80. hmmm

867 101 6
                                        

Peringatan ❗❗❗
Cerita ini mengandung kekerasan, dan banyak hal yang di buat oleh fantasi author. Tolong jangan di baca sembari makan!!
........

Namun pada akhirnya sang raja membungkam semua penolakan para bangsawan dengan memberikan hukuman mati kepada para bangsawan itu.

Termasuk keluarga dari sang ratu, meskipun mereka adalah kerabat dari istri dan anak anaknya mereka juga tidak luput dari eksekusi besar-besaran dilakukan sang raja pada masa itu.
Ketika semua bangsawan berhasil di bungkam, Dargon yang merupakan putra bungsu di nobatkan sebagai putra mahkota secara resmi. Dan selir yang merupakan ibu dari Dargon juga di angkat menjadi permaisuri.

Selain Rosseh,Abel dan Dargon, Raja Deniel juga memiliki 2 orang putri dari istri keduanya serta sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan dari istri ke tiga nya.
Ketika kabar tentang kehancuran keluarga vargen (marga dari ratu) terdengar di telinga kedua istri raja Deniel. Mereka berdua memiliki ekspresi yang berbeda.

Ekpresi senang seakan halangan sudah hilang di tunjukan oleh istri ketiga.
Lalu ekpresi datar berasal dari istri kedua.

Pangeran Rosseh yang hampir tak memiliki apapun sekarang harus mematuhi perintah raja dengan perjanjian sang raja akan mencari dokter serta penyihir yang bisa menyembuhkan  penyakit misterius dari adiknya.
Namun walau waktu terus berjalan, kondisi pangeran Abel tidak kunjung membaik malah menjadi lebih parah.

ketika perang berakhir, gelombang monster malah semakin parah dan membuat pangeran Rosseh harus memberantas monster meninggalkan adiknya di istana.
Terkadang pangeran Rosseh merasa ingin menyerah, namun semua pikiran itu hilang ketika mengingat adiknya yang masih terbaring lemah karna penyakit misterius itu.

Ketika ia kembali dari memberantas monster ia akan langsung membersihkan diri lalu bertemu dengan adiknya di kamar yang tertutup rapat bak penjara isolasi itu.
Adik kecilnya yang sudah berusia 18 tahun itu terus terpenjara dalam tubuh 145 cm sejak 9 tahun yang lalu.

Wajah yang di tutupi perban yang memerah dengan bau anyir Nanah begitu melekat diruangan itu.
"Kakak..." Ucap pangeran Abel yang terus menyembunyikan wajahnya di dalam selimut.
"Abel, kakak dengar kau tidak makan lagi. Apa perutmu sakit?"tanya pangeran Rosseh menyentuh rambut berwarna merah burgundy.
"Kakak kapan aku bisa sembuh, aku lelah dengan semua ini"ucap pangeran Abel
Suara gerakan dan gesekan serta sesuatu yang menggeliat tampak terus bergerak di luka bakar milik pangeran Abel.

Pangeran Rosseh tampak menarik nafas sesaat, ia memeluk adiknya dengan lembut.
"Kakak pasti akan mencari obat untukmu. Kakak janji sebentar lagi kau pasti bisa keluar dan tumbuh seperti anak biasa"ucap pangeran Rosseh.

Usapan lembut dari tangan penuh luka itu terasa hangat di kepala pangeran Abel.
Mata Rosseh yang berwarna abu-abu terang tampak menatap langit yang memiliki 3 bulan yang tampak indah.
"Setelah kesehatan mu membaik. Mari kita berjemur di bawah sinar mentari yang hangat seperti dulu"ucap pangeran Rosseh.

Perlahan pangeran Rosseh mengusap kulit pangeran Abel dengan handuk lembut yang sudah di basahi air hangat.
"Apa rasanya sakit?"tanya pangeran Rosseh menatap adiknya.
Pangeran Abel hanya menggeleng dan terus mengalihkan pandangannya keara kaca lebar yang sudah retak yang berada di sudut kamar itu.

Dengan pelan dan hati-hati pangeran Rosseh mulai mengambil  belatung yang bertumpuk itu dengan tangan kosong.
Gundukan gundukan belatung itu tampak begitu menjijikan dengan warna kecoklatan dan sedikit kehitaman di setiap ujung buntutnya.

"Aku pasti akan menyembuhkan mu..."

"Kakak bolehkah aku bertanya?"tanya pangeran Abel perlahan membuka mulutnya.
"Emh ya ada apa?"tanya pangeran Rosseh tersenyum.
"Mengapa kakak begitu tidak suka kalau KAK GISELLE menjadi putri mahkota?"tanya pangeran Abel.
Tangannya perlahan terhenti, lalu ia menatap wajah adiknya yang dipenuhi perban yang hanya menyisakan bagian mata dan mulutnya.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang