91.🔞😭

1.1K 44 2
                                        

"HITAM"ucapku tak sengaja

tidak, aku tidak bermaksud mengatakannya begitu lantang.
Aku memang sudah mengira kalau benda itu akan gelap karna warna kulit Renete yang kecoklatan. Namun aku sama sekali tidak mengira kalau benda itu akan lebih gelap dari perkiraan ku.

Warnanya begitu gelap sampai mustahil menyebut benda itu berwarna coklat. Dan bagian tergelap dari benda itu tepat berada di kepala penis itu. Aku harus bersyukur karna penis itu sudah di sunat, aku tidak bisa membayangkan kalau benda itu masih memiliki selaput menutupinya.

"Tuan, apa anda tidak menyukainya?"tanya Renete bicara dengan mata yang tampak sedih.
"Tidak, bukan begitu"ucapku yang menjawab dengan gelagapan.
Perlahan senyuman muncul diwajah yang sempat murung itu.
"Begitukah syukurlah"ucap Renete tertawa kecil.

Ya aku memang tidak membencinya, dan jika di pikir pikir, penis miliknya adalah penis terbesar yang perna kulihat dalam hidupku.
Memasukkannya tanpa aba aba sama saja seperti mati konyol.
Syukurlah aku sedang hamil sekar—zrrrt
Tiba tiba Renete menekuk pinggangku, membuat pantatku terangkat keatas.
"Hei tunggu tunggu apa yang kau lakukan sekaranggg?"tanyaku panik.
Renete sama sekali tak menjawab pertanyaan ku, dia hanya menyingkapkan celana dalamku dari selah selah robekan.

Slurp
"Ngha" suara aneh keluar dari mulutku.
Tiba tiba sesuatu yang licin terasa masuk kedalam sana.
"Tidak apa yang kau lakukan?"ucapku yang kaget lngsung menatap pria itu dari sela-sela pahaku.
Pria itu tak menjawab ku lagi dan hanya menunjukan tatapan yang lekat pada lubangku.

"Hentikan. Itu kotor"ucapku mencoba mendorong wajahnya.
"Sesuatu mulai mengalir keluar, tuan"ucap pria itu sembari menunjukan sesuatu berwarna bening dengan tekstur sedikit kental.

"Sepertinya ini bukan air liur, apa manusia memang mengeluarkan cairan beraroma seperti ini dari lubang mereka?"tanya Renete tersenyum
"Kau sudah tahu itu mustahil, kan. Jadi berhentilah"ucapku menutupi wajahku dengan lengan kananku.
Desahan yang ku keluarkan semakin banyak.
Wajahku terasa panas dan berkeringat.

Dia hanya fokus kepada bagian bekalangku tanpa sedikitpun menyentuh penisku.
'aku tidak tahan lagi, aku ingin keluar '
Aku nencoba meraih penisku yang terlihat dari sela-sela robekan celanaku.
Grab
Tiba tiba tubuhku di lipat semakin keras.
Sampai membuat kakiku hampir mengenai kepalaku sendiri.

"Anda tidak boleh melakukan itu tuan"ucap Renete tiba tiba mengarahkan penisnya keara lubangku
'bahaya '
"Tidak, hentikan, kau tak boleh melak—gumpp..."
Kata kataku terpotong dengan suara desahan ketika penis miliknya tiba tiba sudah berada di dalamku.

"Tuan, anda sangat sempit"ucap Renete tampak tertawa.
Mata birunya terlihat lebih bersinar dari biasanya, wajahnya juga begitu merah.
"Tidak, Renete dengarkan aku. Kau tidak boleh memasukannya sekarang. Itu akan sangat berbahaya untuk—anghh"
Tanpa mendengarkan kata kataku, sodokan keras itu terasa begitu dalam.
Rasanya seperti aku sedang di sentrum dengan kenikmatan, Sampai membuat ku cum cukup banyak.

Srrrt
Sentuhan lembut tiba tiba terasa di perutku.
"Tidak apa apa tuan"ucapnya tersenyum.
"Bayi nya akan baik-baik saja"ucap Renete lembut.
Cahaya berwarna hijau mudah itu perlahan keluar dari telapak tangannya, lalu rasa panas tiba tiba mengalir mengenai perutku.

"Renete?!"ucapku bingung.
Dia mulai bergerak semakin cepat dan desahanku juga keluar seolah mengiringi dorongan yang ia berikan.
"Saya mencintai anda tuanku"ucap Renete memelukku.
Dia menciumku dengan lembut.
"Renete tidak angh hah, itu terlalu cepat. Aku ngha tidak bisa menerimanya "ucapku Tanga yang terus mendesah.
Air mataku terus membanjiri wajahku, dia membuatku kacau dengan kelembutannya.

Grab
"Mhnggg~"
Tiba tiba dia mengangkat ku membuatku duduk di atas pahanya.
Penisnya terasa begitu dalam seolah-olah mampu menabrak dinding rahimku.
Malam terasa semakin dingin, namun tubuh telanjang kami tampak begitu kepanasan dengan keringat yang saling menempel.

"Tuan, tuan"ucap Renete menciumi leherku.
"Ngh, Renete terlalu dalam. Terlalu dalam"ucapku yang mencengkram punggungnya.
Selain keringatnya, aku bisa merasakan darah yang masuk kedalam sela-sela kuku jariku setiap kali ia menyodokku.
"Saya mencintai anda... Tuan"ucapnya memeluk pinggangku erat seolah ingin meremukku.
"Nghhhh" tiba tiba sesuatu yang hangat terasa didalam sana.
Dia mengeluarkan Sperma begitu banyak sampai sampai tak muat lagi dalam lubangku.

'akhirnya dia cum juga'

.....
Di sisi lain wilayah barat.
Tampak Bangunan bangunan yang hanya tersisa puing-puing, bau darah kering dan segar menusuk hidung.
Dan bau bangkai yang perlahan menyerbak dari mayat mayat yang tak bertubuh lengkap yang tergeletak begitu saja.

Di tengah-tengah kekacauan tsb, hanya tersisa 1 tenda yang masih berdiri tegap.
tendah berukuran 5 X 3 m yaitu tempat para korban terluka dirawat.
"Nyonya kita sudah tidak memiliki banyak obat-obatan lagi"ucap seorang wanita berambut orange bergelombang.
Wanita itu memakai mantel berwarna putih dengan  kacamata bulat besar di wajahnya.

Di hadapan wanita itu terdapat seorang wanita lainya.
Wanita itu memiliki rambut merah pekat sepundak, terdapat luka yang  besar di sisi bibir kanannya.
Darah segar terus merembes keluar dari luka yang memanjang sampai ke telinga.
"Gunakan obat obatan yang tersisa kepada para ksatria"ucap wanita itu.
Ketika dia berbicara luka di sela-sela bibirnya juga ikut menganga sampai memperlihatkan gusi dan gigi-gigi geraham miliknya.

"Tapi luka anda"ucap dokter itu seolah akan menangis.
"Ini tidak seberapa dari luka yang para kesatria rasakan"ucap wanita itu menepuk pundak wanita berambut orange.

Ting
Ting
Ting
Tiba tiba suara lonceng yang berada di gerbang berbunyi.
Lonceng itu berbunyi sangat keras.
"Serangan lagi?"ucap wanita berambut merah itu segera berlari dengan pedang di pinggangnya.

"Apa yang terjadi?"tanya wanita itu kepada slaha satu penjaga yang berdiri di atas tembok gerbang setinggi 15 meter itu.
"Nyonya bala bantuan datang"ucap pria yang memakai zirah bobrok yang tak layak pakai itu.
"Benarkah?"tanya wanita itu segera menaiki tangga tembok.

Dan benar dari jarak 10 meter dari tembok.
Tampak rombongan ksatria yang membawa bendera berwarna ungu dengan lambang bunga lavender bercabang 2 perlahan mendekat.
"Itu adalah lambang keluarga Duke Karish"ucap seorang kesatria tampak senang.

"Cepat buka gerbangnya, biarkan mereka masuk"teriak salah satu kesatria yang berada di atas tembok tsb.
Gerbang yang terbuat dari kayu yang memiliki tebal 45 cm itu di buka untuk menyambut bata bantuan yang masuk.

Jarak pasukan itu semakin mendekat, dan disaat bersamaan tampak juga beberapa kesatria dari pihak Claude menyambut mereka.
"Tapi..."perlahan wanita itu tertegun.
"Apa lambang keluarga Duke Karish memang seperti itu?"gumam wanita itu sedikit ragu.

Perlahan ia menuruni tangga untuk menyambut para kesatria dari wilayah Utara tsb.
"Tapi labang bunga lavender bercabang 2 memang  hanya dimiliki oleh Duke Utara, terutama sehelai daun yang berwarna hijau itu memang sering kali di lupakan karna daunnya begitu kecil"gumam wanita tsb.
(Gambaran Warna benderanya ungu tapi gambar bunga lavender ya itu hitam, di batangnya terdapat 5 helai daun kecil tapi ada sehelai daun di batangnya yang berwarna hijau.)
"Tunggu... Apa bendera tadi memiliki warna hijau?"

Wanita itu segera berlari cepat
"Selamat datang"ucap salah satu kesatria dari pihak Claude menyambut mereka.
"Tidak pergi dari sanaaaaa"teriak wanita itu keras.

Tab
Tiba tiba suara tembakan pana meledst serta seorang kesatria yang tiba tiba terjatu dengan sanak panah yang menembus tenggorokannya.
"SERANGAAAAAAAN"teriakan keras menggema dimalam yang awalnya tenang itu

"Bunuh mereka"ucap salah satu pria yang berada dalam kavaleri tsb.
"Orang itu berpesan, jangan tinggalkan satu orangpun"

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang