Pemberitahuan.
Kemungkinan besar side story ini akan mengandung spoiler untuk season kedua yang akan di update Januari nanti.
Side story ini akan membahas hal hal yang tidak di lampirkan di dalam game.
Untuk side story ini akan menggunakan sudut pandang dari anak kedua keluarga Vern karish yaitu Reeves Vern karish.
Sekaligus menunggu season kedua mari kita semakin mengenal karakter anak anak Karllan yang tak di jelaskan dalam buku panduan yang di baca oleh mc.
Jadi selamat membaca....
______
Aku sangat menyayangi dan mengagumi ayahku.
namun sekagum dan sesayang apapun aku pada ayahku, aku masih menyembunyikan hal yang begitu besar dari ayah. Yaitu kenyataan kalau aku sudah tahu kalau ayahku yang membesarkan ku bukanlah ayah biologis ku.
Aku tidak mengetahui kebenaran itu dari pelayan ataupun ayah Karllan, namun dari ayah biologis ku sendiri.
Ingatan pertamaku adalah sebuah pertengkaran, aku mendengar pertikaian antara seorang pria dan wanita ketika aku masih berada di dalam perut ibuku.
Suara wanita itu terdengar terisak seperti sedang menangis, dan suara pria itu terdengar begitu tinggi dan kasar.
"Dores dengarkan aku, anak ini benar benar anakmu"suara ibu bergetar.
"Bagaimana aku bisa mempercayai mu lagi, Riena. Setelah kau meninggalkanku dan menikah dengan Karllan. Sahabatku sendiri"suara pria itu terdengar keras dengan nada yang terdengar kecewa.
"Tidak Dores, aku berani bersumpah. Aku sama sekali tidak perna tidur dengan Karllan. Aku bahkan kabur dari pernikahan, demi bisa menikah denganmu "ucap ibu menangis.
Aku bisa merasakan kesedihan ibu dari getaran tubuh ibu.
"Bagaimana aku bisa percaya kalau anak itu benar benar bayiku, ketika aku bahkan tak bisa melihatnya"teriak suara pria itu keras.
"Namun ini benar benar anakmu..."
Itulah akhir dari ingatan pertamaku.
Lalu ingatan keduaku adalah ketika aku di lahirkan di dunia ini...
Dimana aku akhirnya bisa melihat sosok wanita yang sudah mengandung kami, wanita itu memiliki rambut berwarna merah dengan mata biru mudah yang indah.
Wanita itu tampak tersenyum menyambut kami, namun tubuhnya terlihat begitu ringki dengan wajah yang begitu kurus.
Ibu selalu bersama di samping kami bertiga disaat kami menangis dan terus merengek kelaparan.
"Tidak apa apa... Ibu tidak akan meninggalkan kalian"wanita itu memeluk kami erat.
Namun ibu pada akhirnya harus melepaskan kami dari dekapannya di karenakan aku yang terlahir dengan tubuh sangat lemah.
Aku selalu mengingat kejadian masa lalu dengan begitu detail, entah itu mengingat hari, tanggal bahkan jam kenangan itu terjadi.
Aku juga mampu mengingat tentang kondisi tubuhku yang begitu lemah dan rentan, aku bisa langsung terkena penyakit hanya dengan setitik debu.
Aku tidak bisa meminum susu sapi ataupun susu kuda, karna hal itu akan membuatku kejang dan sesak nafas.
Aku sangat berterima kasih pada ibu karna dia masih mau berusaha untuk membuatku hidup disaat aku hanyalah beban baginya.
Namun sepertinya beban yang di pukul ibu semakin hari semakin besar sehingga dia pada akhirnya memutuskan untuk menemui pria itu.
Suami ibu yang ibu tinggalkan hanya demi ayah biologis kami yang tak mempercayai ibu.
Dan hari itu adalah ingatan pertamaku tentang ayah yang membesarkan ku.
Pria itu memiliki rambut perak yang indah dengan mata zamrud yang elegan. Setiap tutur bahasanya terdengar begitu rapih dan tertata.
Meskipun dia menatap kami dengan wajah dingin namun aku bisa merasakan sesuatu hal lain dari tatapan matanya itu.
Setelah menitipkan kami kepada ayah, ibu pergi dan tak tahu kemana.
Hari itu, aku merasakan rasa sakit lagi untuk kesekian kalinya.
Suara tangisanku membuat para saudaraku ikut menangis dan membuat para pengasuh menjadi panik karna tak bisa menghibur dan menghentikan suara tangisan yang kencang di tengah malam itu.
"Sakit.... Pengasuh... Ini sakitt...." Aku ingin berteriak, namun saat itu aku hanyalah bayi berusia 1 tahun yang bahkan belum mampu berbicara.
Tap tap
Aku bisa mendengar suara langkah yang kian mendekat.
"Mengapa mereka menangis?"tanya suara pria yang selalu tertanam di ingatanku itu.
"Tuan Karllan, bayi yang ini sepertinya sakit. Dan karena itu semuanya menjadi ikut menangis"ucap bibi pengasuh yang berkeringat.
"Berikan bayi itu padaku"ucap pria itu menjulurkan tangannya.
"Baik tuan"ucap bibi pengasuh.
Tangan ayah memang terasa sangat kasar namun tangan itu juga terasa begitu hangat.
Dia memelukku erat sembari menepuk pundakku lembut.
"Kau pasti sangat sakit yah, tidak apa apa. Ayah ada disini. Reeves"ucap pria itu berbisik pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
