Seorang gadis berambut perak duduk di sebuah kursi didalam suatu ruangan.
"Nona Mona, balasan tuan Karllan sudah sampai"ucap Orkan memberikan nampan berisi sebuah amplop.
"Terima kasih Orkan"ucap gadis itu mengambil amplop.
"
Kepada putri kecilku, Leamona Vern karish.
Karna banyak hal yang terjadi akhirnya ayah bisa membalas surat yang kau kirimkan 1 bulan lalu
"
"Tuan Karllan, kita akhirnya sampai di daratan..."ucap Aroon yang berlari turun dari kapal.
"Aroon hati hati, kau akan terjatuh nanti"ucap Areen dengan suara lembut sembari menatap kakaknya yang berlari.
"
Maafkan ayah yang tiba tiba hilang tanpa kabar dalam kurun waktu cukup lama. Sebuah insiden terjadi saat kau kembali ke Utara.
"
"Tuan izinkan saya memegang tangan anda"ucap louise menggenggam tangan kiriku.
"
Apa kau ingat anak anak yang kita temui di Greja saat menyembuhkan luka Emily?, salah satu anak itu meminta bantuanku sebagai orang dewasa untuk menyelamatkan mereka dari panti asuhan itu.
"
"Tolong genggam tangan saya dengan erat, tuan kesatria"ucapku tersenyum kepada Louise
"
Lingkungan panti asuhan yang buruk dan para guru yang sering melampiaskan kekerasan membuat anak anak itu satu persatu menghembuskan nafasnya dalam rasa sakit.
Namun ayah telah terlambat.
"
"Tuan Karllan, makanan apa itu?. Mengapa tokoh itu sangat ramai?"ucap Aroon menunjuk kedai kecil.
"Apa kau mau mencoba nya?"tanyaku tersenyum tipis.
"Bolehka?"ucap Aroon.
"Tentu saja"ucapku mengangguk.
"
Kondisi anak anak itu sungguh memperihatinkan, terutama anak yang meminta bantuan kepadaku. Anak itu menghembuskan nafas terakhirnya tepat di depan mataku, walaupun aku terlambat gadis kecil itu tetap berterima kasih kepadaku karna sudah menempati janjiku padanya
"
"Uwaaa rasanya sangat enak"ucap Aroon memakan sate yang di bakar di bara api dengan saus tomat itu.
"Laure... Cobalah sedikit"ucapku mengangkat setusuk sate padanya.
"Baiklah jika anda yang meminta"ucap Laure tersenyum sembari mengigit sedikit daging yang menempel di tusukan kayu itu.
"
Sebagai permintaan maafku kepada gadis kecil itu, aku memberikan marga kita di atas nisannya lalu berjanji akan memastikan kalau teman temanya akan mendapat kehidupan yang layak.
Para anak panti itu masih terlalu kecil untuk di tinggalkan di mansion kita yang di ibu kota karna tidak ada orang yang akan memperhatikan pertumbuhan mereka dengan benar.
Jadi aku memutuskan untuk membawa anak anak itu untuk kembali bersamaku ke Utara
"
"Tidak adil mengapa hanya Laure saja, aku juga mau"ucap Rachael dengan wajah murung.
Dia seperti anak anjing yang sedang merajuk saat melihat tuanya lebih memperhatikan hal lain daripada dia.
"
Selain anak anak itu, ayah juga akan membawa 5 pria lain bersama ku. Ayah akan menjelaskan tentang ke lima pria itu saat kita bertemu di Utara. Namun kuharap kau tidak akan membenciku setelah menceritakan hal ini
"
"Baiklah kemarilah Rachael.."ucap ku tertawa
"Uwek, aku tidak suka sayuran."ucap Rachael memalingkan wajahnya.
"
Aku akan kembali dalam beberapa hari..
Jadi kuharap kau bisa menyambut ayah dengan senyuman dan pelukan hangat kerinduan
Karna ayah disini sangat merindukanmu
"
"Hahaha dasar pecundang, hanya anak kecil yang tidak suka sayuran"ucap Aroon mengejek.
"Tuan lihatlah, Aroon mengejekkku."ucap Rachael memelukku.
"Aroon kau juga sering menepikan sayuran, jadi kau tak pantas mengatakan hal itu kepada Rachael"ucap Areen dengan lantang.
"Areen ...."ucap Aroon kaget
"Aku hanya mengatakan hal sesuai fakta"ucap Areen memalingkan wajahnya ke samping.
"Dasar pengkhianat, padahal kau juga sering memberikan sayuran milikmu padaku"ucap Aroon kesal.
"I-iti bukan karna karna aku tidak suka, aku hanya ingin memberikannya kepadamu saja"ucap Areen gelagapan.
"Pembohong,kau pembohong"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasi"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
