masih di puncak.
di villa, saat ini di ruang makan, keluarga Mahendra baru melaksanakan sarapannya. sementara yang lainnya, sedang pergi keluar untuk menikmati udara pagi di puncak.
saat sarapan telah selesai, Chika langsung bangkit dari duduknya, menumpuk alat-alat bekas makan untuk ia cuci
"Dira bantuin ya bun" ucap Dira yang sudah ikut bangkit dari duduknya, lalu mengambil piring bekas Tian, dan ia simpan di atas piring bekasnya
Chika menatap Dira sekilas. tak menyahuti ucapan Dira
Dira yang merasa seperti ada yang berbeda dari Chika padanya, ia hanya tersenyum simpul
"bun..." tegur Alran yang menyadari sikap Chika yang tak biasanya pada Dira ini
"hm?" sahut Chika menatap Alran dengan kedua alis yang ia naikkan
Alran menggelengkan kepalanya pelan, seolah mengatakan jangan kaya gitu
Tian menatap Chika dengan wajah kesalnya, lalu menatap Dira
"kamu udah ngerasa enakan sayang?" tanyanya sambil menggenggam tangan Dira yang sedang memegangi ujung piring yang masih berada di atas meja
"udah. aku udah gapapa kok"
"kalo gitu kita jalan-jalan berdua yuk"
"boleh" angguk Dira "selesai aku bantuin bunda cuci piring yaa" jawabnya
Chika berjalan menghampiri Dira, lalu mengambil piring yang berada di atas meja depan Dira. tanpa mengatakan apapun, ia melengos begitu saja menuju wastafel
"aku bantuin bun" ucap Dira saat akan menyusul Chika. namun, Tian dengan cepat menahannya
Tian bangkit dari duduknya di kursi meja makan
"ayah" panggilnya membuat Alran menatap padanya
"apa" sahut Alran
"Abang sama Dira keluar yaa. mau jalan-jalan"
"iyaa. naik mobil?"
"ngga. jalan kaki aja disekitaran sini kok"
"ohh ya udah" ucap Alran sambil mengangguk kecil
"ian. aku mau bantuin dulu bunda cuci piringnya" sela Dira
"udah, gapapa nak. cuciannya dikit. jadi ga perlu dibantuin bundanya" ucap Alran
"tuhh. ga perlu dibantuin kata ayah juga" tambah Tian "jadi.. sekarang kita keluar aja" lanjutnya
"dedek ikuttt" Christy langsung bangkit dari duduknya, berlari kecil ke seberangnya mendekati Tian dan Dira
"apa sih! jangan ah" tolak Tian mendorong pelan bahu Christy, yang kebetulan dilihat oleh Chika yang sedang menoleh ke belakang ditengah kegiatan mencuci piringnya
"Abang... jangan gitu ah sama adeknya" tegur Chika yang tak dihiraukan oleh Tian
"bundaaa~ dedek mau ikuuut" rengek Christy
"Abang mau berduaan dulu sama ka Dira dek. sekali ini aja jangan ngintilin abang sama ka Dira terus" mohon Tian
"iikuuuttt"
Alran yang paham dengan keinginan Tian, bangkit dari duduknya berjalan mendekati Christy. ia langsung menggendong tubuh anak itu. tentu saja Christy memberontak digendongannya
"ajakin aja dedeknya, ian" pinta Dira
"aku maunya berdua dir..."
"udah, pergi aja bang" titah Alran sambil menyeimbangkan tubuh Christy yang tak bisa diam digendongannya
