"Tuan..."suara Laure terdengar bersamaan dengan nafasnya yang tampak tersedak.
Pria berambut ungu itu berdiri tepat didepan pintu yang terbuka
"Apa yang terjadi disini?"ucap Louise yang tepat berada di belakang Laure.
Ketegangan begitu terlihat diantara semua orang.
"Selamat pagi, Karllan apa kau merindukan kakak?"tanya Heront mengubah ekspresi wajahnya dengan penuh senyuman dan mendekat keara Karllan yang duduk di atas kasur.
Dia menggenggam kedua tangan Karllan dengan erat.
"Apa tubuhmu baik baik saja?"tanya Heront dengan wajah yang tampak khawatir.
"Emh, aku baik baik saja. Tapi becandamu sudah terlalu berlebihan kak Karllan!"ucap Karllan menatap tumpukan daging dengan darah yang berceceran di lantai.
Mata Heront menatap keara potongan daging berbentuk dadu tsb lalu kembali menatap Karllan.
Wajah Karllan tak berekspresi namun matanya terus mengarah kepada tubuh Emily.
Tuk
Heront menarik wajah Karllan lalu menyentuh keningnya dengan perlahan.
"Maafkan aku, apa kau akan memaafkan aku jika aku menghidupkannya kembali?"tanya Heront yang tampak menyesal menatap wajah Karllan.
"Aku akan memikirkannya!"jawab Karllan berdiri dari kasur.
Perlahan pria itu melangkah dari kasurnya menuju tempat Emily yang sudah menjadi potongan daging.
Ia berjongkok di genangan darah yang membasahi kakinya.
"Ternyata warna darah tampak begitu indah di bawah sinar bulan"ucap Karllan.
"Yah, warna merah pekat ini begitu indah dibawah cahaya bulan berwarna biru ini"ucap Heront berjalan mendekat keara Karllan yang berjongkok disana.
Srrrt
Heront mencelupkan telapakan tangan kanannya didalam genangan darah pekat itu, membuat telapak dan jari jemarinya dipenuhi dengan warna merah.
Padahal diruangan itu terdapat banyak orang namun tidak ada satupun dari mereka yang mampu bergerak, tampak tubuh mereka seolah bergetar.
Kelima laki laki dewasa itu terlihat seperti seorang anak kecil yang baru saja melihat hal yang mereka takuti.
Seolaj ada seseorang yang memperingatkan dikepala mereka.
'jika kau mendekat, aku akan menghancurkan hal berharga bagimu'
"Apa kau suka warna merah Karllan?"tanya Heront memegang wajah Karllan dengan tangan kirinya.
"Yah aku menyukainya, bagaimana dengan kakak?"tanya Karllan menatap Heront.
Sssrrrt
Dengan perlahan Heront mengusapkan darah Emily dibibir Karllan, membuat bibir Karllan yang berwarna agak kecoklatan itu menjadi warna merah yang pekat.
"Ya kakak juga menyukai warna merah, sama seperti mu Karllan"ucap Heront tersenyum cukup lebar.
"Begitukah"ucap Karllan tersenyum tipis.
Lalu
Plak
Tamparan keras mengenai wajah Heront, suara tamparan itu terdengar keras menggema di ruangan tsb.
Tampak bekas memerah muncul di wajah bagian kanan Heront bersamaan dengan jari kelingking tangan kanan Karllan yang sedikit mengeluarkan darah dari sela-sela kukunya.
Grab
Heront menggenggam tangan kanan Karllan.
"Karllan tanganmu berdarah, apa rasanya sakit?"tanya Heront.
"Emh, rasanya sakit sekali. Kak"ucap Karllan menatap wajah Heront.
Heront menunjukan ekspresi tercengang ketika ia melihat alis Karllan yang mengkerut bersamaan dengan air matanya yang perlahan mulai menetes dari pelupuk matanya.
Ketika melihat air mata yang terjatuh, sontak Heront segera memeluk pria berambut perak itu dengan erat.
Dia menggenggam erat kepala Karllan dan membenamkannya di dadanya.
Dengan tubuh yang terbilang kecil Heront memeluk pria setinggi 180 cm itu dengan ekspresi khawatir.
"Kenapa?, apa lukanya terasa sangat sakit?"tanya Heront kebingungan sembari mengusap kepala Karllan.
"Apa kau sedih karna kakak membunuh wanita itu?, jangan khawatir kakak akan menghidupkan wanita itu lagi jadi jangan menangis"ucap Heront dengan ekspresi panik mengambil sesuatu dari kantung celananya.
Perlahan Heront mengeluarkan jam saku berwarna perak dari kantung celananya.
"Kakak minta maaf, jangan menangis lagi "ucap Heront menggerakkan jarum jam pada jam yang ia pegang.
Perlahan tubuh yang awalnya sudah terpotong potong tadi terangkat dan mulai menyatuh kembali, bersamaan dengan kolam darah yang berhamburan di lantai juga kembali menyatuh ke tubuh itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasy"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
