Pukul 9 malam, Dira akhirnya selesai dengan kerjaannya. Ia tak hanya melakukan sekali pemotretan, namun beberapa dengan tema make up, serta pakaian yang berbeda-beda hingga ia dapat menyelesaikan sampai malam seperti ini
Dira memasuki ruangan dirinya. Disana, di atas sofa, ia melihat Christy yang sudah terlelap dengan ponsel yang masih menampilkan satu video yang terus terputar ulang. Sepertinya anak itu ketiduran saat sedang scroll
Sebenernya Dira tak tega melihat itu. Namun, kemauan anak itu juga yang ingin ikut dirinya
Dira mengambil ponsel Christy, lalu mematikannya. Ia menyimpan ponsel anak itu ke dalam tas Dira. Lalu setelah itu, Dira mengganti pakaiannya terlebih dahulu
Setelah mengganti pakaiannya, Dira langsung menghampiri Christy
"Ga usah dibangunin deh, Kasian kalo dibangunin. Bosen kayanya daritadi nungguin kaka ini yaa" gumam Dira. Ia duduk di sisian sofa, di samping pinggang Christy. Tangan Dira bergerak memberi elusan di kening Christy
Dira bangkit dari duduknya, lalu mengambil ponsel miliknya di tas nya yang ia simpan di atas meja rias
Dira menghubungi Tian untuk meminta di jemput sekarang
Setelah menghubunginya, hampir setengah jam menunggu, akhirnya Tian pun datang dan langsung menuju ruangan tempat Dira dan Christy berada
"Daritadi ini yank, tidurnya?" Tanya Tian pada Dira yang juga sedang duduk di sofa,
"Kayanya iya. Soalnya waktu aku masuk kesini udah tidur"
"Rewel ga yank?"
"Ngga kok. Tapi pasti bosen deh. Soalnya tadi beberapa kali sempet keluar masuk liatin aku. Sempet di ajak motoran juga tadi sama Bian"
Tian mengangguk lalu membungkukkan tubuhnya "lagian mau ikut ikut segala. Bosen kan jadinya" gumam Tian mencolek hidung Christy
"Ayok langsung pulang. Kasian dedek" ajak Dira
Tian pun menggendong Christy. Anak itu sempat terusik sebentar, namun kembali tenang di gendongan Tian
Dira membawa tas miliknya dan milik Christy
"Kesusahan ga yank?" Tanya Tian. "Sama aku sebagian sini bawanya"
"Gapapa sama aku aja. Kamu duluan aja gih bawa dedek ke mobil. Aku belum beresin make up aku soalnya"
"Ya udah, sini tas sekolahnya dedek biar sama aku aja" pinta Tian
Dira memberikan tas sekolah Christy pada Tian
"Aku tungguin di mobil yaa"
"Iyaa"
Saat Tian akan menuju ke mobil, ia berpapasan dengan Bian
"Eh! Yan" seru Bian
"Tidur ini?" Lanjutnya melihat ke arah Christy
"Iyaa"
"Tadi gue ajakin motoran adik lo Yan" beritahu Bian
"Iyaa. Tau gue. Dira udah cerita. Makasih yaa, udah di ajakin jalan-jalan"
Bian mengangguk, "lagian kasian gue liatnya, daritadi mondar mandir terus liatin Dira. Bosen kayanya yaa"
"Salahnya juga, pengen ikut-ikut terus"
"Wajar. Adik tuh emang suka banget ngintilin kakanya"
"Iyaa, emang. Makanya kalo gue sama Dira mau pergi berduaan harus sembunyi-sembunyi. Kalo ngga yaa diintilin terus sama ini nih"
Bian terkekeh dengan satu tangan yang ia kepal di depan mulutnya
"Lanjutin aja ini pemotretan adik lo. Biar ga bosen nungguin kalo mau ngintilin Dira"
