahluk yang menjijikan tanpa tahu rasa malu"sarkas Areen yang memangku tangannya.
"Aroma mulut mereka sangat busuk sampai sampai oksigen di sekitar menjadi tercemar"ucap Aroon menutup hidungnya dengan tangan kanan
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasia"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
