81. tutup matamu

745 103 5
                                        

Peringatan❗❗❗
Tolong di baca sembari makan.
....


"Aaghhhkkkkkkkkkk"
Ketika hentakkan keras itu menginjak.
Teriakan keras terdengar dari arah kakiku.
Nampak bercak darah yang memuncrat dari bawah sepatuku, tampak bola mata kecil yang menggelinding keluar dari salah satu tikus yang terinjak olehku.

Perasaan jijik itu begitu terasa di ujung lidahku, membuatku seakan ingin meludahi seongok tubuh menjijikan itu.
"Sakitttrr... Sakittt... Sakitt..."teriakan keras gadis itu terdengar bercampur dengan suara berat tangisan.
Lalu
Blrrrrr

Tubuh gadis yang seharusnya tergeletak tanpa kepala, tiba tiba melebur menjadi ratusan bahkan ribuan tikus yang tak mampu ku hitung.
Tikus tikus itu memiliki ukuran yang sama, dengan bulu hitam tebal serta mata merah yang menyalah.

CIT CIT
Secara bersamaan para tikus itu mulai mendecit keras, dan mulai bergerak kearaku.
Mereka menaiki tubuhku, mengerumuni tubuhku seakan ingin mengoyak ku.

Para tikus itu memanjat, masuk kedalam pakaianku.
Ketika Ratusan tikus itu menggelayut kepadaku, mereka terasa begitu berat seolah-olah aku sedang di tindih oleh sebuah truk.

Brak
Aku terjatuh dengan tubuh terlentang, para tikus itu memenuhi ku, mengerumuni ku, menutupi tubuhku dengan bulu hitam tebal yang bau itu.
Aku bahkan bisa merasakan tubuhku di grogoti mulai mengalirkan darah menutupi lantai.

Suara decitan itu terus menerus mengiang dan memenuhi gendang telinga ku
Aku menjulurkan tanganku keatas, seolah meraih sesuatu.
Tanganku bergerak dan mencengkram salah satu tikus yang mencoba masuk kedalam mulutku.

Aku mengangkat tikus itu keatas, lalu craaaak.
Lalu meremas tikus itu dengan amat membuat darah berwarna keunguan itu memercik kemana-mana.
"Ghuaaak... Aaghhhkkkkkk" tiba tiba teriakan keras itu terdengar lagi bergema.
Tikus tikus yang awalnya menggerogoti diriku tiba tiba terdiam, mereka mulai mengangkat muncung mereka ke Ara langit langit kamar.
Perlahan cahaya mulai masuk bersamaan dengan para tikus yang menyebar dan meninggalkanku disana yang masih dalam posisi terkapar.

Aku tampak kacau, dengan pakaianku yang tampak acak-acakan dengan beberapa luka yang berdarah.
Perasaan lengket juga terasa dari tanganku yang sejak tadi menggenggam bangkai tikus.
Srrrk
Aku mengarahkan pandanganku keara telapak tangan kananku.

"Gila, aku benar-benar berada dunia fantasi"ucapku yang bisa melihat dengan jelas benda itu.
Bangkai tikus yang seharusnya ku genggam tadi menghilang dan digantikan dengan satu bola mata yang sudah tidak berbentuk bola lagi.
....
Tempat berbeda.
Sebuah kamar yang berada di lantai 2.
kamar itu terasa gelap dan dingin, tampak seseorang yang melihat keara jendela.
Tubuhnya telanjang tampak tertunduk melihat Ara lantai.
"Kenapa?"ucap gadis itu berusaha keras.
Ketika gadis itu mengangkat kepalanya.
Kau bisa melihat dengan begitu jelas kalau wanita itu tidak memiliki kepala yang utuh.

Kepalanya seperti telah terbelah oleh sesuatu dan hanya menyisakan bagian mulut ke kaki, sedangkan bagian hidung ke atas sampai keara rambutnya menghilang entah kemana.
Tampak tangannya yang gemetar itu mencoba menyusun bagian daging yang lain selayaknya puzzle.
Namun daging itu jatuh dan menjadi seekor tikus berbulu hitam.
"Kenapa tidak bisa terpasang?"ucap gadis itu menerus mencoba menyatukan kembali setiap bagian demi bagian kepalanya yang tampak berceceran di lantai.

"Giselle?"tubuhnya langsung tersentak ketika mendengar suara dari belakangnya.
Tampak seorang pria berambut pirang berdiri di ambang pintu.
Mata emas lelaki itu tampak tertuju keara gadis yang membelakanginya.
"Mengapa disini gelap sekali?"tanya pria itu tampak perlahan mendekat.

"Ja-jangan mendekat"teriak gadis itu sembari terus membelakangi trance.
"Hei, mengapa suaraku terdengar aneh. Apa kau sakit?"tanya trance semakin mendekat.
"Jangan mendekat, kubilang jangan mendekat"teriak gadis itu lagi lebih keras.
Namun trance tetap melangkah lalu akhirnya sampai tepat di belakang tubuh gadis tsb.

.
Ketika jarak mereka begitu dekat, trance mampu melihat seluruh tubuh Giselle yang dalam kondisi telanjang.
"Astaga, jadi kau malu karna kau tidak memakai apapun?"ucap trance menepuk pundak gadis itu dengan lembut
Namun karna trance mulai melebar dengan tubuhnya terasa membeku.
Ketika dia melihat dengan jelas kalau area bagian kepala Giselle tidak lengkap dan tampak menggeliat keatas seolah mencari bagian kepalanya yang terbelah.
"Aghhkkkk?!"teriak trance keras, dalam kondisi panik Trance tanpa sengaja menabrak kakinya sendiri sehingga membuat dia tersungkur.

"Trance, kau melihatnya"ucap Gisele benar benar berbalik menghadap keara pria yang tampak gemetar.
Mata trance sekali lagi melebar ketika melihat bagian dada yang seharusnya merupakan payudara malah berubah menjadi 2 tikus yang menghadap ke arahnya, lalu dalam sekejap mata 2 tikus itu telah menjadi payudara yang tampak cukup besar dan lembut.
tampak juga beberapa tikus berbulu hitam itu masuk kedalam vagina dan bokong gadis itu.

Rasa mual dan jijik perlahan tampak dari wajah pucat pria tampan itu.
Srrak
trance mencoba keras menggerakkan kedua kakinya.
Ketika kakinya terasa sedikit ringan, dia mencoba berlari keluar dari kamar sebesar 8 x 8 meter.
Walaupun jaraknya terkesan pendek, tapi entah mengapa sekuat apapun trance berlari

Kakinya sama sekali tak bisa mencapai pintu keluar yang tepat di hadapannya.
Ketika dia hampir menyerah dia akhirnya bisa mencapai pintu itu.
Dia berlari melewati lorong panjang itu dengan wajah pucat dan tubuh gemetar.
Lalu tampak di kejauhan seorang pria berambut pirang yang memiliki wajah yang mirip dengan dirinya.
"Reeves..."ucap trance mengangkat tangannya.
"Kakak?"tanya Reeves menatap trance kebingungan.
"Reeves kita harus memberitahu ayah, Giselle adalah seekor monster."ucap trance dengan suara hampir tersedak.

"Monster, apa maksudmu?"tanya Reeves tampak kebingungan.
"Aku melihat kalau Giselle tak memiliki kepala, selain itu tikus ada tikus"ucap Trance bicara dengan tergesa.
CIT CIT
CIT CIT
Suara decitan tikus tiba tiba terdengar .
"Kau melihatnya?"tanya Reeves.
"Iya aku melihatnya dengan jelas"ucap trance m njawab cepat.

CIT CIT , CIT CIT
Decitan itu terus semakin keras sampai terdengar tepat di belakang telinga Trance.
"Tuan...."terdengar suara gadis itu kembali.
Wajah trance tampak semakin pucat, lalu berbalik kali ini bisa melihat lebih jelas lagi bentuk mengerikan di hadapannya.

"Tuaaan, mereka tidak mau menyatu...."teriak gadis itu yang terus mencoba menyatukan kedua tikus yang ia genggam ke Ara kepalanya.

Srrrng
"Uhuk?!"
Tampak sebilah pedang yang memiliki bila berwarna perak menembus area dada Trance.
Pedang itu tampak begitu tajam sampai sampai bisa memantulkan bayanganmu disana.

"Reeves?"tanya trance begitu kebingungan.
Srrrrt
Reeves menarik pedang itu keluar, terdengar suara yang membuat begidik (maksud di kata ini itu suara yang bikin ngilu).
Yaitu suara pedang yang bergesekan dengan suara tulang dada.

Gubrak
Trance langsung terjatuh dengan bagian dada yang menghantam lantai terlebih dahulu.
Darah merah mulai membanjiri lantai dengan cepat.
"Tuan.... Mereka tidak mau menyatu"ucap gadis itu melangkah mendekat keara Reeves.

"Apa yang kau lakukan pada anakku, bajingaaaan"teriakan keras bersamaan seorang pria melompat dari titik buta Reeves.

Reeves yang meras terkejut Mala menahan belati itu dengan telapak tangannya.
Ketika mereka bertatapan tampak seorang pria berambut coklat tua.
Pria itu memakai pakaian pelayan, bekas luka terlihat melintang jelas di area wajahnya.

dari dalamnya tusukan itu, kau bisa menyadari kalau Louise sejak awal sedang menargetkan leher Reeves.
Brakk
Louise mengangkat kaki kanannya dan menghantamkan lutut kanannya keara tulang rusuk kiri Reeves.

Krrrt
Suara renyah terdengar begitu jelas melewati telinga mereka.
"Aghk..." Tendangan itu terasa begitu menyakitkan sampai membuat Reeves sedikit memuntahkan air dari mulutnya.
"Tuaaaaan..."teriak Giselle yang tiba tiba melebur kan tubuhnya.

Tikus tikus itu mulai merambat menaiki tubuh Louise sampai sepersekian detik.
Craaak
Suara keras dari area jendela kaca itu muncul
Ketika mata Louise terbuka dia sudah kehilangan jejak ribuan tikus dan Reeves vern Karish.

Hanya ada 1 jendela kaca yang tampak pecah dengan beberapa serpihan tertinggal di lantai.
"Sial..."

....
komen gak kalian😑.
masa dari 95 orang yang baca, komentar cuma 1.
Dasar mahluk gaib, Gw gigit juga ni kalian.

Makasi yah yang Uda komen.
Lope sekebon yah🥰
(Btw gw becanda yah🫠)

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang