52. Karllan & Haremn nya

2.5K 223 14
                                        

Tuk tuk
"Tuan apa anda butuh bantuan untuk memindahkan para Kukang yang menempel ditubuh anda?"perlahan terdengar suara pria lain dari Ara pintu.
Aku memutar mataku untuk melihat sosok pria yang memanggilku.
Berdiri 2 pria yang sedang berdiri dengan pintu terbuka.
"Laure, Rachael. Selamat datang"ucapku yang masih duduk di atas sofa.

Kedua pria itu terus berjalan mendekat kearaku berada.
Ketika kami sudah berhadapan.
"Sebenarnya apa yang mereka pikirkan sampai sampai bersandar di pundak anda begitu lama"ucap Rachel menarik Aroon lalu gubrak Rachael mendorong Aroon sampai dia tersungkur ke lantai.

"Owh.... Kepalaku"teriak Aroon yang terbangun.
"Rachael, apa yang sebenarnya kau lakukan"ucap Aroon kesal.
"Seharusnya akulah yang bertanya, bagaimana bisa kalian tidur di pundak tuan tanpa memikirkan tubuh tuan yang sedang hamil"ucap Rachel bertolak pinggang.
"Ah? Apa kami tertidur?"ucap Aroon menggosok matanya.

"Ku yakin kalian sudah tidur begitu nyenyak sampai sampai meninggalkan bekas air liur di pundak tuan"ucap Aroon menunjuk jas bagian bahuku yang sedikit basah.
"Astaga?, ternyata kau benar"ucap Aroon terkejut.
Aroon berjalan mendekat keara Areen yang masih terlelap.
"Areen bangun, tidurlah ke kasur jika kau mengantuk"ucap Aroon mencoba membangunkan adiknya.
"Emh?"ucap Areen yang perlahan membuka matanya.
Matanya tampak masih berat dan begitu mengantuk.

"Baiklah..."ucap Areen berdiri lalu berjalan keara kasurku dan gubrak dia langsung melemparkan tubuhnya dengan wajah yang menimpa kasur terlebih dahulu.
"Areen geser sedikit, aku juga ingin berbaring"ucap Aroon langsung merebahkan diri menindih Areen.
"Emh... Kakak, geser sedikit. Kau menindihku"ucap Areen yang setengah mengantuk.
"Aku mengantuk"ucap Aroon yang juga perlahan terlelap.

Dalam waktu sekejap kedua anak kembar itu sudah tertidur dengan posisi telukup dimana tubuh Aroon menyilang menindih tubuh Areen.
"Tuan, apa anda sedang marah?"tanya Laure mendekat kearaku.
Perlahan dia membuka satu persatu kancing jas dan rompi dan hanya meninggalkan kemeja berwarna putih yang merupakan pakaian paling dalam ku.
"Jika ada sesuatu yang membuat anda khawatir, tolong ceritakan kepada kami tolong jangan pendam itu sendiri"ucap Rachael yang melepaskan sepatu kulitku.

"Aku sama sekali tidak sedang marah, aku hanya sedikit tak bisa tidur saja"ucapku tersenyum tipis kepada 2 pria yang tampak layaknya anak anjing itu.
"Tapi... Anda terlihat seperti sedang gelisah"ucap Rachael yang terlihat khawatir

Dia duduk di depan kakiku sembari terus menggenggam kedua tanganku dengan erat
Aku sedikit terkejut saat mendengar kata kata itu dari Rachael
Srrrt aku perlahan menyentuh wajahku.
'apa aku benar benar sedang gelisah sekarang?'

Namun jika di lihat secara seksama Rachael sedikit beruba dari awal kami bertemu 5 bulan yang lalu.
Meskipun sifat kekanak-kanakan itu masih melekat, tapi dia sudah sedikit menghilangkan sifat angkuhnya terhadap diriku.

Puk aku menepuk kepala Rachael.
"Terima kasih karna sudah mengkhawatirkan ku, honey"ucapku tersenyum kepadanya.

"Tuan, saya juga ingin di puk-puk"ucap Laure yang juga mengambil posisi duduk di samping kakiku.
Ia mensru kepalanya di pahaku, dengan wajah cemberut dia merengek di hadapanku karna rasa cemburu..

Jika di hitung sampai hari ini, sudah 7 bulan sejak pertemuanku dengan Laure.
Pria yang dulunya tak bisa hidup tanpa seks, dan setiap malam akan pergi ke rumah bordir tela menghilang dan beruba menjadi seorang pria yang tampak layaknya seekor anak anjing yang selalu meminta untuk di manja.

"Baiklah baiklah..."ucapku tersenyum sembari menepuk kedua kepala pria dewasa itu bersamaan.

"Tuan saya membawakan anda teh dan beberapa camilan malam"terdengar suara Louise yang terdengar begitu lembut.
Pria berambut coklat itu tersenyum sembari membawa nampan berisi teko teh serta cookie.
"Saya dengar anda melewatkan makan malam, apa perut anda terasa sakit?"tanya Louise menyentuh rambut perakku.
Pria kurus yang kutemukan 5 bulan lalu juga sudah berubah, dia bukanlah pria sekarat yang pincang lagi.
Dia juga bukanlah pria yang tak bisa apa apa lagi seperti dulu.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang