Jadi singkat nya obat itu membuat pangeran Abel menipu dirinya sendiri dengan mempercayai apa halusinasi yang ia ciptakan di otaknya.
Jadi wajar saja dia mengira kalau dia telah sembuh meskipun cuma bertahan selama 1 Minggu. Namun meskipun di matanya ia terlihat sehat, Kondisi tubuhnya masih tetap sama Dimata orang lain.
dengan kata lain semua orang bermain peran mengikuti instruksi pangeran Rosseh demi menipu pangeran Abel yang berada dalam halusinasi nya sendiri.
"Aku pasti akan menemukan obat yang benar benar akan menyembuhkan mu, suatu saat nanti"ujar pangeran Rosseh sembari menggempalkan tinju nya.
"Permisi, maaf..."perlahan terdengar suara seorang wanita dari belakangnya.
Bersamaan dengan suara itu, suara derat langkah juga terdengar cukup jelas.
"Aghhkkk"ucap wanita itu sedikit berteriak keras.
Ketika pangeran Rosseh menoleh dengan ujung matanya.
Tampak beberapa buku yang terlempar dan mengarah kearanya.
Dengan mudah pangeran Rosseh dapat menangkap 2 buku yang terlempar begitu cepat.
Brak
Suara hantaman keras terdengar.
Mata pangeran Rosseh langsung terarah kepada seorang gadis berpakaian maid yang tersungkur dengan buku buku tebal yang menimpa gadis tsb.
"Hei apa kau baik baik saja?"tanya pangeran Rosseh mendekat keara gadis pelayan itu.
"Owh owh"ucap wanita itu mencoba bangun dari posisi tengkurap itu.
"Hei apa kau terluka?"tanya pangeran Rosseh berdiri di hadapan gadis yang masih terduduk di lantai.
"Ya saya baik-baik saja tuan"ucap wanita itu tersenyum keara pangeran Rosseh.
Gadis itu memiliki rambut hijau lime indah, dengan mata sipit ia tersenyum begitu lembut.
Bintik bintik kecoklat yang menghiasi wajahnya tampak begitu pas dengan hidung merahnya.
"Haah sebenarnya apa yang anda lakukan, kenapa anda membawa buku buku setebal ini sendirian?"tanya pangeran Rosseh mengambil buku-buku yang berserakan di sekitar gadis itu.
"Ini adalah tugas saya sebagai seorang pelayan. Saya harus mengembalikan semua buku yang di pinjam oleh nona yang saya rawat"ucap wanita itu dengan tawa kecil.
"Aku mengerti maksudmu, namun istana putri sepertinya tidak kekurangan pelayan lelaki. Apa dia kehilangan akal sampai mengirimmu sendirian tanpa ditemani satupun pelayan lelaki disini?"tanya pangeran Rosseh dengan suara kesal
"Pffft hahah, mengapa anda berkata kasar seperti itu tuan. Jika orang istana tau anda pasti akan terkena hukuman bahkan bisa saja anda di pecat nanti"ucap wanita itu tertawa.
"Di pecat?"tanya Rosseh bingung.
"Benar di pecat!?, eh apa anda tidak berkerja sebagai pelayan. Eh tunggu apa anda seorang koki?"tanya wanita itu kaget.
"Tunggu, apa kau tak mengenalku?"tanya Rosseh semakin bingung.
"Hahah mengapa anda berkata seperti anda adalah orang terkenal tuan "Ucap wanita itu tertawa
"Tapi..."perlahan wanita itu menyipitkan matanya sampai sampai pupilnya hampir tak terlihat.
"Hmmm... Meskipun tanpa kacamata sekalipun saya bisa menebak kalau anda memiliki wajah yang tampan. Anda pasti memang orang terkenal"jawab wanita itu mengangguk.
"Sayang sekali kacamata saya rusak sore ini, jika kacamata itu ada saya yakin. Saya pasti sudah terpanah karna ketampanan anda"ucap wanita itu tersenyum lembut.
Pangeran Rosseh diam sejenak.
Lalu perlahan mengulurkan tangannya keara gadis tsb.
"Apa anda butu bantuan menuju perpustakaan istana?"tanya pangeran Rosseh dengan suara lembut.
"Jika anda tidak keberatan"ucap wanita itu mencoba meraih tangan yang tak tampak jelas itu.
Srrrt
Pangeran Rosseh menangkap tangan yang tahu Ara itu.
"Seperti nya aku harus memujimu karna bisa berkerja dengan mata buruk itu"jawab pangeran Rosseh perlahan membantu gadis itu bangun.
"Pffft apa itu benar benar pujian?"tanya gadis itu tertawa kecil.
Lalu mereka mulai melangkah beriringan dengan tangan yang saling berpegangan.
"Apa bukunya berat?"tanya pangeran Rosseh melangkah perlahan.
"Saya baik-baik saja, anda sendiri bagaimana. Anda membawa hampir semua buku tebal tsb. Apa tidak terasa begitu sulit?"tanya gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasi"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
