49. kebenaran lain

2.3K 256 13
                                        

Aku duduk terdiam di dalam kamar yang cukup gelap.
Menatap langit yang mulai memerah.
Tuk tuk
Sebuah ketukan pintu terdengar dari luar.
"Tuan ini saya, Orkan"ucap suara yang terdengar cukup berat dari luar.
"Masuklah, Orkan"ucapku yang tak bergerak dari tempat dudukku.

Pintu terbuka dan terlihat seorang pria tua yang sudah beruban pria itu masuk kedalam ruangan tsb dengan langkah tetap dan begitu sopan.
"Ada apa Orkan?"tanyaku masih menatap langit sore yang indah itu.
"Sesuatu perintah anda, kami sudah mengantarkan para tamu ke kamar mereka masing masing. Kami juga menyiapkan pakuan pakaian yang dikira cocok untuk mereka"ucap Orkan.
Aku mengangguk.
"Kerja bagus"jawabku singkat.

"Lalu kemudian saya ingin menyampaikan hal lain"ucap Orkan.
"Apa itu?"tanyaku.
"Terdapat 2 pria yang mengaku sebagai pendeta kuil dan pendeta magang yang berasal dari gereja Dewi lampion. Mereka berdua membawa surat dengan lambang karish. Jadi kami membiarkan mereka masuk dan sekarang berdua sedang menunggu di ruang tamu lantai peetama"ucap Orkan dengan sopan
"Begitukah, baiklah aku akan pergi kesana sekarang"ucapku berdiri.

"Apa saya perlu menyiapkan teh dan camilan seperti biasanya tuan?"tanya Orkan memakaikan mantelku.
"Ah benar, Orkan. Beritahu kepada bina untuk menyiapkan teh tanpa kafein serta beberapa jenis kue kering tanpa campuran alkohol"ucapku merentangkan tanganku.
"Baik, saya akan menyampaikannya"ucap Orkan perlahan membukakan pintu besar itu untukku

Tak tak
Aku terus melangkah menuruni tangga serta melewati lorong.
Des : tangga di mansion milik karish itu sama kayak tangga di rumah biasa, tapi bedanya setiap lantai memiliki 2 tangga. Jadi tangga untuk pelayan dan tangga pemilik tuan rumah berbeda.
Tangga pelayan berada di sudut.

Tak lama kemudian aku sampai di sebuah pintu setinggi 4 meter yang terbuat dari kayu yang mewah dengan cat berwarna putih serta gagang pintu yang terbuat dari emas.
"Silahkan tuan Duke"ucap seorang butler membuka salah satu pintu.

Aku mengangguk lalu masuk kedalam ruangan yang sudah terdapat 2 orang pria.
Salah satu pria memiliki rambut berwarna hijau mudah dengan mata abu abu, serta memiliki beberapa bintik bintik kecoklatan di area hidungnya, dia memakai pakaian pendeta berwarna putih dengan garis biru mudah di bagian pergelangan tangan serta di kerah pakaiannya.

Lalu pria yang satunya memiliki rambut berwarna hitam panjang bergelombang, dia memiliki kulit coklat eksotis dengan bulu mata lentik serta tebal. Pria itu memakai sebuah pakaian pendeta berwarna hitam dari atas kepala sampai ujung sepatu. Hanya ada corak garis berwarna ungu pekat yang berada di pergelangan tangan serta bagian keranya yang membuatnya berbeda. Lalu sebuah salib besar berwarna hitam ter kalung begitu rapi di depan dadanya.

Saat melihat pintu terbuka kedua pria itu dengan spontan berdiri.
Mereka berdua memberikan salam dengan cara menyilangkan tangan kanan di di depan dada mereka, dengan telapak tangan yang terbuka mereka secara bersamaan sedikit membungkuk.
"Semoga Dewi lampion selalu menyertai anda kesehatan"ucap kedua orang itu bersamaan.

Saat melihat salam yang begitu sopan dan ramah itu, aku sedikit menaru tangan kanan di depan dadaku lalu membungkuk kecil kepada mereka.
"Saya harap anda juga selalu di limpahi kesehatan oleh Dewi yang kalian imani"ucapku kepada mereka.
"Silahkan duduk kembali"ucapku mempersilahkan mereka untuk duduk kembali duduk di sofa.

Tuk tuk
"Tuan, saya datang membawakan teh dan kudapan"terdengar suara ketukan bersamaan suara seorang pria dari luar pintu.
"Silahkan masuk"ucapku yang duduk di sofa.
Pintu terbuka dan terlihat seorang pria beruban yang membawa nampan yang terbuat dari keramik berwarna putih dengan lukisan keranjang buah.

Pria itu dengan anggun perlahan menyajikan teh yang sudah di sedu didalam teko ke tiga gelas yang telah disiapkan di dalam nampan.
Aroma teh yang harum mulai keluar semerbak ketika teh itu keluar dari teko.
Dengan terampil menaru tiga gelas dan teko teh serta sepiring kue kering yang memiliki bentuk berbeda beda di meja kaca tsb.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang