Beberapa hari berlalu
Chika sudah siap akan pergi menjemput Christy. Karena besok adalah jadwal pelajaran PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan) yang dimana tiap kelompok harus menjual produk yang mereka olah sendiri
Mengingat beberapa hari lalu Christy dan kawan-kawannya meminta bantuan dirinya untuk membantu membuatkan makanan yang akan di jual besok
Saat ini, mobil yang mengantarkan Chika sudah tiba di depan sekolah. Bertepatan dengan Chika yang baru sampai, bel pulang sekolah juga berbunyi
Hampir seluruh murid berhamburan keluar sekolah. Termasuk Christy dan kawan-kawan
Chika turun dari mobil saat melihat anaknya berjalan ke arah mobil bersama teman-temannya
Chika merentangkan kedua tangannya, meminta agar Christy masuk ke dalam pelukannya
Christy yang sudah dekat dengan bundanya, langsung memeluk bundanya dengan kepala yang langsung ia sandarkan di bahu si bunda dengan wajah menghadap ke arah lain
Chika memeluk erat Christy, sambil ia berikan kecupan di kepala belakang anak itu dengan sayang
"Bunda, kita langsung belanja yaa?" Tanya Christy menatap bundanya
"Mau langsung belanja atau pulang dulu?" Tanya Chika balik
Christy menatap teman-temannya satu persatu, meminta keputusan dari temannya
"Langsung aja bunda" ujar Zee
"Boleh.. ini semuanya mau pada ikut? Kelompoknya berlima kan? Satu lagi siapa ini?"
"Esha, bunda. Dia lagi ambil motor. Nanti Esha ikutin mobil bunda" jawab Zee
"Kita tunggu dulu Esha berarti yaa"
Tak lama, Esha datang dan langsung menuruni motornya untuk menyalami tangan Chika
"Esha.. apa kabar nak?"
"Baik Tante" jawab Esha ramah, dan sopan
"Tante apa kabar?
"Tante baik juga"
"Ka Dira gimana tan? Kangen deh aku, udah lama ga ketemu lagi"
"Ka Dira nya baik juga. Main aja padahal ke rumah Sha, kalo kangen sama ka Dira"
"Boleh?" Seru Esha
"Boleh dong, masa tante larang mau ketemu sama kakanya"
Esha menggaruk tengkuknya yang tak gatal "tapi anu Tante"
"Apa?"
"Anak Tante yang ga izinin"
"Siapa? Bang Tian? Masa bang Tian ga izinin Esha ketemu sama ka Dira? Nanti biar tant-"
"Maaf Tante, bukan bang Tian. Tapi ini" Esha menunjuk Christy sopan, dengan jari jempolnya
Chika sedikit terkejut, lalu menatap Christy yang tak menunjukkan rasa bersalah
"Kenapa gitu dek? Ga boleh gitu ah"
"Lagian dianya bikin kesel terus"
"Ini masih berlanjut kalian ga akur nya?" Tanya Chika "mau sampai kapan ga akur kayak gini? Dedek sama Esha tuh sepupuan loh. Masih ga akur?" lanjut Chika
"Esha orang lain bun, bukan sepupu"
"Dedek..." Tegur Chika "Esha adiknya ka Dira. Jadi, dedek sama Esha tuh sepupu. Dedek juga ga boleh ngelarang Esha mau ketemu ka Dira. Masa Esha ga dibolehin ketemu sama kakanya? Jahat dong itu" tutur Chika penuh kesabaran "sini tangannya" Chika menggenggam lengan Christy "mulai sekarang dedek sama Esha baikan. Ga ada berantem-beranteman lagi" lanjutnya mengulurkan lengan Christy ke arah Esha
