"hmpp.."
"huekk.."
"huekkk"
Christy terusik dari tidurnya. ia yang sudah membuka kedua matanya, melihat bundanya yang sedang dituntun oleh ayahnya keluar dari kamar mandi
saat Alran dan Chika sudah berada disamping kasur. Chika melihat ke arah Christy yang sedang menatapnya. Chika melemparkan senyuman hangatnya pada Christy
"eh.. udah bangun sayang bunda" sapa Chika
Chika mendudukkan dirinya di kasur dibantu oleh Alran
tangan Chika bergerak mengusap kening hingga kepala Christy
"bunda muntah?" tanya Christy dengan wajah penuh khawatir
"bunda gapapa, sayang. cuman masuk angin aja kayanya ini" jawab Chika
Christy mendudukkan dirinya. punggung tangannya ia tempelkan di leher bundanya
"bunda panas" ucap anak itu
Christy langsung bangkit dari kasur. anak itu berlari keluar kamar tanpa berucap apapun
"dek! mau kemana?" panggil Chika
"mass susulin dedek, mau kemana itu" titahnya pada Alran
Alran langsung menyusul Christy. ia mencari keberadaan Christy di lantai bawah
tak lama, Alran pun menemukan Christy yang ternyata sedang berada di dapur. anak itu sedang menyiapkan air ke baskom berukuran sedang
"lagi apa dek?" tanya Alran yang sudah berada disamping Christy
"mau kompres bunda" jawab Christy tanpa menoleh pada Alran
tangan Alran bergerak merapikan rambut Christy yang masih berantakan
"bundanya panik tau, dedek tiba-tiba lari keluar kamar" beritahu Alran
air yang ia isi ke baskom sudah penuh. Christy menyimpannya di samping wastafel, lalu mematikan keran airnya
"hiks.." Christy langsung mengusap kedua matanya dengan punggung tangannya
Alran langsung membawa Christy ke gendongannya
"bunda gapapa dek.."
Christy memeluk erat Alran, dengan wajah yang ia sembunyikan di bahu Alran. anak itu semakin menambah tangisnya
Alran menimang-nimang Christy, dengan tangan bergerak mengelus punggungnya
"loh? kenapa non?" tanya bi Tuti "perasaan teh tadi mah ga kenapa-napa da" lanjutnya
"sedih bi, karena bundanya lagi sakit" jawab Alran
"euleuh.. si non teh saking sayangnya sama bunda ya non"
"anak bunda banget sih, ini mah. itu bibi bawa-bawa kain buat apa?"
"oh, ini teh tadi si non minta tolong ke bibi, cariin handuk kecil buat kompres ibu, pak"
"oalah. biar sama saya aja sini bi" pinta Alran
bi Tuti pun memberikan handuk kecilnya pada Alran
Alran menyimpan handuk kecil tersebut di pinggiran baskomnya, lalu ia membawa baskomnya
"biar sama bibi aja atuh pak, dibawain baskomnya" tawar bi Tuti
"biarin bi. saya masih bisa kok"
setelah itu, Alran langsung berlalu menuju kamar
saat sudah berada didepan kamar, dan akan membuka pintu kamar
"turun, ayah" pinta Christy yang sudah menghentikan tangisnya dengan menyisakan senggukan serta matanya yang terlihat merah
