Seorang pria yang memiliki rambut berwarna perak duduk di sebuah tempat yang begitu gelap.
Pupil matanya yang berwarna hitam bahkan tampak lebih gelap dari tempat yang sedang ia tinggali.
Pria itu hanya menatap lurus tanpa ekpresi apapun.
Tap tap
Terdengar langkah kaki mulai mendekat dari Ara tempat mata itu tertuju.
Suara percikan air juga ikut terdengar bersamaan dengan langkah kaki tsb.
Dari kejauhan tampak sebuah cahaya kecil yang perlahan mendekat kesra pria tsb.
Pria itu berdiri dari lantai, namun dia tampak tak bisa bergerak karna terlihat begitu banyak rantai menjerat kedua kakinya untuk terus berada di tempat tsb.
Ketika langkah itu berhenti didekat pria itu, tampak seseorwng yang sedang memegang lampion berdiri berjarka 2 meter darinya.
"Damian vern karish, anda telah mati dengan penuh dosa"suara wanita itu terdengar begitu jelas dan tegas.
"Tanpa perlu kukatakan, aku yakin kau pasti sudah mengetahui Ara tujuan kata kataku ini"ucap wanita itu.
"Ya, saya adalah pria sekaligus ayah yang buruk"jawab pria itu
"Kau akan dikirim ke akhirat dan hukuman yang kau dapatkan akan di tentukan oleh orang lain di sana"ucap wanita berbalik.
Pria itu mengangguk dan perlahan mengikuti langkah wanita tsb.
Setiap langkah yang ia lakukan, tampak jeratan rantai itu terasa semakin berat dan berat.
Setiap satu langkah, rantai dengan bola besi seberat 1 kg muncul di pergelangan kakinya.
"Hei nyonya, apa kau ingin mendengar sedikit ceritaku?"tanya Damian sembari mengikuti langkah wanita pemegang lampion.
Wanita itu hanya diam tak menanggapi, pria itu tersenyum tipis lalu mulai bercerita.
"Aku dan istriku bertemu ketika kami sedang berada di akademi, cinta itu berawal dari rasa permusuhan. Kami berdua adalah rival yang saling bersaing demi nilai"suara Damian terdengar begitu tenang sembari bercerita.
"Persaingan itu perlahan demi perlahan membuat kami menumbuhkan hal yang dikatakan cinta, pada awalnya aku tidak mengerti apa itu cinta. Karna keluargaku tak selalu mementingkan perasaan orang lain demi nama baik keluarga karish. Bahkan jika itu harus menyakiti keluarganya sendiri. Aku juga berfikir seperti itu sebelum bertemu dengan gadis itu. Dia bersalah dari keluarga count yang tinggal di ibukota dipenuhi cinta oleh keluarga dan adiknya. Dengan berterus-terang ia memberikan kasih sayangnya padaku dan adikku yang hidup dalam kedinginan kastil Utara yang sunyi"
"Wanita itu memiliki rambut berwarna hitam dengan mata berwarna zamrud yang indah. Kami menikah dengan dasar cinta. Namun tubuh istriku begitu lemah dan dokter bahkan mengatakan kalau akan musthail istriku untuk memiliki hamil. Aku tidak masalah walaupun tidak memiliki anak namun tidak dengan istriku dia terus bertekad melakukan pengobatan demi mengubah tubuh lemahnya menjadi tubuh seorang wanita yang bisa menampung seorang bayi"
Walau langkah pria itu semakin berat, pria itu tetap bercerita dengan tenang tanpa merasakan hal tsb.
"Ketika pernikahan kami 15 tahun, dimalam itu aku memimpikan hal yang indah. Disana aku melihat diriku sedang berdiri, tampak seorang gadis berambut hitam yang sedang memang payung tersenyum kepadaku. Lalu perlahan aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tangan kiriku"
"Ketika aku melihat keara tanganku, tampak seorang anak kecil menggenggam tanganku. Aku bisa melihat seluruh tubuh seorang anak selain wajah sampai kepala anak tsb. Anak itu tampak berusia 5-7 tahun menggenggam tanganku erat"
"Papa ayo kita pergi ketempat mama!"
"Damian apa yang sedang kau lakukan disana, apa kau tak lihat anak kita sedang menangis?"tampak wanita itu berjalan mendekat kesra tempat Damian berdiri.
"Ketika aku mendengar kata kata Melisa, aku tiba tiba sontak terbangun dan hanya menyadari kalau hal yang kulihat tadi hanyalah mimpi yang mungkin akan terus menjadi mimpi"
Damian menatap punggung wanita pemegang lampion yang terus berjalan tanpa menoleh.
"Tapi mimpi itu ternyata benar benar menjadi kenyataan, tak lama setelah mimpi itu muncul. Melissa di nyatakan sedang hamil seorang bayi. Bayi itu bagai menjadi air di tengah tandusnya gurun dalma hati kami. Kami begitu bahagia dan terus menanti kehadiran bayi itu dengan tidak sabaran. Kami menyiapkan banyak perlengkapan bayi, nama dan bahkan pelayan yang akan melayaninya ketika ia lahir."Damian bercerita dengan ekpresi yang tampak begitu bahagia
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
