92. Rosseh dan Abel

500 25 0
                                        

Butiran lembut berwarna putih perlahan jatuh dari langit bersamaan dengan angin dingin yang semakin menusuk.
Ketika semua orang di mansion Karish terlelap dengan selimut hangat menutupi.
Tampak seseorang yang tetap terjaga.
Dalam kegelapan ruangan , seseorang berdiri sembari memegang sebuah bola kristal seukuran kelereng berwarna biru langit.

"Seperti yang anda katakan tuan, wanita itu mati sebelum sempat mengucapkan namanya"suara wanita terdengar begitu tenang.
Dia tampak sedang berbicara kepada bola kristal yang bercahaya tsb.
"Besok pagi saya dan separuh kesatria Duke akan pergi ke wilayah Count Claude."ucap wanita itu lagi.
Dia seperti sedang berbicara sendirian, karna tak ada suara balasan dari kristal yang pegang.

"Tidak, pasukan akan di pimpin oleh adik sepupu Duke langsung. Selain itu Duke juga menaruh orang orang kepercayaannya sendiri bersama kami."ucap wanita itu
"Baik saya mengerti tuan, saya akan melaporkannya kepada anda setelah rencananya berhasil"

Clak
Suara pintu perlahan terbuka, wanita itu segera menyembunyikan bola kristalnya di dalam pakaiannya.
"Riyen?"terdengar suara dari belakang.
Wanita itu sedikit berbalik dan tampak seorang gadis berambut coklat tua dengan pakaian pelayan yang sedang melangkah kearanya sembari memegang sebuah lilin.

"Anne?, kenapa kau belum tidur?"tanya wanita itu.
"Aku pergi ke dapur untuk menambah kayu bakar agar tungku tetap menyalah. Dan kau sendiri?. Mengapa kau masih terjaga, bukankah besok kau akan pergi bersama tuan Heront ke wilayah barat?"tanya Anne berjalan mendekat keara wanita yang berada di kegelapan tsb.
Ketika Anne semakin mendekat, cahaya lilin yang Anne pegang tampak menerangi keara wanita tadi.

Wanita itu memiliki rambut merah panjang yang tebal, tampak bergelombang terurai sampai menyentuh bokongnya.
"Hmmm?"ucap anne mengernyitkan matanya
"Apa kau gugup?"tanya Anne dengan nada bercanda
"Phwaahshaha hahah"tiba tiba wanita itu tertawa.
Ketika ia tertawa gigi gigi miliknya yang tampak bergerigi seperti gigi hiu terlihat begitu jelas.

"Lelucon apa itu, apa kau perna melihat aku gugup sebelumnya?"tanya Riyen tertawa sambil menepuk nepuk pundak Anne keras.
"Sudahlah, aku ingin tidur sekarang. Kau juga cepatlah tidur"ucap Riyen melangkah keara kasur.
Ia melompat keatas kasur dan menyelimuti dirinya dengan selimut hangat tsb.

Anne juga kembali ke kasurnya yang hanya di pisahkan 1 lemari seukuran paha orang dewasa dengan kasur milik Riyen.
Ia menaruh lilin di atas lemari kecil yang tepat di samping kasur mereka.

"Selamat malam, Riyen"ucap Anne meniup lilin.
"Ya selamat malam"jawab Riyen terlelap.
.....
Di sisi lain
Seorang pria berambut emas tampak duduk di sebuah kursi, ia memegang sebuah bola kristal seukuran kereng di telapak tangannya.
"Begitukah, aku mengerti"pria itu menjawab dengan senyuman lebar yang tergambar di wajahnya.

Setelah mengatakan hal itu, cahaya dari kelereng tsb menghilang seolah koneksi mereka telah terputus.
Pria berambut pirang itu duduk di sebuah kursi dengan meja yang berbentuk persegi empat yang memiliki panjang 2 x 1m yang berada di hadapannya.
"Jadi apa rencana anda selanjutnya. Tuan Reeves?"tanya pria itu tersenyum sembari menaruh bola kristal itu di atas meja.
Mata hitamnya yang begitu pekat tampak sedikit melirik keara Reeves yang duduk di sisi kirinya.

Reeves tak menjawab kata kata yang di lontarkan oleh pangeran, dan bahkan tak sedikitpun melirik keara pangeran.
ia hanya diam dengan wajah tenang nya,Seolah-olah sedang mencari hal lain dalam ruangan itu.
"Hm... Itu bagus, lanjutkan saja rencananya"ucap revees sembari melihat keara langit langit ruangan.

"Baiklah, mari kita lanjutkan rencananya. Tapi bisakah aku memotong kedua tangan ayahmu sebelum dia di eksekusi?. "Tanya pangeran dengan nada lembut.
"Lakukan saja sesukamu , lagipula dia bukan ayahku"ucap Reeves berangkat dari kursi.
"Begitukah..."ucap pangeran tampak puas dengan jawaban dari Reeves yang seakan acuh tak acuh.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang