"Rasakan ini"gumam karllan yang membaca gerak bibir gadis tsb.
Gadis itu melemparkan bola salju yang baru ia buat kepada 2 orang pria berambut merah muda tsb.
Namun sebelum bola salju itu mengenai salah satu dari si kembar, bola salju itu malah terlempar ke arah lain.
Alih alih mengenai si kembar bola salju itu malah mengenai Rachael yang sedang membuat manusia salju.
"Aaaghhkkk saljuku...!"ucap Rachael kaget karna tumpukan salju yang tiba tiba runtuh
"Hahaha, tidak kena...."ucap Aroon tampak mengejek.
"Pffft" Areen tampak menyembunyikan tawa di balik telapak tangannya.
"Tuan..."ucap Louise yang masih berada di belakangku.
"Katakan..."ucap karllan masih berdiri.
Grub
Perlahan terasa kehangatan kecil terasa di punggung ku.
Lalu sebuah kepala yang bertumpu pada bahuku.
Tangan kiriku bergerak lalu menyentuh kepala Louise, rambutnya terasa lembut dan sedikit bergelombang.
"Selain kabar tentang tuan trance saya juga ingin menyampaikan kalau Laure mengirim surat"ucap Louise yang masih memeluku.
Tangannya yang menggenggam amplop surat berwarna merah muda itu terselip di antara ketiak ku.
Aku mengambil amplop surat itu
Gyut
Tiba tiba tangan kanan Louise bergerak lalu meremas dada bagian kiriku.
Aku tak memperdulikan gerakan-gerakan mesumnya itu dan hanya fokus kepada surat tsb.
Setelah membuka amplop tampak secarik kertas berwarna merah muda disana.
"Darimana dia mendapatkan kertas berwarna seperti ini?"tanyaku bingung.
"Entahlah. Dia kan seorang pedagang"ucap Louise menyelipkan tangan kanannya masuk kedalam pakaianku.
"Apa kau ingin menyusu?"tanyaku dengan wajah datar.
"Mengapa anda bertanya?"tanya Louise mencium leherku.
"Karna kau sudah meremas dadaku selama 2 menit, apa kau ingin menyusu?'tanyaku lagi.
"Kau tuan mengizinkan.."ucap Louise yang terus meremas dada dan mencium leherku dengan lembut.
"Haaah..."aku hanya menghela nafas.
Lalu berjalan perlahan dalam keadaan dimana Louise masih tetap menempel padaku.
Louise duduk sofa sedangkan aku berada di hadapannya .
"Namun meskipun dia pedagang, seharusnya harga kertas berwarna ini pasti sangat mahal"ucapku terus menggenggam surat yang ku pegang.
"Bukankah dia memang memiliki uang yang banyak?"ucap Louise ,Kedua tangannya bergerak dan mulai mencoba melepaskan kancing pakaianku dari bawah.
"Jika tidak begitu, bagaimana mungkin dia bisa menjalankan pasar gelap tanpa sekalipun tertangkap"ucap Louise membuka kedua tangannya seolah meminta pelukan.
"Itu masuk akal"ucapku masuk kedalam dekapannya.
Aku duduk di atas pahanya dengan dadaku yang berada di dekat wajahnya.
.
"Dada anda tampak bengkak, apa ini efek samping dari hamil?"tanya Louise menyentuh puting berwarna kecoklatan itu.
"Entahlah akupun tak mengerti"ucapku.
Aku melingkarkan tangan kiriku di lehernya sedangkan tangan kananku masih menggenggam surat itu
Srrrt
"Apa yang Laure tulis disana?"tanya Louise yang menjilat dada kananku, dengan tangan kirinya meremas dada kiriku
"Hm... Umh dia hanya berkata ngh kalau beberapa hari sebelumnya ada seorang bangsawan dari negara lain datang ke tempatnya dan memesan banyak sekali senjata"ucapku membaca surat tsb.
"Aku memang dengar kalau negara tetangga sedang bersiap untuk melakukan perang saudara, tapi memesan senjata dari negara lain sama sekali tak perna terpikir di kepalaku"ucap Louise perlahan mengemut dada kananku seolah sedang menyusu.
"Perang saudara?, apa ini tentang perebutan kekuasaan?"tanyaku terus terpaku pada surat.
Gyut
Tangan Louise terus memainkan dada kiriku.
"Anda benar tuan"jawab Louise yang berbicara di sela-sela menjilat.
Ketika Louise melahap puting ku dengan mulutnya, aku merasakan sensasi hangat dan lengket dari sana.
Pump
Slurp
"Selain hal itu, apa Laure tidak menuliskan hal lain?"tanya Louise menatapku.
Wajahnya terangkat seolah mencoba menciumku.
"Yah dia hanya mengatakan hal mesum"ucapku tersenyum tipis sembari mencium kening Louise.
"Hala mesum seperti apa itu?"tanya Louise tampak penasaran.
"Hmm... Sepertinya dia rindu dengan kakiku. Dan akan menjilati seluruh kakiku ketika kita bertemu. Lalu dia juga memintaku untuk mengirimkan balasan bersamaan dengan celana dalam yang sedang kupakai sekarang"ucapku menjawab sembari tersenyum.
Krrtt
"Owh!?"tiba tiba gigitan cukup keras terasa di dada kiriku.
"Dasar orang mesum"ucap Louise dengan nada sedikit kesal.
"Haruskah aku memberimu cermin agar kau melihat dirimu sendiri"ucapku tersenyum sembari mengacak acak rambut coklatnya yang tampak seperti daun kering tsb.
"Tap-TUAN DUKE KARLLAN VERN KARISH YANG TERHORMAT...."teriakan keras tiba tiba memotong kata kata Louise.
"Suaranya keras sekali"gumam ku sembari berdiri.
"Jarak mansion dan gerbang utama melebihi 20 meter, namun suaranya entah bagaimana bisa terdengar begitu jelas dan nyaring"ucapku sembari mengancingkan bajuku.
"Louise..."ucapku
"Baik tuan saya mengerti"ucap Louise beranjak dari sofa lalu meninggalkan ruangan itu.
Di depan gerbang utama.
Seorang wanita berambut ungu tua tampak masih duduk di kuda.
"Nona anda tidak boleh berteriak secara tiba tiba seperti itu"ucap salah satu pengawal mendekat keara kuda.
"Tolong biarkan saya bertemu dengan tuan Duke"ucap wanita itu tampak pucat.
"Kami mengerti anda ingin bertemu dengan tuan Duke, namun sebelum itu tolong sebutkan identitas anda agar kami bisa melaporkannya kepada pelayan tuan Duke"ucap pengawal itu bicara dengan tenang
"Saya harus bertemu dengan tuan duk—srrt
Tubuh nya tampak Goya lalu terjatuh dari punggung kuda.
Salah satu pengawal yang memang sudah berada di dekat kuda dengan reflek langsung menangkap tubuh wanita itu dengan kedua tangannya.
Pengawal itu menangkap Marie layaknya seorang putri.
"Nona?.. nona?"ucap penjaga yang tampak panik.
"Nona... Tolong sadarlah"ucap pengawal itu sembari sesekali menggoncang tubuh wanita yang sedang di peluknya tsb.
Namun alih alih bangun, pria itu malah hampir menjatuhkan buntalan kain yang sedari tadi di peluk oleh wanita itu.
Srrrt
Secara tiba tiba muncul tangan yang menangkap buntalan tsb sebelum sempat jatuh dari ketinggian 1 meter tsb.
"Hei apa yang kau lakukan, apa kalian tidak melihat kalau wanita sudah tak sadarkan diri"ucap pria yang menangkap buntalan kain tsb.
Seorang pria berambut hitam yang tengah memakai pakaian latihan berdiri disana.
"Tuan Heront selamat siang"ucap kedua pengawal itu secara bersamaan .
"Apa lagi yang kalian lakukan cepat bawa pelayan wanita itu masuk kedalam"ucap heront
"Baik tuan"ucap pengawal tsb membawa tubuh wanita itu masuk menuju mansion.
"Mata Heront sedikit melirik keara buntalan yang ia pegang dengan kedua tangannya tsb.
Buntalan kain itu terasa cukup berat sekitar 5-6 kg.
Heront sedikit mencoba meremas-remas buntalan kain tsb dengan tangan kirinya.
Buntalan kain itu terasa cukup keras.
"Nanti aku akan minta maaf padamu nona"ucap heront perlahan berjongkok.
"Apa yang anda lakukan tuan Heront?"tanya Rachael yang tiba tiba muncul.
"Rachael... Aku hanya merasa aneh dengan buntalan kain ini"ucap heront mencoba melepaskan ikatan yang erat itu.
Rachael ikut berjongkok di samping Heront.
Snip snip
Hidungnya tampak bergerak.
"Hmmm kematian nya kemungkinan sudah 4-5 hari yang lalu"ucap Rachael tiba tiba berkata.
Mendengar kata kata itu, Heront tanpa hati hati langsung merobek buntalan kain itu.
Ketika kain berwarna merah tua itu di buka, terdapat lapisan mantel tebal dengan bulu.
Lalu ketika Heront membuka mantel berwarna navy itu semerbak bau busuk keluar dari sana.
Mata Heront perlahan bergetar, tangannya terhenti di udara yang dingin.
"Bayi?!"ucap heront.
"Lebih tepatnya mayat seorang bayi"ucap Rachael menutup hidungnya rapat d Ngan telapak tangannya.
Itu adalah bayi laki-laki dengan rambut berwarna hijau zamrud. Tubuhnya tampak membiru dan membengkak.
Tubuhnya juga sudah mengeras dan mulai mengeluarkan air. Baunya cukup menyengat namun wajah bayi itu tampak seolah-olah sedang tertidur.
Wajah lucu yang terpadu dengan tahu lalat di pipi kanannya.
"Hm... Ini aneh sekali"ucap Rachael tiba tiba.
"Padahal dia sudah mengalami sedikit pembusukan, tapi aneh sekali tidak ada satupun belatung di tubuhnya. Seolah-oleh dia terus dijaga bahkan ketika tubuhnya sudah tak bernyawa"ucap Rachael yang masih menutup hidungnya.
Heront segera menutupi tubuh bayi itu dengan mantel, lalu membungkus tubuh mungil tsb dengan erat.
"Mari kembali, kita harus memberitahu karllan"ucap heront membawa mayat tsb dengan kedua tangannya.
"Baik"ucap Rachael berjalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
