82. Penuh pengkhianatan

718 82 7
                                        

Langit tampak memerah dengan matahari yang perlahan tenggelam, langkah kaki cepat terdengar dari 2 orang yang tengah berjalan melalui hutan lebat.
2 orang itu tampak menutupi tubuh mereka dengan jubah berwarna dark gray (jubah di sini jenis yang ada tudugnya).

Hujan tampak jatuh perlahan dari langit, dan perlahan dari sela-sela jubah itu tampak darah yang mengalir mengikuti tetesan hujan yang melewati tubuh mereka.
Kedua orang itu tampak berlari tergesa sembari terus menarik tudung mereka untuk menghindari jubah mereka terjatuh karna angin.

Tak tak
Tampak sebuah kereta yang cukup mencolok dari kejauhan.
Sebuah kereta kuda berwarna ungu muda bergerak mendekat keara mereka.
Srrrk
Perlahan kereta kuda itu berhenti tepat di hadapan 2 orang berjubah itu.

Srrrk.
Sontak orang berjubah dengan tubuh kecil itu berdiri di depan orang bertubuh tinggi itu.
"Astaga.... Apa kau ingin melindungi tuan mu dengan tubuh tidak lengkap itu nona?"terdengar suara pria yang cukup berat dari dalam kereta yang perlahan terbuka.

Ssrrrk
Sebuah karpet berwarna ungu terong tiba tiba terbentang dari dalam kereta.
Sebuah kaki perlahan terjulur dari dalam. Tampak sepatu kulit berwarna eggplant (ungu terong)dengan hak setinggi 10 cm.

Sepatu itu tampak begitu mengkilap dengan beberapa permata menghiasi sepatu kulit yang memiliki panjang sampai menutupi sebagian betisnya.

Ketika sosok itu benar benar keluar, kau dapat melihat betapa cantiknya orang tersebut.
Pria itu memiliki rambut cukup panjang melewati bahunya, dengan bagian atas berwarna lavender dan bagian bawanya berwarna violet.
Wajahnya berwarna pucat ke abu abu tampak memakai riasan berwarna wine di atas matanya dengan lipstik berwarna ungu terong.

Ia berdiri di atas karpet dengan tubuh tegang di penuhi dengan pakaian dan perhiasan dominan berwarna ungu.
Kemeja bergaris putih-orchid horizontal, celana pendek selutut berwarna violet.

"Astaga kau tampak begitu menyedihkan, adikku Giselle"pria itu memangku wajahnya dengan kirinya.
Tampak jari jarinya yang begitu indah dengan warna purple menghiasi  semua kuku .
"Kau... Jack?"ucap Giselle yang masih berdiri di depan Reeves.
"Jack?"ucap pria itu mengulang sembari menatap Giselle.
Mata coklatnya tampak memperhatikan Giselle dari atas sampai bawah dengan wajah datarnya.

"Astaga... Apa maksudnya ini Giselle ku sayang?"ucap Jack dengan suara di lembutkan (di miripkan dengan suara wanita) berjalan diatas karpet yang terbentang.
Ia berjalan mendekati Giselle yang hanya berjarak 2 meter darinya.
"Sepertinya kau sudah lupa atas panggilan yang biasa kau lakukan padaku yah Giselle "ucap Jack tepat di hadapan gadis yang masih menutupi wajahnya.

"Bukankah biasanya kau akan memanggilku Kakak(disini kakaknya itu di tujukan untuk panggilan cewek )Jack?!"tanya Jack mendekatkan wajahnya keara gadis itu.
Plak
Tiba tiba tamparan keras menghantam wajah Giselle.
Tamparan itu begitu kuat sampai membuat Giselle tersungkur keara lumpur yang becek.
"Sepertinya sebagai kakak aku harus mengajarimu tentang tata krama"ucap Jack menarik jubah yang di pakai Giselle.

Ketika jubah terangkat tampak bagian mata kanan Giselle yang berlubang.
"Dasar tidak tahu malu"ucap Jack dengan suara beratnya menarik rambut pirang Giselle..
"Hentikan Jack!"ucap Reeves yang sudah duduk di dalam kereta kuda yang sedari tadi terbuka.

"Astaga, maafkan saya tuan muda. Saya menjadi sedikit keterlaluan karna sudah begitu lama tidak bertemu dengan adik saya "ucap Jack merubah nada suaranya.
jack melepaskan tangannya dari rambut Giselle, lalu mengeluarkan saputangan berwarna ungu untuk mengelap tangannya.

Lalu berapa saat kemudian ia menjatuhkan saputangan itu tepat di lumpur tempat Giselle terjatuh.
"Mari kita pergi dengan cepat, sebelum orang orang itu mengejar. Giselle sayang pakaianmu tampak sangat kotor apa tak masalah kalau kau duduk di dekat kusir hari ini?. Aku takut kau akan mengotori kursi kereta yang mahalku dengan bokong bau mu itu"ucap Jack bicara dengan lembut.
"Baik kakak"ucap Giselle menjawab.
"Adikku benar benar pintar"ucap Jack masuk kedalalam kereta kuda tempat Reeves sudah berada.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang