131

3.5K 402 23
                                        

Tibalah hari dimana keberangkatan Tian dan Dira ke Swiss, yang bertepatan di hari Sabtu

Ada drama dari adiknya saat Tian dan Dira berpamitan kepada Alran dan Chika

Christy tak mau melepas pelukannya pada Dira. Anak itu memeluk erat Dira, seolah tak mengizinkan keduanya pergi, kalau ia tak diizinkan ikut

"Dedek.. kaka sama abang cuman satu minggu aja pergi nya loh. Lepasin kaka nya. Kaka sama abang harus berangkat" tegur Alran

"Dedek mau ikut!!"

"Iya nanti dedek nyusul yaa. Sekarang biar kaka sama abang berangkat duluan"

"Ga mau! Ayah boong!"

"Lepas kaka nya dek. Atau ayah yang turun tangan?"

Christy mulai menangis dengan wajah yang ia benamkan di lengan Dira

"Huwaaaa mau ikuutt"

"Kita jalan-jalan aja yuk, sama bunda sama ayah. Beli mainan yuk. Apa mau beli ikan?" Bujuk Chika

"Hiksss nggaa maauuu. Dedek mau ke Swiss!"

"Dek! Lepas ka Dira nyaaa. Telat nanti Abang sama ka Dira ah!" Protes Tian

Christy mendongak menatap Dira tanpa menghentikan tangisnya "dedek mau ikut, kaa... Hikss hikss"

Dira membawa Christy ke pangkuannya,

"Dedek nya kan belum libur sekolah nya. Nanti kalo dedek udah libur sekolah, kita berangkat sama sama yaa"

Christy menggelengkan kepalanya cepat.

"Nanti di beliin oleh-oleh yang banyak sama abang deh dek" Tian ikut membujuk

"Ikut! Dedek mau ikut!" Keukeh anak itu

"Yah. Ambil dedek nya. Ga akan berangkat-berangkat abang kalo dedek gini terus" pinta Tian

Alran menatap Chika, meminta izin untuk menggendong paksa Christy, yang pastinya akan membuat anak itu memberontak

Chika mengangguk, mengizinkan

Alran pun langsung menggendong Christy. Untung saja pelukan anak itu sudah mulai melonggar pada Dira

Christy yang berada di gendongan Alran pun memberontak tak bisa diam. Tangannya memberi pukulan di punggung ayah nya

"Ayok jalan-jalan yuuk" ucap Alran sambil berjalan keluar kamar

"MAU IKUUTT. KAKAAA! DEDEK MAU IKUUT" teriak Christy, dengan tangan terulur ke arah Dira

"Padahal nunggu dedek libur sekolah aja, sayang. Ga tega aku lihatnya" ujar Dira

"Kelamaan dong.. lagian masa kita mau bulan madu ngajak dedek coba?"

"Udah, ga usah di pikirin dedek nya. Bukan dedek namanya kalo ga ada drama." Kata Chika

"Salah abang juga sih, pilih jadwal penerbangannya siang" ucap Tian

"Ya udah abang sama kaka berangkat gih. Maaf yaa, ayah sama bunda ga bisa anterin ke bandara"

"Iyaa bun. Gapapa. Maafin abang juga yaa. Karena dedek jadi rewel gitu"

"Iyaa gapapa. Bukan sekali dua kali kok dedek rewel juga"

Tian dan Dira kembali menyalami tangan Chika

Chika memberi kecupan di seluruh wajah Tian dan Dira secara bergantian. Saat bagian Dira, setelah memberi kecupan lembut di wajah Dira, ia menarik Dira ke dalam pelukannya

"Baik-baik yaa, abang sama kaka disana. Abang, dijagain istrinya yaa. Kabarin bunda kalau udah sampai. Selalu kabarin bunda juga selama kalian disana"

"Siap bunda."

Kesayangan BundaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang