115

8.7K 557 55
                                        

keesokan harinya, pukul 6 pagi

Tian baru saja tiba dirumah, setelah mengantarkan Dira pulang ke rumahnya. karena, Dira sudah diperbolehkan pulang

Tian yang akan menuju kamarnya, melihat Boby yang sedang menimang Aca di ruang tengah, berdiri menghadap televisi yang menampilkan animasi dengan lagu anak-anak. Tian melangkah menghampiri opa nya

"opa" panggil Tian

"udah pulang, abang"

"iya" angguk Tian setelah menyalimi tangan Boby

"gimana sekarang keadaannya Dira?" tanya Boby 

"udah baikan opa. Dira juga udah pulang ke rumah"

"oh? udah pulang yaa?"

"hem" angguk Tian

"berarti nanti opa jenguknya ke rumahnya"

"mau kapan emang, jenguknya?"

"nanti agak siangan aja"

"okey" angguk Tian
"kalo gitu abang langsung ke kamar yaa. mau tidur sebentar" lanjutnya

"iyaa"

sebelum berlalu, Tian terlebih dulu mencubit, lalu mengecup pipi Aca dengan gemas

"abis nangis yaa" ucapnya

"iyaa abang. baru bangun soalnya, Aca nya" jawab Boby, seolah mewakili Aca

"ikut abang yuk" ajak Tian dengan kedua tangan terulur

seolah mengerti, Aca langsung memeluk Boby

"ga mau abang" beritahu Boby

"ya udah" Tian mengusap kepala belakang Aca

setelahnya, Tian pun berlalu menuju kamarnya

saat sudah berada di lantai atas, ia melihat bundanya yang sedang menggendong adiknya baru keluar dari kamar

"eh.. udah pulang gantengnya bunda" sambut Chika
"kenapa lehernya?" lanjutnya bertanya saat melihat Tian yang sedang mengusap tengkuknya dengan tangan kanan, serta kepala yang di miringkan ke kiri

"pegel" jawab Tian dengan wajah memelas

"semalem bobo nya dimana? sofa ya?"

Tian menggeleng "di kursi, di deket Dira" jawabnya

"pantesan.. bunda pijitin yaa, sekalian bunda kompres" ujar Chika

"tapi abang mau mandi dulu"

"iyaa. nanti kalo udah selesai mandinya, abang panggil bunda aja. bunda mau ke dapur dulu, bantuin oma sama Rara siapin sarapan"

"percuma bunda. bunda mau bantuin siapin sarapan, tapi bawa dedek. pasti susah bun. mending tinggal di kamar aja dedeknya" saran Tian

"Aaaa ga maauuu~" rengek Christy dengan kedua kaki mengayun di gendongan Chika

"ngga.. ngga di tinggal" ujar Chika
"abang.. udah tau adeknya sensi kalo baru bangun. malah bilang kayak gitu" lanjutnya mengomeli Tian

Tian malah terkikik

"oh! iyaa lupa" ucapnya seraya menepuk jidatnya

"bukan lupa, emang abangnya suka, kalo bikin dedek kesel"

"itu bunda tau" ujar Tian diiringi dengan tawa

"ngeselin banget abang nih ehm" gemas Chika diakhiri meraup wajah Tian

-

di dapur. Melodi, Rara, dan Chika sedang membuat sarapan. mereka melakukan tugas yang berbeda-beda, agar masakan dapat lebih cepat selesai.

Kesayangan BundaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang